Picture

Picture

Rabu, 13 April 2011

[fanfic,yaoi,NC] The most wonderfull angel i ever have/YunJae?chapter 1

tittle        :the most wonderful angel i ever have
rat        : NC17 maybe can change, chap 1/??
cast        : YunJae, other cast : Tvxq, Go Ara,The Gazette
genre        : Mpreg,angst,death character
pada akhirnya aku memang terlahir sebagai author spesialis angst... wkwkwkwk..



chapter 1


lama sudah ku sadari...
kau lah lelaki terindah yang pernah dianugerahkan Tuhan untukku...



"eh,coba lihat disana!?"
dua orang pria tampan sedang berjalan pulang dari kantor yang tak jauh dari rumah mereka masing-masing. Yunho dan Yoochun, dua pria yang bekerja dikantor dan departemen yang sama. yang sudah pasti mereka adalah sepasang sahabat dikejutkan oleh sosok pria cantik yang sedang duduk diperempatan yang tak jauh dari rumah salah satu dari mereka. pria yang kecantikannya tertutupi oleh debu dan sepasang baju usang itu terduduk lemas di trotoar tepi jalan
"ah~ kasihan sekali orang ini..."
ujar yunho menatap lelaki yang terus duduk disana sambil memanyunkan bibirnya,sesekali memegangi perutnya dan meringis kesakitan
"kau sedang apa disini?"
tanya yoochun kepada pria cantik itu. pria itu menoleh kearah mereka dan tersenyum sumringah
"jonggie tidak punya tempat tinggal... jonggie kabur dari rumah... jonggie kabur... jonggie lapar...belum makan..."
ujarnya mulai terisak, yunho dan yoochun saling bertatapan, sepertinya anak ini sedikit mengalami gangguan mental. atau merasa dirinya baru berusia 8 tahun? pikir mereka. yoochun bergidik ngeri, dia menatap yunho sambil mengangkat kedua bahunya
"apakah kau berniat merawatnya yun?aku tidak bisa... kau tau junsu~ dia mengira aku berselingkuh dengan gelandangan dan dia bakalan kabur dari rumah kan.."
ujar yoochun membayangkan amukan dari dolphine tercintanya kim junsu. kekasih yang sudah lama tinggal bersamanya.
yunho menatap pria cantik itu iba. dia terus saja menangis.. dia kelaparan...
"kau ikut denganku mau tidak?"
tanya yunho sambil menaikkan dagu pria itu. pria itu tersenyum bahagia
"benarkah!!? jonggie akan punya tempat tinggal???jonggie tidak kelaparan lagi!!?"
teriaknya kegirangan menggenggam tangan yunho. yunho tersenyum kearahnya, menganggukkan kepalanya pelan. pria yang menyebut dirinya jonggie itu melompat kegirangan.
"kau serius yun?dia baru kau kenal?? bisa saja dia menipumu dan membawa lari semua barang-barangmu kan!?ayo yunho!!kau sudah gila!"
yoochun menyeret yunho pergi, pria cantik itu mengejar mereka
"tunggu!tunggu!jangan tinggalkan jonggie sendirian...jonggie takut..tunggu!jangan tinggalkan jonggie...jonggie kelaparan..."
ujarnya dalam tangisnya. yunho sebenarnya merasa sangat iba kepadanya, tapi yoochun menariknya.yunho mulai berpikir bagaimana kalau perkataan yoochun tadi benar.. dia pun memilih untuk ikut dengan yoochun dan mengabaikan pria cantik itu



yunho pov

4 jam telah berlalu ketika aku bertemu dengan pria gelandangan yang cantik itu. malang sekali dia...
apakah dia sedang kelaparan sekarang?
diluar sedang turun salju.. pasti dingin sekali... apakah dia sedang kedinginan sekarang?
aish~ jung yunho.. berhenti... dia hanya orang asing.. yoochun benar... dia hanya orang asing!
aku menjadi pusing sendiri, aku membuka pintu lemari es, hendak mengambil soju dingin yang ada disana
"aish~ sial,habis... aku terpaksa keluar membelinya...!"
ujarku menyambar jaket hitam dan syal putih yang kuletakkan sembarangan.. aku tau rumahku sudah seperti kapal pecah
aku tak sempat untuk membereskannya karena sibuk dengan pekerjaanku
aku berjalan keluar apartemen dan berjalan ketoko 24 jam yang tidak jauh dari apartemenku. aku memperhatikan jalan dimana aku bertemu dengan pria cantik itu.. dia tidak ada disana..
apakah dia sudah pergi?
apakah dia benar-benar tidak punya tempat tinggal?
timbul lagi rasa iba dihatiku, aku menggelengkan kepalaku dan berjalan menuju toko 24 jam
aku memutuskan sekalian membeli beberapa keperluan seperti mie ramen, soju,susu dan kebutuhan ku yang lainnya. setelah kubayarkan kekasir aku segera pulang, ku eratkan jaketku.. malam ini terasa begitu dingin. aku melihat kearah jam tanganku. ah~sudah pukul 11 malam.
aku berjalan melewati jalanan ketika tadi aku menemukan pria itu, dan perlahan aku ingat lagi suaranya yang mendayu,sexy dan manja...
"jonggie lapar...."
ah...apa yang ku pikirkan sih!
"lepaskan jonggie~~jangan~~ahhh...sakit!sakit sekaliiiii...jangan....lepaskan jonggie!!!!jangan...jangan buka baju jonggie~jangan!!dingin!!"
aku mendengar lagi suara pria itu, aku menoleh kearah gang kecil dan sempit, ku lihat beberapa pria sudah berkumpul disana
"hajar~~ayo..cepat..kita nikmati saja tubuh gelandangan cantik ini!!"
ujar salah satu pria itu
"ayo cantiiiik...nikmati pemerkosaanmu malam ini..."
ujar pria lainnya
"jangan~jonggie ga mau lagi...jangan...jangan....itu sakit sekali..."
aku mendengar lagi isak tangis itu, rasanya darahku mengalir dari kepala dengan sangat deras, amarah muncul dari pikiranku, aku melemparkan belanjaanku tak jauh dari gang kecil itu dan kemudian berjalan menuju gang itu.. ketika kulihat...
pria cantik itu dipaksa untuk mengoral penis salah satu pria itu dan manhole nya yang telah membengkak...
ya Tuhan.. apa yang sudah kulakukan..
kenapa aku tidak membawanya pulang tadi..
dia tergelatak lemas disana.. masih terisak-isak tapi mereka tetap memperkosanya
"HENTIKAN!!!"
teriakku kepada beberapa pria yang ada disana,mereka semua menoleh pria cantik itu juga menoleh kepadaku... wajahnya yang penuh dengan sperm bercampur debu,air mata dan entah apa lagi yang mereka lakukan terhadap wajahnya membuatku benar-benar naik darah
"siapa kau!?menganggu saja!"
teriak mereka,salah satu pria bertubuh tegap mendatangiku
"kau mau mati ha??"
tanyanya, kukepalkan tanganku, kemudian kulayangkan tinju ku tepat kearah hidungnya..krak.. bunyi berderak yang kuyakini adalah hidungnya yang patah itu menandakan dimulainya perkelahian
"akkkh~~sialan kau!!!"
teriak pria itu melayangkan tinjunya asal-asalan kearahku, sementara teman-temannya mulai mengerubungiku seperti lalat
kemudian aku mulai mengarahkan tendanganku kearah salah seorang dari mereka. tendangan itu tepat mengenai wajah mereka. namun tidak sesuai dengan perkiraanku, seseorang memukul tengkukku,membuatku terjatuh dan kurasakan bertubi-tubi pukulan mengarah kearahku. sakit... aku meringkuk melindungi kepala dan wajahku
setelah merasakan beberapa pukulan...
"HENTIKAN!!!JANGAN PUKUL DIA!!!HENTIKAN!!"
aku merasakan pelukan hangat dari pria itu, pria cantik yang sama sekali tak menggunakan sehelai benang pun itu memelukku dan membiarkan mereka memukulinya, dengan sigap aku membalikkan tubuhnya dan membiarkan mereka memukulku.. aku tidak akan pingsan.. pikirku..
lalu aku melihat sebuah balok kayu dibelakang tubuh pria itu,segera aku meraihnya dan menghajar seseorang yang akan melayangkan tinjunya kepadaku, begitu selanjutnya hingga mereka semua lari ketakutan.
aku menatap pria itu dan berjalan kearahnya sempoyongan. dia duduk meringkuk.. dia masih menangis..
aku mengedarkan pandanganku dan mendapati potongan kain-kain yang berserakan..
ya Tuhan... mereka memang brengsek.... mereka merobek-robek baju nya..
untung aku menggunakan boxer dan celana jeans ya... aku melepaskan celana dan jaketku
"pakai ini.. rumahku tidak jauh dari sini, ayo cepat...ini dingin sekali.."
ujarku menggigil kedinginan
"kamu menolong jonggie...?kamu tidak akan melakukan hal yang sama seperti mereka kan?"
tanya nya dengan wajah yang polos, aku tersenyum
"tidak akan..sepertinya kau perlu perawatan... ayo cepat ini dingin sekali dan...ahh..lumayan sakit juga..."
dia tersenyum,cantik.. pikirku
"sebelumnya, namaku jung yunho..."
aku mengulurkan tanganku,dia menatapnya heran, namun dia tersenyum dan menggenggam tanganku.
"nama panjang jonggie itu..kim jae joong..."
aku menggandeng tangannya dan keluar dari gang itu..
ah..untung saja belanjaannya masih utuh ya..


"ini rumahku... anggap saja seperti rumahmu..."
jaejoong menatap takjub apartemen yunho,merasa beruntung ada seseorang yang mau memberikan dia tempat tinggal.
"sekarang kau mandi dulu, semua peralatan mandi ku ada dikamar mandi,aku akan siapkan bajumu... arraso??"
ujarku kepadanya,dia mengangguk-angguk senang
"jonggie mengerti..."
ujarnya kemudian aku memberikannya handuk
"selesai mandi,keringkan tubuhmu dengan ini...aku akan mengambil pakaianmu dulu..."
dia masuk kekamar mandi dan aku segera menuju kamarku,mencari cari pakaian yang kekecilan denganku. aku menemukan kemeja putih dan celana piyama lamaku untuk dipakai olehnya.
"yunnie...jonggie sudah selesai mandi..."
teriaknya manja
"ndee~ha?kapan namaku berubah jadi yunnie?terserah dia lah..."
aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal dan memberikan piyama itu kepadanya,astaga.... dalam keadaan seperti ini dia jauh lebih cantik lagi... seperti malaikat...
"yunnie..."
panggilnya ketika selesai berpakaian,aku sedikit terkekeh karena pakaianku kebesaran untuknya. ummm.. sudahlah tidak apa.. dia terlihat lebih cute dengan pakaian itu..
hey... kenapa aku mulai berpikir yang aneh-aneh??
"yunnie... jonggie lapar~"
dia memanyunkan bibirnya dan menatapku dengan pandangan puppy eyesnya,aku mengangguk-anggukkan kepalaku
"baiklah...aku hanya punya ramen?mau tidak ?"
tanyaku
"ramen??jonggie bisa memasak! biarkan jonggie yang masak ya??dimana dapurnya!?"
teriaknya begitu antusias dengan yang namanya memasak
"benarkah?ayo kutunjukkan dapurnya... ayo sini..."
ujarku,sebelumnya aku ajarkan dia menggunakan kompor gas dan memberitahukannya dimana letak piring dan peralatan lainnya..
maklum..dapurnya berantakkan...
aku duduk dimeja makan selagi dia memasak..
ya Tuhan...
makhluk ini sangat cantik...benar-benar cantik..
"makanannya sudah siaaaap..."
ujarnya menghidangkan ramen di atas meja makan, aku menatapnya senang
"gomawo..."
ujarku
"harusnya itu kata-kata jonggie kan yunnie..."
ujarnya menatapku dengan pandangan manjanya. aku gemaaaas...
kemudian jaejoong makan dengan lahapnya, mungkin kalau ada gempa dia pasti lebih dulu menghabiskan makanannya dan memilih ditimpa atap rumah
"joonggie makannya pelan-pelan dong..."
aku ternganga melihatnya makan dengan lahapnya.. sebegitu laparnya kah kau?
ujarku dalam hati. merasa tidak tega dan memberikan bagianku untuknya..
mungkin saatnya dia mulai menata hatinya dari dunia-dunia kelam yang sudah menghancurkan hidupnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar