tittle : forgiveness and Lies
rat : PG 13/yaoi/1shoot
cast : YunJae and TVXQ
author : Kim Yuuga
Yunho Pov
aku ini apa?
apakah aku hanyalah alat pemuas terbaik di matamu?
apakah aku ini hanyalah sekedar bahan pameranmu kepada teman-temanmu?
'lihat!leader tvxq ini adalah kekasihku!' apakah hanya seperti ini aku dimatamu?
aku hanyalah tempatmu pulang ketika kau tidak menemukan lagi kepuasan diluar sana..
aku hanyalah tempat kau pulang ketika rasa penatmu sudah menyelimuti dan membuatmu merasa sesak...
lalu kau akan berlari ketempatku?
meminta perlindunganku..
dan aku dengan bodohnya selalu menanti kepulanganmu...
selalu menanti teriakan manjamu..
desahanmu..
semuanya...
aku bodoh kim jaejoong...
iya,aku memang bodoh namun aku tidak mengerti diriku sendiri...
aku membiarkan diriku terbodoh sendiri disini,membiarkan diriku tersakiti dan tersakiti lagi..
karena aku terlalu mencintaimu jaejoong...aku terlalu mencintai dirimu...
aku masih bertahan jae, bahkan ketika kita mendapatkan kemenangan di sidang itu dan tvxq kembali..
dan kita semua telah berkumpul lagi,
aku bertahan demi 'anak-anak'...
demi changmin.. demi yoochun...demi junsu...demi keutuhan tvxq...
tetapi rasa sakit ini terlalu menusukku... saat ini...
NO POV
jaejoong sedang keluar ketika keempat tvxq sedang berkumpul diruang tamu. junsu dan changmin sedang duduk sambil menendang-nendang kaki satu sama lain. sedangkan yoochun sibuk dengan remote televisinya. yunho hanya duduk bengong ketika changmin dan junsu mulai berteriak kelaparan.
"appa!!!lapaaaar!"
teriak mereka bersamaan, yunho tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"tapi appa cuma bisa buat mie instan... kalian mau makan mie instan buatan appa..?"
"ANDWE!!"
teriak mereka yang tau seperti apa masakan seorang jung yunho. terutama changmin. selama satu setengah tahun berpisah dengan tvxq, sering sekali dia terpaksa memakan makanan buatan yunho yang terkadang tidak ada rasanya,atau rasanya asin,atau asem,atau pedas sekali itu.
junsu mengambil ponselnya dan mulai sibuk menghubungi jaejoong,sang eomma..
"yeobosseyo?eomma eodiseo??"
tanya nya, raut wajah kekecewaan segera tergambar di wajahnya yang mengartikan kalau jaejoong masih lama lagi pulang ke dorm.
"huhu...chunnie-ah...masakan sesuatu..."
rengek junsu, beruntunglah mereka karena yoochun lumayan bisa memasak. dengan malas dia pergi kedapur dan memasakkan sesuatu untuk mereka.
selagi yoochun memasak, ternyata ada realityshow yang menayangkan JYJ sewaktu reality show terakhir mereka sebelum bergabung dengan tvxq sekarang. tepatnya itu beberapa hari yang lalu.
"aku pernah berpacaran dengan 4 wanita dan semuanya enterteint..."
seperti petir menyambar ditelinga yunho, junsu dan changmin. junsu baru ingat tentang hal itu dan dia lupa memberitahukan sang appa agar jangan menonton reality show itu. semua telah terjadi, yunho menatap televisi dengan tatapan miris.
"appa...mian..aku harusnya mencegahmu menontonnya.."
junsu mulai terisak. changmin si magnae hanya diam tertunduk
"appa...hiks...hiks..."
junsu mulai takut dengan tatapan yunho kearah televisi. marah,sedih,kaget merubah wajah ramah yunho seketika. yunho menoleh kearah mereka. berdiri dan mengelus kepala mereka satu persatu.
"gwenchana junsu-ah... changmin-ah... appa baik-baik saja..."
ujarnya,
namun junsu dan changmin merasa ini tidak baik-baik saja.
yoochun datang dengan membawa masakannya keatas meja dan merasakan aura dingin itu. ia memandang junsu dengan tatapan heran, junsu dengan pelan menunjuk televisi dan yoochun merasa terkejut dengan acara yang ditayangkan itu.
"shit! kenapa..... ah,hyung... itu... maksud jae hyung adalah sebelum kami membentuk jyj..."
"jadi maksudmu ketika dia di tvxq,ketika aku ada didekatnya dan dia berpacaran dengan orang lain ketika menjadi kekasihku...begitu kan.."
ujar yunho penuh penekanan... yoochun terdiam.
yunho kembali duduk di sofanya. dia hanya duduk diam.
ketiga magnae nya tidak menyentuh makanannya sama sekali. rasa lapar mereka hilang seketika. mereka sangat mengkhawatirkan perasaan yunho sekarang..
"suiie-ah...itu pasti rasanya sakit sekali..."
bisik yoochun, junsu mengangguk sedih. sementara changmin hanya terdiam saja.
"lebih baik kita tinggalkan appa sendiri dulu..."
ujar changmin mengajak kedua hyungnya untuk masuk kekamarnya.
meninggalkan yunho dengan mie yang mulai mengembang dan dingin...
yunho pov
`;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
ketiga magnae kami masuk kedalam kamar mereka. aku tidak memperdulikan mie yang sudahmengembang itu dan hanya menatap layar televisi.
aku tidak merasakan air mataku akan tumpah..
aku ingin menangis, ingin sekali menangis..
rasanya sakit sekali... aku sangat mencintainya, bahkan sedikitpun aku tak pernah berpaling darinya..
flash back
yunho berjalan kearah bar dimana jaejoong sudah hampir tertidur karena mabuk. dia membangunkan jaejoong dan memapahnya. hingga ketempat parkir. tiba-tiba jaejoong menepis tangan yunho.
"lepaskan aku!!"
teriaknya
"jae....kenapa kau seperti ini,hmm?ku mohon jangan mabuk lagi..."
"aku mabuk karena siapa!!?!yah..jung yunho! kau tidak perhatian kepadaku, kau sibuk dengan teman-temanmu!dengan sembilan paha itu!!dengan GO ARA!!bahkan kau tidak pernah menciumku satu minggu ini, kau anggap apa aku???"
teriak jaejoong,yunho tiba-tiba merengkuhnya erat kedalam pelukannya. kemudian mencium lembut bibir cherry milik kekasihnya itu.
"aku mencintaimu jaejoong...sangat mencintaimu..."
end of flash back
aku selalu mencintainya,
aku tidak pernah ingin setitik air matanya mengalir karena aku..
karena aku terlalu mencintainya..
tetapi...
kenapa... kenapa dia bersikap seperti ini kepadaku...
kenapa...
dan kenapa aku tidak membencinya...
bunyi pintu terbuka dan jaejoong masuk ketika waktu menunjukkan jam satu malam. aku tersenyum sinis menyambutnya. jaejoong yang tadinya tersenyum riang menatapku aneh.
"yun..."
panggilnya, aku hanya diam dan mengambil kantong belanjaannya dan membawanya kekamar kami-itu adalah rutinitas sehari-hariku sejak tvxq dulu hingga berkumpul lagi seperti sekarang- jaejoong mengikutiku dari belakang. dia menatap aneh diriku. kemudian aku meletakkan belanjaannya di lantai kamar kami. aku berjalan menuju dirinya dan membuka jaketnya, semuanya.. itu juga rutinitas yang kukerjakan sehari-hari. karena dia sudah mengurus rumah dan ke tiga magnae dengan baik,aku harus mengurusnya dengan baik juga. aku mengambil piyama hamtaro nya dan memakaikannya. aku hanya diam, aku tidak mengucapkan sepatah katapun.
"yun...waeguraeyo?"
tanya jaejoong, aku tetap diam. jaejoong berjalan menuju kamar mandi dan merapikan dirinya. sekarang aku sedang duduk diatas tempat tidur. sedang berpikir keras apa yang harus kukatakan kepadanya..
"yunnie bear!lihat! tadi aku membelikanmu kemeja,lucu deh...!"
ujarnya membongkar barang belanjaannya. dan memperlihatkan kemeja biru kepadaku. aku tidak merubah ekspresi ku sebelumnya.
"gomapta"
ujarku dingin dan meletakkan kemeja itu disampingku. kemudian dia duduk disampingku. aku beranjak berdiri dan berjongkok dihadapannya. menggenggam tangannya. aku harus mengatakannya.
"jae-ah...apakah jika aku mati akan membuatmu senang?"
tanyaku. jaejoong membulatkan matanya
"jika itu benar,aku bisa melakukannya untukmu sekarang..."
tambahku lagi
"ada apa denganmu yun!! kenapa bicara seperti itu!!kau membuatku takut...membuatku sedih!"
teriak jaejoong menepis tanganku, aku kembali menggenggam tangannya dengan erat.
"setidaknya lebih baik aku mati daripada melihat kekasihku berselingkuh dibelakangku empat kali..."
ujarku pelan, air mata jaejoong mulai mengalir,dia menatapku sedih
"da..darimana kau..."
"jung jaejoong sayang... aku sangat mencintaimu,kau tau... aku sangat mencintaimu hingga aku rela menjadi seperti ini... selama kita berpisah satu setengah tahun aku berusaha memutar otakku demi membahagiakanmu walaupun kita berjauhan... aku juga sudah menjaga changmin mu dengan baik... aku rela mendapatkan tiga atau empat pukulan dari sm demi menemuimu....aku juga mendapat kecaman dari appaku karena aku tetap bersikukuh bersama mu...aku selalu mengingatmu setidaknya disaat aku tersadar satu hari didalam hidupku... aku selalu bertanya-tanya apa yang kau lakukan,sedang bersama siapa,apa kau merindukanku, apa kau tidak merasa sedih,semuanya... dan kau..."
kata-kataku terputus, karena tenggorokkanku rasanya tersendat, aku menangis. air mataku jatuh. dan jaejoong dengan matanya yang basah menangis melihat wajahku yang sangat menderita menatapnya.
"dan kau melakukan itu disaat kita masih bersama.... rasanya sangat sakit jae...disini...."
ujarku menunjuk tepat diarah dadaku. aku menepuk-nepuknya pelan. sekarang jaejoong jatuh merosot tepat dihadapanku. dia memelukku. dia menangis terisak-isak.
"mianhae...hiks...mianhae...mianhae..."
ujarnya., aku hanya diam,tidak membalas pelukannya.
"aku mengantuk jae...mau tidur..."
ujarku beranjak naik keatas ranjang dan tidur membelakanginya.
jaejoong pov
aku tetap berlutut seperti ini. menggigit bibirku hingga kurasakan rasa asin merajai lidahku. bibirku berdarah... rasa perih kurasakan.. tapi aku yakin tidak sebanding dengan rasa sakit yang ada dihati yunho saat ini.
"yun.... aku tetap seperti ini sampai kau memaafkanku..aku mencintaimu yunho..."
ujarku pelan. yunho tidak merespon apapun, aku hanya mendengar suara isak tangisnya.
air mataku terus mengalir...
satu jam...
dua jam...
tiga jam...
waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. aku rasakan keram pada kakiku.
rasanya sakit... tapi aku tetap tidak beranjak dari tempatku. yang kulakukan hanya melantunkan bait doa dan menangis. berharap dia memaafkanku yang hina ini..
aku tidak bisa hidup tanpanya..
Tuhan...
aku mengakui ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku... tapi biarkanlah aku memperbaikinya lagi.. biarkan aku menjadi orang yang dicintainya sekali lagi...
aku berjanji akan berubah...
aku tidak akan pernah membuatnya mersa sakit sekali lagi...
tidak akan...
rasa kantuk dan pusing mulai menguasaiku. tubuhku menggigil,mungkin aku demam. dan aku mulai memejamkan mataku..
rasa melayang kurasakan, seperitnya seseorang mengangkat tubuhku. namun mataku tidak mau berkompromi untuk setidaknya membuka dan melihat siapa yang telah mengangkatku keranjang. kurasakan ranjang empuk yang nyaman memanjakan tubuhku lagi. mataku semakin tak berkompromi. rasa pusing dan meriang juga kantuk yang luar biasa membuatku enggan membuka mataku. kudengar suara gemercik air dan sebuah kompres hangat mendarat di dahiku.
"chun... ambilkan obat di kotak p3k ya.."
perintah seseorang yang suaranya sangat ku kenali.
"aku dan changmin masakan bubur untuk eomma jae ya appa.."
ujar seseorang bersuara dolphine yang kukenali pasti junsu.
kemudian semuanya hening kembali... ku rasakan seseorang memijat-mijat lenganku dan mengelusnya lembut. aku juga merasakan sebuah bibir yang mengecupi wajahku,pipiku,hidungku,bibirku...kemudian aku mencium bau antiseptik untuk mengobati luka dan rasa dingin alkohol yang menyergap bibirku. aku meringis sebentar tanpa membuka mataku.
"aw...sakit ya sayang...tahan ya...aku akan melakukannya dengan pelan... biar luka nya cepat sembuh..."
ujar suara berat itu lagi.
air mataku mengalir lagi,rasa menyesal kembali menghinggapiku. dengan rasa sabar dia membasuh air mataku yang mengalir.
"jangan menangis jae-ah.... sudahlah,aku sudah melupakannya... sekarang kau istirahat dan cepatlah sembuh...aku disini menemanimu..."
bisiknya lembut...
Tuhan,
Terima kasih telah memberikanku anugrah terindah didalam hidupku.
aku memaksakan diri membuka mataku. mendapati yunho sedang tersenyum kepadaku. aku merentangkan tanganku, yunho naik keatas tempat tidur dan memelukku. erat sekali... erat...
aku berusaha mencapai wajahnya, menempelkan kedua tanganku dipipinya,
mengecup kilat bibir tebalnya yang membuatku selalu menggila...
dia tersenyum mempererat pelukannya...
"saranghae..."
ujarku sebelum aku larut kembali dalam tidurku...
FIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar