Picture

Picture

Jumat, 10 Juni 2011

[fanfic] ALWAYS/yaoi/1shoot/YunJae and news guest stars, The Gazette uruha and Aoi

tittle : always
cast : Kim Jaejoong(tvxq),Jung yunho(tvxq),shiroyama Yuu(Aoi The Gazette),Takeshima kouyo(Uruha The Gazette),park yoochun (tvxq), kim junsu (tvxq)
rat : PG 13/yaoi
Genre : angst,romance
author : Kim Yuuga



KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGGGGGG!!!!!!!!!



Bersamaan dengan bunyi alarm yang tepat bernyanyi disamping telinga seseorang,disaat itu pula ia segera membuka matanya dan menggeliatkan tubuhnya. beniat hendak membanting jam wekker itu,namun sosok pria berpenampilan visual kei dengan rambut hitam yang dibentuk layaknya seorang rocker visual kei itu mengurungkan niatnya. mengingat jika ia membanting jam itu, akan jadi kesepuluh kalinya ia membeli jam wekker baru.
lelaki itu menampar pelan pipinya
"WAKE UP YUU,PASIENMU MENUNGGU!!"
Ujarnya kepada dirinya sendiri sebelum ia bangun dari tempat tidur dengan malas dan meraih handuk yang ia gantung dekat dengan tempat tidurnya.
dengan malas ia melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi dan tak lama kemudian terdengar suara air yang menandakan bahwa ia sedang mandi sekarang.
lelaki berpiercing itupun keluar dari kamar mandi dengan perasaan segar setelah air dingin yang menyegarkan membangunkannya sepenuhnya dari tidur.
dengan bergegas ia membuka lemari pakaiannya yang besar dan mencari-cari kemeja kerja yang biasa ia gunakan, hari ini kemeja cream menjadi pilihannya, dengan semangat ia mengenakan pakaiannya.
drrrt.....drrrrt....
dilihatnya ponselnya bergetar pertanda sebuah panggilan menunggunya,dengan bergegas ia mengangkat ponselnya
"yeobboseo?"
"Dr. Shiroyama, pasien baru anda sudah menunggu untuk menjalani check up.. beliau terlihat sangat kesakitan.."
pria itu dengan terburu-buru menyambar jas lab nya sambil menggenggam ponselnya
"nee,algaeseumnida..aku segera kesana..15 menit lagi..untuk sementara,biarkan dokter Takashima yang melayaninya..."
"tapi dokter takashima sedang mengajar mahasiswa kedokteran sekarang,jadi tidak bisa..."
dia segera menyambar kunci mobilnya dan bergegas masuk kedalam Bentley kesayangannya.
"baiklah,sebentar"


Shiroyama yuu,seorang dokter ahli penyakit dalam yang didatangkan dari jepang untuk ditempatkan dirumah sakit terkenal dikorea. dia tidak pernah terbiasa dengan penampilan rambut klimis,kemeja rapi dan sebuah kacamata. yuu adalah yuu,seorang dokter yang lebih mirip dengan anak band,dengan tatanan rambut ala visual kei dan penampilan yang terkesan stylist,diluar kebiasaan seorang dokter pada umumnya. namun jangan ragukan kemampuannya dalam menangani pasiennya, dia begitu cekatan dan gampang bergaul. yuu,begitu panggilan akrab yang diberikan keluarganya, bukanlah orang yang lembut namun sifat ramai dan bersahabatnya itulah yang membuat ia disenangi baik pasien maupun rekan kerjanya sesama dokter dirumah sakit MAGIC CASTLE ini, pribadinya tidaklah lembut khas seorang dokter, dengan bahasa romantis dan menenangkan. dia malah cendrung lebih galak dan ketus ketika berbicara,namun orang tidak akan pernah merasa sakit hati dengan apa yang keluar dari mulutnya. yuu suka berbicara tentang realita,kenyataan,dan kejujuran.
bagi yuu,kejujuran adalah modal utama seorang dokter, dia tidak mau membohongi pasiennya tentang apapun,termasuk separah apapun penyakitnya,dia akan mengatakan apapun yang terjadi, intinya dia tidak akan membuat sang pasien kecewa. bukan karena ia cepat menyerah dan langsung memvonis sang pasien,
malahan dia akan sangat berusaha yang terbaik untuk sang pasien.
sekian perkenalannya....


yuu sedang terburu-buru berjalan menuju koridor rumah sakit, dia menghampiri meja resepsionis untuk mengisi absen nya..
"selamat pagi dokter shiroyama.."
"ah,hai duck butt..."
sapanya kepada junsu, yang kini sedang mendengus kesal karena sang dokter tak berhenti mengoloknya dengan sebutan duck butt sejak pertama kali ia bekerja sebagai perawat muda dirumah sakit ini.junsu adalah perawat baru yang baru diterima bekerja. pribadinya yang periang dan menyenangkan menjadikannya perawat favorite bagi anak-anak yang menderita penyakit,sekaligus menjadi perawat favorite sang dokter anak,park yoochun.
"bagaimana kabar yoochun hari ini,apakah dia terlihat sangat hot?"
ledek yuu segera pergi sebelum teriakan junsu memekakkan telinganya sekaligus yang punya telinga dirumah sakit ini.


yuu segera masuk kedalam ruangannya,ia disambut oleh dua orang perawat yang sedari tadi menunggu kedatangannya dan mendapati seorang pasien yang terbaring lemah diatas ranjang periksanya. yuu segera menghampiri kedua perawat dan juga pasien yang sedang terbaring saat itu.
"ah,dokter shiroyama.."
"ah,mianhae aku terlambat.. bagaimana?"
didapatinya pasien itu sedang tertidur pulas, yuu menatap kedua perawatnya seolah menuntut pertanyaan apa yang terjadi
"tadi pasien mengeluh kepalanya sangat sakit, lalu saya memberikan obat penghilang rasa sakit lalu ia tertidur.."
yuu memperhatikan wajahnya seksama, seketika itu juga jantungnya berdetak lebih cepat
cantik... dia bersumpah ini adalah lelaki tercantik yang pernah ia lihat
"siapa namanya?"
"kim jaejoong,dokter.."
yuu menggelengkan kepalanya,tidak bisa,tidak boleh, dia adalah lelaki, begitulah yang ada dipikirannya saat ini, namun wajah ini terus mengusiknya. kemudian perlahan jaejoong membuka matanya
"nggg...?dimana aku?"
jaejoong menatap sekelilingnya heran dan melihat wajah yuu pertama kali yang menatapnya begitu dekat
"YAH!!!kamu siapa??!"
teriaknya membuat yuu sontak terkejut. ini pasien gila,pikirnya
"hei,kau sendiri yang datang ke rumah sakit ini.."ujar yuu sambil memeriksa keadaannya,merasa yakin dengan keadaan sesemangat ini orang ini pasti bohong dan mengatakan kalau dia sakit.
"maaf dokter shiroyama, tadi yang membawa tuan kim jaejoong kesini adalah adiknya,kim changmin.."
tak lama ketika sang suster mengucapkan hal itu sesosok pria tinggi dan tampan muncul dihadapannya
"anyeong hasseo,changmin imnida..."
ujar changmin,yuu tersenyum membalas sapaan changmin
"anyeong hasseo,shiroyama yuu imnida.."
changmin menatap jaejoong dengan pandangan iba ketika jaejoong sedikit berteriak mencari sesuatu
"yaaaahhhh!!!minnie,dimana boneka ku??"tanya nya dan membuat yuu sedikit terkejut. boneka?umur segitu mencari boneka?






jaejoong pergi bermain bersama junsu ketika selesai melakukan pemeriksaan. sekarang yuusedang berada diruangannya,berdua bersama changmin.
"ronsennya mungkin akan selesai besok,sementara itu biarkan dia dirawat dirumah sakit dulu.."
ujar yuu mengeluarkan secarik kertas
"bisakah kau ceritakan kepadaku apa keluhan yang dialaminya?"
changmin menghela nafas pelan,dia membuka suaranya..
"dua tahun yang lalu dia pernah terjatuh dari lantai dua rumah kami... karena terburu-buru ingin menemui kekasihnya,dia berlari menuju tangga dan dia terjatuh..
kepalanya terbentur dan mengalami geger otak, aku kira dia tidak bisa diselamatkan namun, Tuhan mengabulkan doa kami dan menyelamatkannya..
tapi,sifatnya berubah, ia berubah seperti anak kecil,ya...seperti anak yang keterbelakangan mental... mulanya kami menganggap kalau itu adalah dampak dari geger otak itu tetapi...beberapa hari ini dia sering mengeluh sakit pada kepalanya dan ia bisa tiba-tiba pingsan..."


aoi pov

tertarik...aku tertarik mendengarkan cerita changmin tentang orang itu,kim jaejoong..
dia mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan mental pada dirinya atau....?aku penasaran...
"maaf,kalau aku boleh bertanya...bagaimana dengan kekasihnya..?"
"nah,itu dia.. setelah ia sadar,jae hyung tidak mengucapkan sepatah apapun, karena yunho hyung,kekasihnya tidak pernah datang menemuinya, sampai saat aku mengajaknya untuk berjalan-jalan keluar, dia melihat yunho sedang berjalan dengan seorang wanita dan itu begitu menyakitnya...
keesokan harinya sikapnya berubah,ah...maaf kan aku,tidak seharusnya aku mengatakan hal ini.."
"gwenchana... dia akan menjadi pasienku dan wajar jika aku mengenalnya lebih dalam lagi changmin-sshi.."
sesaat setelah changmin permisi dari ruanganku,aku memijat-mijat kepalaku. aku benar-benar penasaran dengan hasil testnya. apa yang terjadi kepadanya?
tok..tok...tok...

aku mendengar suara ketukan pintu,sesosok pria yang tak kalah cantik dengan jas labnya datang menghampiriku..
"konbawa yuu.."
ujarnya sambil mendaratkan bokongnya duduk disofa ruanganku. aku tersenyum menatapnya
"konbawa kou, nani o suru?"
(tadi apa yang kau kerjakan?"
"oshieru..chotto tsukaretta ne..tadi aku mengajarkan tentang anastesia kepada mahasiswa kedokteran SHINKI.."
(mengajar, aku cape...)
"sou da ne.."
ujarku membalik-balikan file-file ku.
takeshima kouyou,rekan kerjaku di rumah sakit ini,kami sama-sama berasal dari jepang, kuliah di universitas yang sama dan bekerja ditempat yang sama pula. pribadinya yang lembut dan menyenangkan bisa menjadi peredam emosi dan kekesalanku. dia adalah sahabat yang baik..
"tokorode...tadi junsu meneleponku,katanya ada pasien yang harus ditangani.. Dou da ka?"
(tokorode= by the way,dou da ka/desu ka=bagaimana?)
"un...ya,namanya kim jaejoong, ini aneh sekali kou..coba kemari.."


kouyou pov

yuu memanggilku mendekat, sedikit perasaan berdebar mewarnai hatiku, aku memang menyukainya..meskipun dia tidak pernah mengetahui hal itu. Yah,ku harap perasaan terlarang ini tidak diketahui olehnya. Ini akan membuatku sangat malu dan bisa jadi persahabatan kami akan putus karena masalah ini.
Tersenyum lembut aku memperhatikan hasil ronsen dan membelalakkan mataku..
"yuu...ini parah.."
Desisku. Menatap hasil ronsen ini tak percaya.
Yuu mengangguk meyetujui pernyataanku.
"kau benar... Aku kira ini adalah efect dari kecelakaan yang dialami nya beberapa tahun lalu dan ini menyebabkan sebuah tumor bersarang di otakknya..."
"dan tidak ada yang menyadari hal itu sampai tumor ini kini berubah menjadi kanker,yuu...kanker ganas..."
Aku meraih ronsen itu tak percaya, mencoba menganalisa sekali lagi ronsen pasien yang akan ditangani yuu. Umurnya mungkin tak akan lama lagi..


End of pov

"siapa dia yuu?pasien mu.."
Tanya kouyou kepada yuu, yuu menghela napas pelan
"kare no namae wa,jaejoong.,,,kim jaejoong...dia sedang dirawat diruang 103...dia kehilangan ingatannya sejak dua tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan dan membuatnya seperti keterbelakangan mental... Dia bersikap seperti anak kecil..."
"sou da yo? Aku kira dari ronsen yang aku lihat sekarang mungkin ingatannya bisa kembali...yah...satu bulan...atau dua bulan...."
Terang kouyou. Yuu mengangguk mengerti
"kou,yang jadi masalahnya sekarang adalah,apakah dia masih bisa merasakan ingatannnya kembali dengan kondisinya yang separah ini?"
Kouyou terdiam. Dia menunduk mengerti.
"kalau begitu kita harus mengawasinya yuu... Um..ah!aku ingat...aku akan memerintahkan dokter muda yang sedang ko-as disini untuk menjaga dan melaporkan perkembangannya kepadaku..atau kepadamu,bagaimana?"
Senyum yuu merekah. Dia menepuk pelan punggung kou. Membuat jantung kou rasanya ingin keluar.
"hontou ni??arigatoo kou...siapa murid ko-as mu?"
"namanya jung yunho...dia murid semester enam di kampus tempatku mengajar.."



Yuu pov


"jung yunho?"ulangku lagi. Kou mengangguk mantap. Tapi ada pertanyaan tersirat dimatanya
"iya,namanya yunho.. Kenapa yuu?"tanya kou kepadaku. Aku menggelengkan kepalaku. Aku rasa mungkin bukang orang itu!
Jung yunho ada banyak didunia ini bukan??
Lagi pula jika dia,mungkin bisa mengembalikan ingatan jaejoong.
Yah..
Semua ada kemungkinannya..
"baiklah kou,besok suruh muridmu bertemu denganku diruanganku ya.."
Kou mengangguk setuju. Tersenyum manis kearahku.
"sudah mau pulang?bagaimana kalau kita makan malam bersama yuu?"



Mata jaejoong menerawang menatap langit-langit kamarnya. Rasa bosan mulai menghinggapinya. Dia melihat changmin tertidur dengan pulas. Jaejoong tidak bisa bergerak karena jarum infus yang ada ditangannya. Dengan bosan ia menyenandungkan beberapa lagu.
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruangannya...
"jaejoong belum tidur?"tanya junsu. Yang datang untuk memeriksa keadaannya.
"suster junsu!!joonggie bosan~ayo kita main!"ajak jaejoong mencoba duduk tetapi junsu buru-buru mencegahnya.
"shironde!!kamu harus tidur jae-ah..ini sudah malam..besok pagi kita baru bermain sama-sama lagi ya??sekarang kau harus tidur ne?"
Bujuk junsu. Jaejoong membentuk pout bibirnya dan kembali berbaring diranjangnya.
"jeongmal??besok kita main sama-sama ya?"
Ujar jaejoong. Junsu membentuk peace dengan kedua jarinya
"janji.."
Ujarnya.
"suster...suara mu bagus..bagaimana kalau bernyanyi untuk joonggie sampai joonggie tertidur?"
"un....baiklah..."
Junsu mulai melantunkan bait-bait lagu dengan suara merdu miliknya. Perlahan mata jaejoong mulai sayu dan diapun tertidur....




At morning


Yunho pov


"moshi-moshi yunho-kun..."
Ujar seseorang ditelepon. Suara lembut itu sangat kukenal.takashima sensei menelponku.
"apakah kau sudah ingat pembicaraan kita tadi malam..."aku mulai berpikir...ah!benar!takashima sensei memberikanku tugas untuk menjaga seorang pasien kanker otak!"ah...ne!oboemasu sensei!"
"nee... Datang keruangan dokter shiroyama dirumah sakit ya,dia yang menangani pasien itu dan dia butuh asisten... Kau yang kutunjuk sebagai asistennya... Pagi ini segera temui dia ne?diruangannya..."
Perintah takashima sensei dengan lembut namun tegas. Aku sangat mengaguminya!
Aku bersumpah dia adalah orang tercantik yang pernah ku lihat setelah orang itu...
Ya,
Setelah orang yang paling ku cintai yang dengan terpaksa kutinggalkan dua tahun yang lalu karena perintah orang tuaku..
Kim jaejoong...
"wakarimasu sensei!"
"un...kamsahamnida yunho..."
Ujar takashima sensei mengakhiri pembicaraannya. Namun aku menepuk dahiku pelan..
Aku lupa menanyakan siapa nama pasiennya!!
Segera kusambar handukku dan mulai bersiap-siap kerumah sakit....





Yunho memasukki ruangan yuu dengan mengenakan baju labnya. Dia terlihat rapi pagi ini,
Mungkin karena dia merasa bersemangat akhirnya dua dokter hebat yang ia kagumi selama ini mau memberikan kepercayaan kepadanya untuk merawat seorang pasien...
Yunho mengetuk pintu ruangan yuu. Ketukan ketiga yuu mempersilahkannya masuk
"masuk..."
"anyeong hasseo dokter shirouyama...ohayo gozaimasu.."
Sapanya dengan bahasa jepang apa adanya. Yuu tersenyum
"anyeong, suwatte kudasai..."
(silahkan duduk)
"ah...ne...!"
"sudah dengar dari takashima tentang tugasmu kan?"
Tanya yuu,yunho menganggukkan kepalanya.
"nee dokter!saya sudah dengar dari takashima sensei!""un...mulai sekarang kau mengawasinya dan melaporkan perkembangannya kepada ku, dia adalah pasien kanker otak stadium 4, dia kehilangan ingatannya dua tahun yang lalu karena kecelakaan,sekarang dia bertingkah seperti anak kecil diumurnya yang sudah 24 tahun... Dan kemungkinan besar ingatannya akan kembali... Tapi tergantung jika dia berumur panjang atau tidak.... Dan tugasmu adalah menemaninya dan memberikan laporan tentang perkembangannya kepadaku..."raut wajah penasaran menggelayuti hati yunho,
Orang itu mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu... Persis dengan apa yang dialami kekasihnya. Walaupun kini dia tak mendengar kabar apapun tentang kekasihnya lagi. Bahkan usia nya pun sama..
Yunho berpikir betapa malangnya orang ini...
"kalau saya boleh tau,siapa namanya dokter?"
yuu menatapnya tajam. Kedua mata musang milik mereka kini saling bertemu. yuu tersenyum tipis, seperti menyeringai bagi yunho.
"aku tidak tau apakah kau mengenal orang ini atau tidak yunho,
Namanya...."




Yunho pov


"namanya kim jaejoong..."
Seolah petir menyambar seluruh hatiku. Rasa hancur,perih,terkejut semua telah bercampur aduk didalam hati dan pikiranku. Perkataan dokter itu seolah sebuah mantra menyakitkan yang akan membunuhku segera.
Aku menatap wajah dokter shirouyama dengan pandangan tidak percaya
"maaf dokter...tadi siapa?"
"kau mengenalnya jung yunho?namanya KIM JAEJOONG..."
Ujarnya penuh penekanan. Rasanya tubuhku tidak bisa digerakkan. Rasa kaget mendomisi kerja otakku sehingga tubuhku seolah membatu saat ini.
Kulihat dokter shirouyama membereskan file-file yang berserakkan diatas mejanya dan meletakkannya dihadapanku.
"ini adalah data tentang penyakitnya, kau bisa menuliskan laporan tentang perkembangannya hari ini kepadaku,yunho... Dan letakkan dimejaku jika malam sudah selesai menulis laporannya... Aku ada jadwal operasi bersama takashima dan park yoochun hari ini... Jadi mohon kerja samanya..."
Aku masih terdiam ditempat dudukku saat ini. Masih mencerna seluruh perkataannya ketika suara derit pintu kudengar terbuka.
"yunho...kau hanya mempunyai waktu satu bulan untuk memperbaiki masa lalumu...dua bulan... If you lucky..."
Aku menoleh kebelakang namun pintu ruangan sudah ditutup kembali oleh dokter shirouyama.
Aku berdiri mengenggam file itu, menatap sebuah foto disana.
Air mataku ketika itu mengalir...
Itu dia...
Itu memang kim jaejoong yang kucari saat ini..
File itu jatuh ditanganku,
Aku berlutut menatap file-file itu. Air mataku jatuh membasahi file itu..
Aku menangis...
Terisak-isak...
Dia menunggu ku... Jaejoong menunggu ku...


Tuhan..
Kenapa kau pertemukan lagi aku dengannya dengan cara seperti ini...
Mengapa kau hukum aku sekejam ini....?


Aku berjalan gontai menuju ruangan 103 sesuai petunjuk file dokter shiroyama. Menghela napas,aku menghapus air mataku. Aku tersenyum, mencoba bersikap seriang mungkin agar dia tidak takut menemuiku. Aku merogoh saku celanaku,
Mendapati beberapa permen ada disaku celanaku. Aku tersenyum, menghela napas panjang..
Sekarang kau pasti menyukai ini kan jae?
Ku lihat seorang pria tinggi sedang mondar-mandir didepan pintu ruangan jaejoong,
Dia changmin...
Adiknya..
Aku tersenyum dan menemuinya..
"oh...jadi benar kata dokter shiroyama..kau yang akan merawat hyung ku...?aku akan katakan padanya agar mengganti asistennya.orang brengsek sepertimu akan menambah rasa sakitnya,kau tau itu..."
"changmin-ah..mianhae...berikan aku kesempatan satu kali ini saja..."
Changmin tertawa sinis,aku bisa melihat buku-buku tangannya yang memutih dikepalkannya.
Tinju itu bisa kapan saja melayang kewajahku
"kesempatan katamu?yah,kau tau...jika dua tahun yang lalu ia tidak terburu-buru mencarimu,dia tidak akan mengalami hal ini!setelah dia mengalami semuanya,kau meninggalkannya..sekarang kau minta kesempatan??orang macam apa kau ini??"
Teriak changmin, matanya berkaca-kaca menahan tangisannya
"kau tau tidak...umur hyung ku hanya satu bulan lagi...jika dia beruntung,dua bulan....dan dalam waktu sesingkat itu,bisakah kau kembalikan dia??!kau kembalikan hyungku??!"changmin menggoncang-goncangkan tubuhku.air matanya dan air matakupun ikut mengalir.
"kembalikan hyung ku..."
Isaknya. Aku menepuk pelan bahunya.
"aku akan berusaha yang terbaik untuknya... Maukah kau memaafkanku,min?"ujarku,menghapus air mata yang mengalir dari mata bulatnya. Dia menepis tanganku.
"jika kau menghianatinya lagi jung yunho...mati kau ditanganku! Aku mau bekerja sekarang,kau jaga hyung ku!arra??"tanya nya, aku mengangguk setuju.
"siap bos!"


Aku membuka pintu ruang rawatnya ketika kudapati dia sedang bermain dengan boneka-bonekanya. Rasanya hatiku bercampur aduk..
Dia adalah pria yang selama ini mengisi hatiku,selalu ada bersama ku..
Aku merindukannya..
Aku rindu mata bulatnya,hidung mancungnya, bibir cherry nya,suaranya,seluruhnya...
Aku merindukannya..
Aku ingin merengkuhnya kedalam pelukanku. Aku berlari hendak memeluknya ketika kusadari dia berbeda...
Dia tak mengenalku... Dan keadaannya saat ini...
Wajahnya begitu pucat... Meski tak mengurangi sedikit kecantikkannya. Aku tersenyum getir menatapnya. Dia menoleh kearahku dan tersenyum
"anyeong?mau main dengan joonggie ya?"
Tanya nya, aku tersenyum,memaksakan senyumku dan berjalan mendekatinya.
"mulai hari ini kau akan bermain denganku ya?"
Ujarku mengelus rambutnya.
"jincha??akan terus main dengan joonggie?"
Aku mengangguk mengiyakan. Jaejoong bertepuk tangan senang.
Sekarang dia benar-benar terlihat berbeda...
"siapa namamu?"
Tanya nya,mengulurkan tangannya yang putih kepadaku. Aku membalas jabatan tangannya...
"jung yunho..."ujarku pelan, jaejoong tersenyum. Rasa penasaran menggelayuti pikiriannya ketika dia menatapku.
"yunnie?boleh tidak panggil yunnie saja?"
Jae, itu adalah panggilan kesayanganmu kepadaku..
Apakah kau sudah lupa?"tentu saja!!"
"yunnie......!!yunnie!!!terima kasih sudah main dengan joonggie ya??un...tapi...apakah kita pernah betemu sebelumnya?"
Ujar jaejoong,menggaruk kepalanya. Ia mulai penasaran kepadaku.
"itu hanya perasaanmu jonggie.."
Ujarku. Dia menganggukkan kepalanya mengerti.
Mataku berkaca-kaca menatapnya. Kulihat meja disebelahnya,dia belum memakan makanannya. Aku mengambil makanannya
"sekarang joonggie makan ya?"
"aniya!joonggie nggak mau makan joonggie mau main!"
Gelengnya. Aku tersenyum dan duduk didekatnya
"makan ya?nanti kalau mau makan,aku kasih permen,gimana?"tawaranku sepertinya membuahkan hasil,dia mengangguk senang dan meletakkan begitu saja kedua bonekanya
"jincha??kalau gitu suapin~~"
Aku tersenyum dan mengelus kepalanya
"pintar....ayo buka mulutnya...."

========




Jaejoong hari ini menghabiskan waktu bersama yunho, dia bercerita banyak hal kepada orang yang sebenarnya kekasihnya itu. Yunho mendengarkan dengan baik ceritanya. Yunho menemaninya, selalu. Tak melepas kesempatan ini begitu saja. Yunho sangat memperhatikannya bahkan tak sedikitpun jaejoong luput dari pandangannya.
Yunho merindukan celotehan jaejoong..
Yunho teramat sangat rindu kepadanya....
"dan akhirnya cinderella hidup bahagia bersama pangerannya..."
Yunho menutup dongengnya ketika ia lihat jaejoong sudah terlelap tidur. Yunho menatap wajah manis jaejoong yang tertidur. Dia tersenyum getir, rasa rindu menguasainya saat ini, yunho mengecup puncak kepala jaejoong dan mengelus kepalanya...
Tiba-tiba..
Sejumput rambut tebal milik jaejoong menempel ditangan yunho...
Yunho menangis..
Meratapi kekasihnya sedih..
Rambutnya yang indah sudah mulai rontok...





Yunho berjalan kearah ruangan yuu dengan membawa file laporan tentang jaejoong. Dari arah berlawanan pun yuu berjalan menuju ruangannya,
Raut wajah kelelahan tergambar diwajahnya, begitupun yunho. Dia tersenyum kecil kepada yuu sambil memberikan hormat kepadanya."letakkan laporannya disana.."
Ujar yuu, yunho meletakkan laporan itu
"dokter..."
"hmmm?"tiba-tiba yunho bertekuk lutut dihadapan yuu,
Yuu membelalakkan matanya"tolong selamatkan hidupnya..."ujarnya,air mata mengalir dari kedua matanya.
"apa yang kau lakukan yunho!berdiri!"
"aku mohon selamatkan hidupnya!"
Ujar yunho lagi, yuu berjalan mendekatinya
"apa maksudmu,jung yunho?"tanya yuu penuh penekanan. Yunho tetap tak bergeming
"selamatkan jaejoong,dokter shiroyama...aku mohon...apapun akan ku lakukan...apapun...""satu hal yang perlu kau ketahui jung yunho,aku bukan Tuhan...!aku bersumpah akan mengerahkan kemampuanku tapi aku tidak pernah berjanji agar bisa menyelamatkan nya!semua ini Tuhan yang mengaturnya,bukan aku,bukan kau,bukan takashima..bukan siapapun!kita hanya manusia,aku akan berusaha sebatas yang aku bisa,tapi jangan minta hal yang mustahil kepadaku jung yunho... Aku tidak bisa....!"
Jelas yuu,membuat air mata yunho mengalir lebih deras lagi
"rambutnya mulai rontok,dokter...."
Bisiknya lemah. Aoi menepuk bahunya
"wakatta yunho,wakarimasu..."
Ujarnya menatap wajah yunho
"istirahatlah,kau butuh wajah yang ceria untuk menemaninya besok.."



Kouyou pov

Aku mendengar semuanya.
Menempelkan tubuhku disamping pintu masuk ruangan yuu,
Mendengar semua perkataan mereka...
Aku menatap langit-langit rumah sakit. Menahan air mata yang akan mengalir dari mataku.
Ya, aku,yuu dan yunho bahkan dokter terhebat didunia ini pun tidak bisa melawan kehendakmu,Tuhan...
Dan aku merasa sangat bodoh dan gagal jika aku tak bisa membantu aoi sebatas kemampuanku...
Berikan lah kami kekuatan..




Yunho pov

Sudah dua minggu kami lewati bersama,aku selalu menemani nya kemanapun ia pergi. Aku selalu ada untuknya,seperti sore ini. Jaejoong sedang duduk diatas kursi rodanya dan aku mendorongnya dan kami menikmati udara taman rumah sakit bersama-sama.
Jaejoong sudah tidak dapat berjalan lagi, sel kanker itu sudah merenggut alat geraknya. Dia tidak dapat berjalan dan berlari seperti biasanya. Jaejoong sudah jarang tertawa,
Dia merindukan kebebasannya. Dia terlihat lebih banyak murung.
"yunnie,joonggie mau minum..."
Manjanya, aku segera mengambil botol air mineralnya
"ini joonggie..."
Dia tersenyum getir. Kemudian menunjuk tempat itu
"yunnie,joonggie ingin duduk ditempat itu..."
Ujarnya. Aku segera mendorong kursi rodanya kesebuah bangku taman,mengangkat tubuh kurusnya dan mendudukkannya di tempat duduk panjang yang biasa digunakan orang-orang untuk berkencan itu.aku memilih untuk membuka buku catatanku yang berisi sebagian catatanku tentang jaejoong. Aku merindukan dirinya yang dulu. Terdapat banyak foto disana,salah satunya foto dia yang melingkarkan tangannya di leherku dan memotret dirinya sendiri..tiba-tiba jeritannya membuyarkan kenangan itu. Buru-buru aku tutup buku ku dan meletakkannya disampingku.
"tamannya sangat indah,aku suka bear!"
Jeritnya, aku membelalakkan mataku. Sepertinya jika aku tidak salah dengar dia memanggilku dengan sebutan 'bear'! Dulu jaejoong senang memanggilku seperti itu!
"apa tadi jae??"
"hmmm?apa?"
Tanya nya lagi. Sepertinya aku hanya salah dengar. Aku memanyunkan bibirku. Dia tersenyum dan menyandarkan kepalanya kepadaku.
"yunnie kenapa sih?"
Tanya nya. Aku menggelengkan kepalaku.
"gwenchana....ah, aku mau cerita sesuatu...apakah kau mau mendengar ceritaku...?"
Tanyaku. Mungkin kisah cinta ini bisa mengingatkannya kembali!
"unn!mau...!cerita tentang apa??"tanya nya penasaran. Aku melingkarkan tanganku di bahunya dan mengambil selimutnya. Menyelimuti tubuhnya agar tetap hangat.
"sebuah kisah cinta...""kisah cinta?jonggie mau dengar!!"
Aku tersenyum dan memulai ceritaku
"baiklah... Kisah cinta ini tentang sepasang kekasih yang saling mencintai... Dan cinta mereka sama besarnya... Nama sepasang kekasih itu adalah chan rin dan geun suk...
Chan rin adalah seorang yang periang dan baik,dia sangat cantik...matanya bulat...hidungnya sangat mancung dan dia memiliki bibir cherry yang merah merekah!semua orang iri dengan kecantikkannya..."
"wah..chanrin mempunyai wajah yang mirip denganku ya?"
Deg...
Jantungku berdetak kencang,sepertinya cerita ini bereaksi
"un...!dia mirip sekali denganmu!"
"lalu?"
Aku kembali meneruskan ceritaku
"chanrin sangat suka makan makanan yang pedas,dia sangat pintar memasak dan dia adalah orang yang berpikiran dewasa, dia dan geun suk menjalin hubungan... Mereka saling mencintai... Geun suk sangat mencintainya... Chan rin adalah hidupnya yang paling berharga... Mereka selalu bersama-sama walaupun orang tua geun suk menentang semua ini...mereka menentangnya...kisah cinta ini tidak terhenti karena geun suk bersikeras untuk mempertahankan cintanya... Hingga orang tuanya mengancam akan mencelakai chan rin jika dia tidak meninggalkannya saat itu juga... Kemudian demi chan rin,geun suk memutuskan untuk meninggalkannya...dan untuk terakhir kalinya geun suk menemuinya... Dan berbohong dengan mengatakan alasan untuk berkencan dengan chanrin..."
Jaejoong menatapku dengan mata bulat besarnya yang mulai berair..
"kasian ya chan rin...lalu?apa yang terjadi....?"
Aku menghela napas pelan,mataku pun mulai berkaca-kaca
"yang terjadi....karena terlalu senang akan berkencan dengan geun suk. Chan rin melompat kegirangan dan terjatuh dari lantai dua...dia mengalami pendarahan otak... Dia tidak datang memenuhi janjinya dengan geun suk...geun suk yang kecewa pun segera meninggalkannya tanpa tau... Chan rin yang sedang shock dan kehilangan ingatannya dua tahun yang lalu...dan sekarang....dia..."
"yunho!!!"
Panggil seseorang yang memutus cerita ku barusan. Dengan cekatan kami berdua menghapus air mata kami. Takashima sensei datang menghampiri ku dengan beberapa helai selimut ditanganya.
"ini mendung,kenapa kau membiarkanya diluar,kau mau membunuhnya??"
Bentak takashima sensei menyelimuti jaejoong,aku berulang kali menundukkan kepalaku meminta maaf kepadanya
"mianhae sensei!jeongmal mianhae....!"
"lain kali jangan seperti itu yunho,tidak apa...kau dipanggil oleh dokter shiroyama...biar aku yang membawa jaejoong ke kamarnya...ayo jaejoong..."


Kouyou pov

Yunho segera berlari meninggalkan kami,aku segera memapah jaejoong untuk duduk dikursi rodanya dan mendudukkannya di kursi roda. Aku berjongkok dan membenarkan letak selimutnya. Dia menatap wajahku dan tersenyum
"dokter takashima sangat cantik ya?"
"ee...arigatoo ne..."
Ujarku tersenyum
"aku rasa dokter sangat cocok dengan dokter tampan...dokter shiroyama!"
Wajahku menimbulkan semburat merah, aku terseyum lagi kepada jaejoong. Sayangnya dia menyukaimu,jae...bukan aku...
Ujarku dalam hati.
"jaa...kita harus kedalam,ini sudah mendung....kajja!"
Aku hendak masuk kedalam ketika kulihat sebuah buku catatan tergeletak manis diatas bangku taman..

End of pov


"waktu kita sudah tidak banyak yunho...keadaanya memburuk..."
Yunho menggelengkan kepalanya frustasi. Dia hanya diam tak bergerak dari kursinya.yuu memperlihatkan hasil ronsen milik jaejoong dan terlihat bahwa kankernya sudah menyebar...
Kali ini mungkin menyerang hatinya dan tidak bisa lagi menetralkan racun didalam tubuhnya...
Yun...aku..."
Suara dokter shiroyama bergetar...
Orang yang merasa kuat inipun bisa menangis karena jaejoong..
"arraseo dokter...aku tau kau pun tak bisa menolak pesonanya.."
Ujarku berdiri dari tempatku semula..."tapi dokter...ada seseorang yang lebih membutuhkanmu dibandingkan dia..."
Ujarku tersenyum getir dan keluar dari ruangan dokter shiroyama.




Yuu pov

Tok..tok..tok...

"masuk..."
Ujarku tidak bersemangat,kouyou masuk dengan menggenggam buku harian ditangannya. Matanya terlihat membengkak, seperti habis menangis. Kemudian dia duduk dihadapan ku.
"diary?"
Tanyaku,dia mengangguk lemah
"dare no?"
"yunho no..."
(milik siapa)
(milik aoi)
Kami terdiam sesaat,dan kouyou membuka suaranya lagi.
"dia...adalah kekasih jajeoong yang meninggalkannya itu kan yuu?dia sangat mencintai jaejoong, aku mengetahuinya dari buku ini..."
"cih...persetan dengan kisah cinta itu kou!"
Rasa kalut dan cemburu merubahku. Aku bahkan tak kenal diriku saat ini
"buang buku itu kou!aku tak ingin jaejoong mengingat tentang dirinya!aku tidak ingin...!"
Marahku hendak merebut buku itu dari tangan kouyou. Tapi tinju pria cantik dan lembut itu menahanku. Aku terhempas kelantai dan dari sudut bibirku mengeluarkan darah. Aku melihat air matanya yang mengalir deras.
"tidak akan kuberikan!yuu!sadarkah kau ini bukan dirimu?!"
"ya!ini bukan aku!kau puas??aku sudah dibutakan oleh cinta!"
Kou menarik kerah bajuku
"buta!ya!dan kau telah merusak kisah cinta orang lain dengan bersikap seperti itu!kau tidak ingat misi untuk mengembalikan ingatannya??jika kau mencintainya harusnya kau membantu mengembalikan ingatannya!kau..."
Cengkraman tangan kouyou melemah,digantikan dengan isak tangisnya..
"kau hanya melihatnya yuu...kau...hanya melihat orang yang tidak terjangkau...kau...kau tidak pernah melihatku!lihat aku yuu!lihat!aku juga mencintaimu!aku juga sangat mencintaimu,kau tau itu!"
Mataku terbelalak. Menyaksikan kou yang tengah menangis terisak di hadapanku.
"kou...aku..."
Aku menyentuh pundak nya, dia benar-benar terlihat berantakkan saat ini
"apa?kau ingin mengasihani ku??"
Kutarik tangannya mendekatiku dan ku kecup lembut bibir nya.
"gomen kou...aku minta maaf sudah menyakitimu...aku... Minta maaf..."
Uruha terdiam,dia masih diam termangu. Aku tersenyum
"kita mulai dari awal ne? Buatlah aku mencintaimu,kou..."



End of pov



Kou tersenyum kecil mengingat kejadian yang barusan ia alami, mengenggam note milik yunho,dia berjalan menuju ruang perawatan jaejoong, kouyou memutuskan untuk memberikan note itu kepada jaejoong...
Mencoba membantu jaejoong mengingat yunho...
"jaejoong..."
"dokter takashima!"
Panggilnya senang,aku menutup pintunya pelan dan berjalan kearahnya..
"sedang apa?"
Tanya ku berbasa-basi
"sedang memikirkan kisah cinta yang diceritakan yunho kepadaku tadi sore..."
Aku tersenyum mengerti,dia pasti mencoba menyampaikan perasaannya melalui sebuah kisah cinta
"dimana yunho?"
"katanya pergi ke mini market membeli permen coklat...."aku tersenyum dan duduk dipinggiran ranjang
"kalau begitu mau membaca kisah cinta yang kuberikan tidak?ini lebih seru loh.."
Bisikku... Wajahnya berseri-seri
"mau!mau!"
"baiklah...ini bukunya...selamat membaca jaejoong..."
Ujarku sebelum beranjak pergi keluar kamar rawat jaejoong...
Aku tersenyum dan memperhatikannya dari luar..




Jaejoong pov


Dokter takashima keluar dari kamar rawat ku dan aku segera membuka halaman pertama buku ini....


Dan sebuah potret seseorang yang sepertinya diriku menghiasi halaman pertama buku itu..
Diriku yang sedang tersenyum menatap kamera...


"uri jonggie...neomu yeppo!"


Deg...
Jantungku berdetak kencang...mencoba mengingat memory itu..
Sekelebat bayangan seseorang muncul di memory otakku...

Aku membalikkan halaman kedua..


"today was a great day!
Hari ini jaejoong dan aku kencan di sungai han,dia membuatkan ku banyak bekal dan kami makan bersama!
Hari ini sangat dingin...!
Tapi jadi hangat karena pelukan jaejoong ku! =)
P.s : changmin mengganggu kemesraan kami!


Aku juga menemukan sebuah potret diriku dan yunho. Aku sedang menyuapinya sandwich...
Dan ada changmin ditengah kami..


Satu persatu memory diotakku mulai kembali...

Semakin aku membaca halaman demi halaman buku ini,
Semakin jelas tergambar wajah orang yang setiap hari menemaniku saat ini...
Jung yunho...


wajah jaejoong sedang tidur...lihat jaejoong ku yang nakal! >.< Aku akan mencuri ciumanmu saat kau tidur!rasakan! Kudapati lagi sebuah foto polarid,diriku yang tertidur diranjang dan yunho yang sedang menciumku.. Tanpa kusadari bibirku membentuk senyuman dan air mataku menetes haru.. "lihat!!!gantian sekarang dia yang menjahiliku saat aku sedang tertidur! Ha...kenapa kau berpose seperti itu di sampingku yang sedang tertidur??kau memang tidak pernah puas jonggie! *pervert! >.<

Air mataku mengalir dan menjatuhi catatan yunho disana... Entah kenapa bayangan-bayangan masa laluku seolah proyektor yang terekam di otakku saat ini berputar..
Membentuk sebuah dokumentasi penting tentang apa yang telah kulupakan saat ini...
Ingatan tentang dia..
Tentang orang yang kucintai..
Tentang kekasih hatiku...
Tentang separuh dari hidupku...
Tentang jung yunho...


"apapun yang terjadi..aku akan selalu mencintaimu jaejoong..."


Aku menutup note terakhir dengan menatap sebuah foto kami berdua. Aku yang mengecup pipinya diatas ranjang king size dengan dua piyama berwarna pink dan biru. Aku menangis,
Tangisan ku pecah saat ini...
Aku mencoba turun dari tempat tidur namun aku tidak bisa melakukannya...
Aku merasakan kepalaku mulai berdenyut, aku ingat aku tak boleh memaksakan pikiranku...
Kepalaku terasa sakit,seolah sesuatu meletus dikepalaku. Aku tak menghiraukannya, kurasakan sesuatu mengalir dari hidungku. Aku menyentuhnya, darah segar mengalir dari hidungku. Aku menggeser tubuhku, keseimbanganku goyah dan aku melayang jatuh dari tempat tidur ku....


Dan hal terakhir yang ku ingat adalah wajah paniknya yang berlari kearahku!



End off jaejoong pov


Aku dan dokter yoochun berjalan bersama dikoridor rumah sakit. Kebetulan pasiennya berada di ruangan sebelah kamar rawat jaejoong,dia mengeluarkan lelucon khas nya dan ku akui dokter satu ini memang dokter yang ceria.
Kemudian ku dengar sesuatu yang jatuh, aku segera berlari menuju ruangan jaejoong begitupun yoochun. Dan kudapati jaejoong sudah terjatuh dan berlumuran darah...
Disampingnya tergeletak buku harianku.
Kuhiraukan buku itu dan segera kuangkat ia naik keatas tempat tidur.
Yoochun menekan tmbol untuk memanggil perawat, dan meraih ponselnya
"moshi-moshi!ee...shiroyama!!! Ruangan 103, kim jaejoong kritis!hayaku!!"
Teriaknya. Tak lama berselang derap kaki para suster,dokter shiroyama dan takashima memasukki ruangan
"cepat bawa keruangan i.c.u!"
Teriak yoochun,
Aku ikut berlari bersama mereka,membawa jaejoong keruangan i.c.u,aku menggenggam tangannya, air mataku mengalir dengan deras.
"jaejoong!ireona!!palli!"(bangun!cepat)
Isakku, akhirnya kami sampai diruangan i.c.u
"aku ingin masuk dan ikut ambil bagian dokter!"
"tunggu diluar yunho!ini masalah serius dan kami harus bertindak profesional dengan tidak mengizinkan dokter ko-as yang menangani pasien dalam keadaan gawat!"teriak takashima sensei. Aku masih mencoba menerobos masuk
"please!jebal!!ku mohon jika kau mencintainya,jangan memperlambat proses operasinya!tunggu saja disini!"serbu dokter shiroyama,aku terdiam. Menatapnya dengan pandangan memohon
"dia mencintaimu yunho..."
Ujarnya sebelum ia menutup pintu ruang i.c.u



Changmin tiba dengan tergesa-gesa saat itu,melihatku yang duduk di kursi ruang tunggu sambil mengucapkan doa-doa untuk jaejoong. Changmin menatapku sambil menangis
"bagaimana?"
Aku mengangguk lemah,
Dia terisak-isak dihadapanku. Aku memilih untuk memelukknya dan menenangkannya.
"kita harus berdoa bersama min..kita berdoa agar jaejoong baik-baik saja..."

Operasi masih berlangsung,entah karena lelah menangis...
Atau aku memang kecapean,aku terserang ngantuk luar biasa....
Dan aku tertidur....



"bear!"
Panggil jaejoong,aku tersenyum dan melihatnya berjalan kearahku mengenakan baju serba putih, dia terlihat sangat sehat dan cantik.
"jae!kau mau kemana??"
Tanyaku dan merengkuh dirinya kedalam pelukanku. Jaejoong membalas pelukannya.
"yun,jeongmal saranghae!saranghae!"
Bisiknya mengecup bibirku sekilas. Aku tersenyum dan hendak membalas ciumannya ketika dirinya mundur menjauh dariku.
"yunho...aku harus pergi,bisakah menjaga changmin untukku?""tapi jae...kau mau kemana??"
"kesana..."
Ia menunjuk kearah langit
"ketempat umma dan appa..."
Tambahnya semakin mundur menjauh.. Aku mencoba mengejarnya tetapi aku tak bisa menggapai dirinya...
Dan....
"hyung!"
Aku tersentak, mendapati wajah changmin tepat didepanku. Aku terbangun dan melihat sekelilingku. Ini masih dirumah sakit..
"wae??""jaejoong hyung ingin bicara denganmu... Dia memanggilmu dari tadi kata dokter shiroyama..."



Berjalan menuju ruangan rawat jaejoong, aku bisa mencium bau obat-obatan dan suara alat detak jantung. Kudapati jaejoong terbaring diatas tempat tidur, dengan berbagai macam alat bantu ditubuhnya.
Sakit...rasanya pasti begitu...
"jaejoong..."
Panggilku, dia tersenyum
"bear..."
Panggilnya lemah, aku menangis sambil menggenggam tangannya
"ul..ji...ma....kau...je...lek..." (uljima=jangan menangis)
Aku tertawa dalam tangisanku.
"pabo..."
Ujarku pelan. Dia tersenyum.
"yun.... Changmin....ti..tip...chang..min..."
"kau bicara apa!KAU PASTI SEMBUH!"
Teriakku,dia tersenyum lagi
"sa...rang..hae....yeong...won..hi..." (love you forever)
Aku bisa melihat garis lurus yang terpampang di monitor itu dan tangannya yang melemas..
Takashima sensei dan shiroyama sensei datang dengan kejutan listrik ditangannya.
Takashima sensei dan para perawat berdiri disekitar jaejoong
"kou,100 volt!"
Perintah dokter shiroyama dan menempelkan kejutan listrik itu kedada jaejoong. Tubuhnya terhempas kebawah
"no respond!tambah 200 volt kou!"
"Ok"
Kembali benda itu menempel ketubuh jaejoong,namun hasilnya sama
"terakhir,tingkatkan 500 volt kou!"
"ready,yuu!"
"NO...res...pond....jaejoong...sudah..."



Aku mundur kebelakang, tidak ingin melihat apapun,tidak ingin mendengar apapun...
Tidak ingin mengakui kalau ia telah pergi dari dunia ini..
Aku tidak ingin mendengarnya...
"andwae...andwae...ANDWAE!!!"
Teriakku,
Dan aku tak merasakan apapun lagi...semuanya gelap...




1 years laters..



Aku berjalan ditengah ribuan makam dengan seikat bunga lily kesukaan jaejoong. Aku mencium harum bunga itu dan tersenyum kecil. Berdiri dihadapan satu nisan yang bertuliskan nama mu..
"hai joonggie...aku datang...lihat aku bawa bunga kesukaanmu!kenapa?kau suka?ah...kau menanyakan changmin...dia sekarang sudah kuliah di univesitas seoul,jurusan seni musik!dia akan debut sebagai penyanyi tahun ini jae!kau senang kan??"
Mataku berkaca-kaca dan akhirnya air mata itu mulai jatuh lagi membasahi pipiku. Aku merindukan mu jae...
Aku sungguh merindukanmu..
Terkadang aku berpikir apakah Tuhan itu benar-benar adil?
Mungkin jawabannya ya... Mungkin ini adalah hukuman untukku yang meninggalkanmu dulu...
Sungguh jae,aku sangat mencintaimu... Kau tau, cintaku itu sangat dalam...
Aku sempat berpikir untuk menyusulmu tetapi, akal sehatku masih memikirkan jika semua itu adalah tindakan yang percuma...
Kau juga tidak akan senang jika aku menyiksa diriku sendiri kan?
Disana... Kau hiduplah dengan baik... Tersenyum lah,tertawa lah... Tidak boleh ada tangisan lagi dimata bulatmu yang indah..
Sebenarnya bukan perpisahan denganmu yang patut ku tangisi,tetapi perjumpaan kita...
Dan takdir kita...

"kau disini,yunho..."seseorang menyapaku,aku menoleh dan sedikit tersentak.
Dia adalah dokter shiroyama dan....?
Takashima sensei?
Hamil?
"apa kabarmu yun? Kami datang dari jepang untuk mengunjungi jaejoong dan kamu...changmin juga,sehat kan?"
"un...sehat...genki ne!"
Mereka tersenyum dan meletakkan seikat bunga orchid dimakam jaejoong. Setelah bedoa kami berjalan bersama meninggalkan makam.
"jadi kalian menikah?"
Tanyaku kepada kedua dokter yang telah mengajariku banyak hal sehingga aku bisa menjadi dokter sekarang ini.
"un...ternyata kou bisa hamil...hahaha...dia memiliki rahim dan itu keajaiban Tuhan...dia hamil!"aku tertawa gembira melihat kedua orang yang ku kagumi akhirnya bersama.
"un...akan kunamai anakku nanti jaejoong!"
Ujar dokter shiroyama menepuk dadanya bangga. Takashima sensei memanyunkan bibirnya kemudian tersenyum iseng
"oh...iya,soalnya dia cinta terpendam sama jaejoong..."
Ledek takashima sensei,aku tertawa geli melihat dokter shiroyama yang menjadi salah tingkah
"berisik kau kou!""kau yang berisik yuu!"kami bertiga berjalan bersama menyusuri kota seoul sambil bernostalgia tentang masa lalu...
Apa kau melihatnya jae?



End Selengkapnya...

[fanfic]the most beautiful angel i ever had chap 2

chapter 2




"aku cuma punya satu kamar...apakah aku harus berbagi kamar dengannya?"aku berujar sendiri menatap kamarku yang berantakkan luar biasa itu. hanya ada satu ranjang. ah,sebaiknya aku biarkan saja dia tidur disampingku ya?
toh dia dan aku sama-sama lelaki... tapi aku jadi nervous sendiri karena dia sangat cantik.
"joonggie..."
panggilku, mataku beredar mencari-cari keberadaannya. haaa...didapur tidak ada?
dimana dia?aku menuju ruang tamu dan melihat tv yang yang menyala,apakah dia sedang menonton tv?
kemudian mataku tertuju kepada sesosok malaikat yang sedang tertidur disofa dengan nyenyaknya. aku menatapnya yang sedang tertidur. sepertinya sangat nyenyak sekali ya?kenapa dia tidur disini sih? tubuhnya bisa pegal-pegal kan?
aku memilih mengangkat tubuhnya yang lumayan ringan kekamarku. dia tersenyum dalam tidurnya
"apakah kau sebegitu senangnya mendapat tempat tinggal joong?
ujarku meletakkannya diranjangku yang king size. mencoba berhati-hati agar tidak terbangun.
"nite joonggie..."
bisikku sebelum aku pun tertidur disampingnya...

"hentikan!!!jangan sentuh jonggie!!appa jangan!!jangan appa!!"
aku terbangun dari tidurku mendapati jaejoong menjerit sekuat tenaga dalam tidurnya. dia mengigau
"jaejoong!kim jaejoong bangun!"aku mengguncang-guncangkan tubuhnya,kemudian dia membuka matanya
"ada apa jae?kau kenapa!?"jaejoong menatapku dengan perasaan yang entahlah... sepertinya dia merasa sangat shock,sedih,tertekan..
air mata mengalir dari mata bulatnya yang indah
"hiks...hiks...yunnie....jonggie mimpi itu lagi...joonggie mimpi masa lalu joonggie lagi...joonggie mimpi mereka semua memperkosa joonggie... mereka semua... appa menjual joonggie untuk mereka semua... joonggie takut...."dia terisak-isak menahan tangisannya yang tiba-tiba pecah...
malang..
pikirku...
aku mulai melingkarkan tanganku dibahunya,kemudian aku membawa tubuhnya kedalam pelukkanku, jaejoong bersandar didada bidangku. aku mengusap-usap punggungnya pelan. membiarkannya menangis dipelukkanku
"gwenchana joonggie-ah... menangislah,lalu setelah itu,lupakan semuanya... lupakan semua yang terjadi.. sekarang kau sudah punya aku.. aku tidak akan pernah menyakitimu... aku berjanji..."jaejoong menatapku dengan matanya yang bulat, aku pun balas menatap wajahnya. kemudian wajah kami saling dekat...semakin dekat dan bibirku dan bibir cherry nya bertemu, aku melumat bibirnya lembut, diapun membalasnya. memasukkan lidahnya kedalam mulutku, dan ciuman kami menjadi begitu agresif dan... semuanya mengalir begitu saja...
aku dan dia... telah menjadi satu sekarang...



aku terbangun dari tidurku ketika kudapati jaejoong sudah tidak ada ditempat tidur. aku beranjak dari tempat tidurku, mengenakan baju handukku dan.. astaga... kamarku sudah menjadi sangat bersih.. apakah dia membereskannya semalaman?tanpa istirahat setelah 'malam' panjang yang kami alami bersama?aku segera beranjak ke luar kamarku dan mendapati ruang tamu nya sudah sangat bersih,semuanya tertata rapi. sepatuku yang berserakan juga sudah diletakkan dengan rapi ditempatnya. astaga jaejoong... dia melakukan semua ini?aku tersenyum sendiri,membayangkan dia yang seperti ini selayaknya ibu rumah tangga saja...
"yunnie...ayo sarapan...jonggie sudah masak..."
aku mendengar suaranya dari dapur,kemudian aku pergi menuju suara itu. mendapati dapur juga dalam keadaan bersih, kemudian aku melihatnya sedang memasak didapur..
Tuhan... aku jatuh cinta dengan makhluk ini...
malaikat yang kau kirimkan kepadaku dalam waktu singkat...
"selamat pagi..."aku memeluknya dari belakang, kurasakan harum tubuhnya. dia sudah mandi... tapi masih mengenakan kemeja yang kuberikan semalam
"ah...pagi yunnie..."ujarnya sambil mematikan api dikompor. dan berbalik menghadapku, kedua tangannya menangkup pipiku. matanya berkaca-kaca
"yunnie...apakah joonggie sedang bermimpi?"tanyanya kepadaku,perlahan air matanya mengalir
"anio..ini nyata sayang..."ujarku"apakah joonggie boleh mencintai yunnie?"tanyanya lagi,aku tersenyum dan mengecup kilat pipinya
"tentu saja... apakah aku boleh mencintaimu?"
jaejoong tersenyum bahagia,air matanya mengalir semakin deras,dia menganggukkan kepalanya berulang kali
"jaejoonggie mencintai yunnie...terima kasih sudah mencintai joonggie... terima kasih...terima kasih..."
dia berulang kali mengucapkan kata-kata itu, aku memeluknya bahagia. aku bahagia,menemukanmu jaejoonggie...



beberapa bulan berlalu sejak aku dan jaejoong tinggal bersama, semuanya berjalan dengan sangat indah... jaejoong sudah mulai terbiasa dengan kehidupan dirumahku, dia bahkan sudah dekat dengan yoochun,junsu dan changmin.. rekan kerjaku. hidupku sangat bahagia,seperti hari ini... rutinitas pagi yang beberapa bulan ku jalani ini sangat penuh dengan warna.. aku berharap keadaan ini akan tetap seperti ini..
"yunnie... ayo bangun.."aku mendengar suara imutnya memanggil namaku. kecupan kilatnya ia layangkan kebibirku beberapa kali sampai aku terbangun,kurengkuh tubuh mungilnya dan memeluknya,membawanya kedalam pelukanku
"yunnie...tidak pergi bekerja?jonggie sudah buatkan sarapan,ayo bangun yunnie..."ujar nya,,menggeliat-liatkan tubuhnya didalam pelukanku... aku tersenyum dan semakin mempererat pelukanku
"yunnie..."keluhnya lagi
"sebentar saja seperti ini... aku ingin memastikan kalau kau itu nyata.."
bisikku,lalu ponselku beredering, ugh.. mengganggu orang saja
"yunnie,ada telepon..."jaejoong mengambil kesempatan dan melepas pelukanku, aku dengan enggan meraih ponselku,nama yoochun tertera disana
"yobosseo?!kau mengganggu saja!"
ujarku meraih handuk yang di letakkan joonggie di samping ranjang,dan mengenakannya membalut tubuhku sambil berbicara dengan si pengganggu saat-saat romantis,park yoochun
"yunho...kau tau,gadis yang dulu mengejar-ngejarmu,si Go Ara itu kembali lagi!!dan yang lebih parahnya,ternyata dia adalah keponakan pak direktur...gackt.."aku membelalakkan mataku,sangkin kagetnya aku menghentakkan satu kakiku hingga handukku terlepas dari tubuhku
"APA KATAMU!!?"
teriakku
"yunnie,pelan-pelan bicaranya lihat handukmu itu.."
kritik jaejoong setengah tertawa
"ya...sekarang dia sudah ada dikantor...bagaimana ini?dia terus memberondongiku pertanyaan,aku sampai pusing dibuatnya...junsu sudah menatapku seperti seorang pembunuh..."
keluhnya
"aish...jika aku bertemu dengannya bagaimana ini?aku benar-benar malas bertemu dengan wanita seperti dia!"
yoochun menghela nafas panjang seperti yang kulakukan sekarang
"yasudah yun....pokoknya aku sudah menginformasikannya kepadamu ya... huft...sudah dulu ya,junsu sudah mulai ngambek..."
tuuuut..
teleponnya terputus,aku hanya diam..termangu harus bagaimana menghadapi Go Ara,wanita iblis itu mengejar-ngejarku sampai aku tidak bisa tidur..dia terlalu terobsesi padaku, dan parahnya lagi, dia anak dirut perusahaan kami?! jadi apa aku??

"sial!!"
umpatku ketika selesai mengenakan stelan kemeja biru dan celana hitam rapi untuk berangkat bekerja. aku hanya mengumpat dengan kesal mengingat sebentar lagi petaka akan menyusulku, jaejoong menatapku heran
"yunnie kenapa?"
tanya jaejoong yang memperhatikanku heran dengan mata bulatnya
"anio jae..gwenchana.."aku tak mau dia tau kalau sekarang ada masalah besar yang telah menunggu ku.. atau,aku tak mau dia mengenal wanita iblis seperti Go Ara!
“benarkah?kalau begitu ayo kita sarapan sekarang yunnie,nanti bisa terlambat kerja..ah!sebentar!”
Tiba-tiba jaejoong berlari ketoilet, dia berlari kekamar mandi terburu-buru
“hoek…hoek…”
Ku dengar suara jaejoong dari toilet,sepertinya dia memuntahkan sesuatu, aku segera menyusulnya kekamar mandi
“jonggie?gwenchanayo?”tanyaku khawatir sambil mengelus-elus punggungnya, dia masih memuntahkan sesuatu dari mulutnya
Padahal dia belum ada makan apapun kan?dia selalu menungguku jika akan sarapan pagi
“kau masuk angin jonggie?wajahmu pucat…”ujarku menangkupkan kedua tanganku kewajahnya yang pucat, jaejoong tersenyum
“tidak tau…akhir-akhir ini jonggie sering seperti ini…tapi tidak apa,sebentar lagi akan sembuh..”
Ujarnya memelukku,aku melepaskan pelukannya
“bicara apa kau?sudah sering seperti ini?kenapa tidak mengatakannya kepadaku??bagaimana kalau terjadi sesuatu?pokoknya kau harus ke rumah sakit bersamaku sekarang!”teriakku, jaejoong menatapku dengan pandangan sayu
“jonggie tidak apa..benar…sekarang yunnie sarapan ya?nanti terlambat pergi kekantor..”dia masih keras kepala
“aish..jangan membuatku khawatir jonggie… bagaimana kalau sesuatu terjadi..aku takut..”khawatirku, dia tersenyum dengan manisnya
“jonggie tidak apa-apa…percayalah!”dia mencoba bersikap ceria,, mau tak mau aku harus mengikuti kehendaknya. Mungkin nanti aku akan menyuruh hyungku, heechul untuk melihat keadaannya. Ah, aku lupa cerita soal hyungku. Dia adalah kakak laki-lakiiku yang tinggal di china karena ikut suaminya,hangeng. Kebetulan dia sedang ada dikorea. Mungkin aku bisa memintanya untuk melihat keadaan jonggie. Dia sangat suka bermain dengan jonggie.
“benar tidak apa aku meninggalkanmu kekantor?”tanyaku sekali lagi.
“iya..benar…”dia mengangguk yakin
“umm..kalau begitu aku pergi bekerja dulu. Jaga rumah dengan baik,arraso?saranghae jonggie-ah..”ujarku mengecup bibirnya kilat. Dia tersipu malu meskipun hal itu sudah menjadi rutinitas pagiku sejak beberapa bulan yang lalu. Dia belum terbiasa.
“nee..nado saranghae yunnie-ah…hati-hati ya..”dia melambaikan tangannya


“yobosseo?chulie hyung?”ujarku ditelepon,saat ini aku sedang dalam perjalanan kekantor dengan mobil baruku. Aku naik jabatan satu bulan yang lalu. Sekarang aku bisa membeli mobil. Mungkin ini berkat dukungan jonggie yang memotivasiku untuk bekerja lebih giat. Aku tidak ingin melihatnya menderita.
“nee…kenapa yun?”jawabnya
“bisakah kau melihat keadaaan joonggie nanti siang?dia agak kurang sehat tadi…”pintaku sedikit memelas
“jincha?? Baiklah setelah memasak untuk my gege aku akan segera pergi kerumahmu!”
Syukurlah dia mau. Sekarang saatnya kekantor dan menghadapi si gila Go Ara!
“hyuuuung….!!!!”
Belum apa-apa aku sudah disambut dengan teriakan junsu. Pasti sudah terjadi sesuatu
“ada apa su?kau kira aku tuli apa,tidak dengar kau memanggilku dengan pelan… harus dengan teriak seperti itu?”
Ketusku kepada junsu sambil bersikap ogah-ogahan ke tempat kerja
“dengarkan aku hyung!yoja siluman itu berani menggoda chunie ku!!aku sebel!!”teriaknya dengan suara dolphinenya
“Go Ara?serius dia ada disini?”tanyaku ulang, memastikan bahwa aku tidak bermimpi.. sialnya,ini kenyataan.
Tentu saja!dia mencari-cari mu dari tadi hyung… huft… jangan tergoda rayuannya,ingat jae-hyung..”nasihat junsu membuatku terkekeh pelan
“pabo-yah!kau membandingkan joonggieku dengan si siluman itu?tentu saja masih 100.000 kali joonggieku yang lebih baik..”ujarku dengan bangga. Junsu tersenyum mendengarnya
“lebih baik siapa dengan siapa?”suara seorang wanita yang baru saja diperbincangkan terdengar memotong pembicaraan kami
“ah…anio,kami hanya sedang membicarakan seseorang..”junsu mencari alasan, jika ketahuan kami sedang membandingkan dia,bisa habis kami
“ah,hai..”sapa ku ala kadarnya
“chagya..kenapa hanya segitu sambutanmu?”ujar Ara menghentakkan kakinya
“jadi haruskah aku membentangkan karpet merah untuk menyambut kedatanganmu..”ujarku ketus dan berlalu pergi, ketika itu yoochun muncul dari pintu masuk
“hyung…dia membuatku repot hanya dalam waktu satu jam… dia seperti iblis..”yoochun menggeram tertahan, ketika ia lihat ara berjalan menuju kearah kami dia segera berlalu pergi, menatapku seolah berkata
“selamat berjuang hyung!”
Sialan!aku berujar dalam hatiku
“chagya..kau sangat jutek hari ini, kenapa?ayo cerita padaku..”ujarnya sok pengertian, membuatku muak saja
“aku tidak kenapa-kenapa,sebaiknya kau tidak usah mengikutiku sampai keruanganku..”Ara berjalan menuju ruanganku, dan mengunci pintunya
“dan tidak perlu menguncinya segala..”tambahku, rasanya darahku naik ke ubun-uun
Ya Tuhan.. seandainya saja dia bukan keponakan atasanku,aku sudah menendangnya keluar dari kehidupanku!“kau ketus sekali,aku hanya ingin melepas rindu kepadamu..”
Ara berjalan kearah kursi ku dan duduk dipangkuanku, bau parfum nya yang menyengat membuatku ingin muntah
“menyingkir Ara,aku banyak pekerjaan..”aku menyingkirkan tubuhnya dan merapatkan kursiku ke meja kerjaku,berharap dia menyerah, tapi ara menarik tanganku dan menempelkan bibirnya di bibirku, secara tiba-tiba, dia memainkan bibirnya ke bibirku,reflex aku menolak tubuhnya
“apa-apaan kau ini?!apa yang kau lakukan??”teriakku,Ara tersenyum
“chagya..kenapa kau tidak tertarik?aku bisa memberikanmu lebih dari sekedar ciuman tadi..ayolah..”Ara membuka kedua kancing kemejanya, dan ini semakin membuatku muak. Rasanya darahku akan segera mendidih
“berhenti menggodaku.. kau…”baru saja aku ingin mengucapkan makianku,tapi bibirku terhenti. Aku teringat akan joonggie, bagaimana kalau aku berkata kasar pada sibrengsek ini dan dia mengadu kepada atasanku?lalu aku dipecat,dan joonggie kelaparan?“aku kenapa yunho?”ujarnya mendekatiku, mencoba membuka kancing kemejaku
“hentikan Ara,jangan seperti ini..please,ku mohon padamu..”aku berusaha menghindari bibirnya yang mencoba menggapai leherku
Whenever you look in my eyes..there are so many smile and tears..(*ring tone hp yunho,HUG)
Ponselku berbunyi! Yatta!bagus sekali!
Kulihat nama chulie hyung muncul dilayar ponselku,segera kuangkat ponsel itu, ara bersungut kesal mengancing lagi kancing bajunya yang terlepas
“yoboseo hyung?wheo?”
Tanyaku
“yunho!cepat ke r.s rising sun!joonggie pingsan tadi saat aku kerumah mu,dan sekarang aku membawanya ke rumah sakit!” Selengkapnya...

Senin, 25 April 2011

[fanfic,advanture]1 day for FOREVER( part 2)

Tittle : 1 day for FOREVER(munade version)
Cast : Yuu,munade chocoretto guest star :jang geun suk
Author : Kim Yuuga
Rat : PG 13/2shoot/adventure fanfic
Note : Just a little bite special ff from me to you... A GIFT (park hyo shin mode on)
Selengkapnya...

Sabtu, 23 April 2011

[news]Lagu Baru JYJ ‘In Heaven’ Didedikasikan untuk Park Yongha yang sudah meninggal?!

Lagu Baru JYJ ‘In Heaven’ Didedikasikan untuk Park Yongha yang sudah meninggal?!


Buat kalian yang ga tau siapa Park Yongha, dia adalah seorang aktor yang pernah membintangi drama “Winter Sonata” dan “On Air” yang tahun kemarin ditemukan meninggal (Rumornya Bunuh Diri) di kamarnya. Park Yongha dikenal dekat dengan beberapa selebritis, salah satunya adalah Jaejoong.Tapi sayangnya saat ia meninggal Jaejoong tidak bisa datang karena sedang berada di Amerika bersama member2 JYJ lainnya.
Baru2 ini salah satu staff JYJ menulis di blognya, yang mengatakan kalau Jaejoong menulis “In Heaven” untuk ditujukan pada temannya yang sudah meninggal. Apakah ini untuk Park Yongha?!
Berikut kutipan yang diambil dari blog salah satu staf JYJ tersebut:

Selengkapnya...

Jumat, 22 April 2011

[fanfic,straight] TVXQu-know yunho/straight/2shoot


Tittle : 1 day for FOREVER(yuu version)
Cast : TVXQ yunho,yuu guest star : Munade chocoretto(dengan persetujuan mun oppa-oppa!gomawoooo-)
Author : Kim Yuuga
Rat : PG 13/2shoot/straight ff
Note : Just a little bite special ff from me to you... A GIFT (park hyo shin mode on)

Selengkapnya...

Selasa, 19 April 2011

cuap-cuap admin

<blink> My U-know,My Jaejoong, My xiah, My Yoochun, My changmin, My TVXQ </blink> Selengkapnya...

[fanfic,yaoi]Forgiveness and Lies/yunjae/1shoot/pg13

tittle        : forgiveness and Lies
rat        : PG 13/yaoi/1shoot
cast        : YunJae and TVXQ
author    : Kim Yuuga





Yunho Pov


aku ini apa?
apakah aku hanyalah alat pemuas terbaik di matamu?
apakah aku ini hanyalah sekedar bahan pameranmu kepada teman-temanmu?
'lihat!leader tvxq ini adalah kekasihku!' apakah hanya seperti ini aku dimatamu?
aku hanyalah tempatmu pulang ketika kau tidak menemukan lagi kepuasan diluar sana..
aku hanyalah tempat kau pulang ketika rasa penatmu sudah menyelimuti dan membuatmu merasa sesak...
lalu kau akan berlari ketempatku?
meminta perlindunganku..
dan aku dengan bodohnya selalu menanti kepulanganmu...
selalu menanti teriakan manjamu..
desahanmu..
semuanya...
aku bodoh kim jaejoong...
iya,aku memang bodoh namun aku tidak mengerti diriku sendiri...
aku membiarkan diriku terbodoh sendiri disini,membiarkan diriku tersakiti dan tersakiti lagi..
karena aku terlalu mencintaimu jaejoong...aku terlalu mencintai dirimu...


aku masih bertahan jae, bahkan ketika kita mendapatkan kemenangan di sidang itu dan tvxq kembali..
dan kita semua telah berkumpul lagi,
aku bertahan demi 'anak-anak'...
demi changmin.. demi yoochun...demi junsu...demi keutuhan tvxq...
tetapi rasa sakit ini terlalu menusukku... saat ini...
NO POV


jaejoong sedang keluar ketika keempat tvxq sedang berkumpul diruang tamu. junsu dan changmin sedang duduk sambil menendang-nendang kaki satu sama lain. sedangkan yoochun sibuk dengan remote televisinya. yunho hanya duduk bengong ketika changmin dan junsu mulai berteriak kelaparan.
"appa!!!lapaaaar!"
teriak mereka bersamaan, yunho tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"tapi appa cuma bisa buat mie instan... kalian mau makan mie instan buatan appa..?"
"ANDWE!!"
teriak mereka yang tau seperti apa masakan seorang jung yunho. terutama changmin. selama satu setengah tahun berpisah dengan tvxq, sering sekali dia terpaksa memakan makanan buatan yunho yang terkadang tidak ada rasanya,atau rasanya asin,atau asem,atau pedas sekali itu.
junsu mengambil ponselnya dan mulai sibuk menghubungi jaejoong,sang eomma..
"yeobosseyo?eomma eodiseo??"
tanya nya, raut wajah kekecewaan segera tergambar di wajahnya yang mengartikan kalau jaejoong masih lama lagi pulang ke dorm.
"huhu...chunnie-ah...masakan sesuatu..."
rengek junsu, beruntunglah mereka karena yoochun lumayan bisa memasak. dengan malas dia pergi kedapur dan memasakkan sesuatu untuk mereka.
selagi yoochun memasak, ternyata ada realityshow yang menayangkan JYJ sewaktu reality show terakhir mereka sebelum bergabung dengan tvxq sekarang. tepatnya itu beberapa hari yang lalu.


"aku pernah berpacaran dengan 4 wanita dan semuanya enterteint..."
seperti petir menyambar ditelinga yunho, junsu dan changmin. junsu baru ingat tentang hal itu dan dia lupa memberitahukan sang appa agar jangan menonton reality show itu. semua telah terjadi, yunho menatap televisi dengan tatapan miris.
"appa...mian..aku harusnya mencegahmu menontonnya.."
junsu mulai terisak. changmin si magnae hanya diam tertunduk
"appa...hiks...hiks..."
junsu mulai takut dengan tatapan yunho kearah televisi. marah,sedih,kaget merubah wajah ramah yunho seketika. yunho menoleh kearah mereka. berdiri dan mengelus kepala mereka satu persatu.
"gwenchana junsu-ah... changmin-ah... appa baik-baik saja..."
ujarnya,
namun junsu dan changmin merasa ini tidak baik-baik saja.
yoochun datang dengan membawa masakannya keatas meja dan merasakan aura dingin itu. ia memandang junsu dengan tatapan heran, junsu dengan pelan menunjuk televisi dan yoochun merasa terkejut dengan acara yang ditayangkan itu.
"shit! kenapa..... ah,hyung... itu... maksud jae hyung adalah sebelum kami membentuk jyj..."
"jadi maksudmu ketika dia di tvxq,ketika aku ada didekatnya dan dia berpacaran dengan orang lain ketika menjadi kekasihku...begitu kan.."
ujar yunho penuh penekanan... yoochun terdiam.
yunho kembali duduk di sofanya. dia hanya duduk diam.
ketiga magnae nya tidak menyentuh makanannya sama sekali. rasa lapar mereka hilang seketika. mereka sangat mengkhawatirkan perasaan yunho sekarang..

"suiie-ah...itu pasti rasanya sakit sekali..."

bisik yoochun, junsu mengangguk sedih. sementara changmin hanya terdiam saja.
"lebih baik kita tinggalkan appa sendiri dulu..."
ujar changmin mengajak kedua hyungnya untuk masuk kekamarnya.
meninggalkan yunho dengan mie yang mulai mengembang dan dingin...



yunho pov
`;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

ketiga magnae kami masuk kedalam kamar mereka. aku tidak memperdulikan mie yang sudahmengembang itu dan hanya menatap layar televisi.
aku tidak merasakan air mataku akan tumpah..
aku ingin menangis, ingin sekali menangis..
rasanya sakit sekali... aku sangat mencintainya, bahkan sedikitpun aku tak pernah berpaling darinya..


flash back


yunho berjalan kearah bar dimana jaejoong sudah hampir tertidur karena mabuk. dia membangunkan jaejoong dan memapahnya. hingga ketempat parkir. tiba-tiba jaejoong menepis tangan yunho.
"lepaskan aku!!"

teriaknya
"jae....kenapa kau seperti ini,hmm?ku mohon jangan mabuk lagi..."
"aku mabuk karena siapa!!?!yah..jung yunho! kau tidak perhatian kepadaku, kau sibuk dengan teman-temanmu!dengan sembilan paha itu!!dengan GO ARA!!bahkan kau tidak pernah menciumku satu minggu ini, kau anggap apa aku???"
teriak jaejoong,yunho tiba-tiba merengkuhnya erat kedalam pelukannya. kemudian mencium lembut bibir cherry milik kekasihnya itu.
"aku mencintaimu jaejoong...sangat mencintaimu..."


end of flash back


aku selalu mencintainya,
aku tidak pernah ingin setitik air matanya mengalir karena aku..
karena aku terlalu mencintainya..
tetapi...
kenapa... kenapa dia bersikap seperti ini kepadaku...
kenapa...
dan kenapa aku tidak membencinya...


bunyi pintu terbuka dan jaejoong masuk ketika waktu menunjukkan jam satu malam. aku tersenyum sinis menyambutnya. jaejoong yang tadinya tersenyum riang menatapku aneh.
"yun..."
panggilnya, aku hanya diam dan mengambil kantong belanjaannya dan membawanya kekamar kami-itu adalah rutinitas sehari-hariku sejak tvxq dulu  hingga berkumpul lagi seperti sekarang- jaejoong mengikutiku dari belakang. dia menatap aneh diriku. kemudian aku meletakkan belanjaannya di lantai kamar kami. aku berjalan menuju dirinya dan membuka jaketnya, semuanya.. itu juga rutinitas yang kukerjakan sehari-hari. karena dia sudah mengurus rumah dan ke tiga magnae dengan baik,aku harus mengurusnya dengan baik juga. aku mengambil piyama hamtaro nya dan memakaikannya. aku hanya diam, aku tidak mengucapkan sepatah katapun.
"yun...waeguraeyo?"
tanya jaejoong, aku tetap diam. jaejoong berjalan menuju kamar mandi dan merapikan dirinya. sekarang aku sedang duduk diatas tempat tidur. sedang berpikir keras apa yang harus kukatakan kepadanya..
"yunnie bear!lihat! tadi aku membelikanmu kemeja,lucu deh...!"
ujarnya membongkar barang belanjaannya. dan memperlihatkan kemeja biru kepadaku. aku tidak merubah ekspresi ku sebelumnya.
"gomapta"
ujarku dingin dan meletakkan kemeja itu disampingku. kemudian dia duduk disampingku. aku beranjak berdiri dan berjongkok dihadapannya. menggenggam tangannya. aku harus mengatakannya.
"jae-ah...apakah jika aku mati akan membuatmu senang?"
tanyaku. jaejoong membulatkan matanya
"jika itu benar,aku bisa melakukannya untukmu sekarang..."
tambahku lagi
"ada apa denganmu yun!! kenapa bicara seperti itu!!kau membuatku takut...membuatku sedih!"
teriak jaejoong menepis tanganku, aku kembali menggenggam tangannya dengan erat.
"setidaknya lebih baik aku mati daripada melihat kekasihku berselingkuh dibelakangku empat kali..."

ujarku pelan, air mata jaejoong mulai mengalir,dia menatapku sedih
"da..darimana kau..."
"jung jaejoong sayang... aku sangat mencintaimu,kau tau... aku sangat mencintaimu hingga aku rela menjadi seperti ini... selama kita berpisah satu setengah tahun aku berusaha memutar otakku demi membahagiakanmu walaupun kita berjauhan... aku juga sudah menjaga changmin mu dengan baik... aku rela mendapatkan tiga atau empat pukulan dari sm demi menemuimu....aku juga mendapat kecaman dari appaku karena aku tetap bersikukuh bersama mu...aku selalu mengingatmu setidaknya disaat aku tersadar satu hari didalam hidupku... aku selalu bertanya-tanya apa yang kau lakukan,sedang bersama siapa,apa kau merindukanku, apa kau tidak merasa sedih,semuanya... dan kau..."

kata-kataku terputus, karena tenggorokkanku rasanya tersendat, aku menangis. air mataku jatuh. dan jaejoong dengan matanya yang basah menangis melihat wajahku yang sangat menderita menatapnya.
"dan kau melakukan itu disaat kita masih bersama.... rasanya sangat sakit jae...disini...."
ujarku menunjuk tepat diarah dadaku. aku menepuk-nepuknya pelan. sekarang jaejoong jatuh merosot tepat dihadapanku. dia memelukku. dia menangis terisak-isak.
"mianhae...hiks...mianhae...mianhae..."
ujarnya., aku hanya diam,tidak membalas pelukannya.
"aku mengantuk jae...mau tidur..."
ujarku beranjak naik keatas ranjang dan tidur membelakanginya.


jaejoong pov


aku tetap berlutut seperti ini. menggigit bibirku hingga kurasakan rasa asin merajai lidahku. bibirku berdarah... rasa perih kurasakan.. tapi aku yakin tidak sebanding dengan rasa sakit yang ada dihati yunho saat ini.
"yun.... aku tetap seperti ini sampai kau memaafkanku..aku mencintaimu yunho..."
ujarku pelan. yunho tidak merespon apapun, aku hanya mendengar suara isak tangisnya.
air mataku terus mengalir...
satu jam...
dua jam...
tiga jam...
waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. aku rasakan keram pada kakiku.
rasanya sakit... tapi aku tetap tidak beranjak dari tempatku.  yang kulakukan hanya melantunkan bait doa dan menangis. berharap dia memaafkanku yang hina ini..
aku tidak bisa hidup tanpanya..
Tuhan...
aku mengakui ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku... tapi biarkanlah aku memperbaikinya lagi.. biarkan aku menjadi orang yang dicintainya sekali lagi...
aku berjanji akan berubah...
aku tidak akan pernah membuatnya mersa sakit sekali lagi...
tidak akan...


rasa kantuk dan pusing mulai menguasaiku. tubuhku menggigil,mungkin aku demam. dan aku mulai memejamkan mataku..
rasa melayang kurasakan, seperitnya seseorang mengangkat tubuhku. namun mataku tidak mau berkompromi untuk setidaknya membuka dan melihat siapa yang telah mengangkatku keranjang. kurasakan ranjang empuk yang nyaman memanjakan tubuhku lagi. mataku semakin tak berkompromi. rasa pusing dan meriang juga kantuk yang luar biasa membuatku enggan membuka mataku. kudengar suara gemercik air dan sebuah kompres hangat mendarat di dahiku.
"chun... ambilkan obat di kotak p3k ya.."
perintah seseorang yang suaranya sangat ku kenali.
"aku dan changmin masakan bubur untuk eomma jae ya appa.."
ujar seseorang bersuara dolphine yang kukenali pasti junsu.
kemudian semuanya hening kembali... ku rasakan seseorang memijat-mijat lenganku dan mengelusnya lembut. aku juga merasakan sebuah bibir yang mengecupi wajahku,pipiku,hidungku,bibirku...kemudian aku mencium bau antiseptik untuk mengobati luka dan rasa dingin alkohol yang menyergap bibirku. aku meringis sebentar tanpa membuka mataku.
"aw...sakit ya sayang...tahan ya...aku akan melakukannya dengan pelan... biar luka nya cepat sembuh..."
ujar suara berat itu lagi.
air mataku mengalir lagi,rasa menyesal kembali menghinggapiku. dengan rasa sabar dia membasuh air mataku yang mengalir.
"jangan menangis jae-ah.... sudahlah,aku sudah melupakannya... sekarang kau istirahat dan cepatlah sembuh...aku disini menemanimu..."
bisiknya lembut...
Tuhan,
Terima kasih telah memberikanku anugrah terindah didalam hidupku.
aku memaksakan diri membuka mataku. mendapati yunho sedang tersenyum kepadaku. aku merentangkan tanganku, yunho naik keatas tempat tidur dan memelukku. erat sekali... erat...
aku berusaha mencapai wajahnya, menempelkan kedua tanganku dipipinya,
mengecup kilat bibir tebalnya yang membuatku selalu menggila...
dia tersenyum mempererat pelukannya...
"saranghae..."
ujarku sebelum aku larut kembali dalam tidurku...


FIN Selengkapnya...

Senin, 18 April 2011

JYJ wiil Come to Micky Holiday ,Medan

Mickey Holiday in Medan, Indonesia
Voting opens for Korean Boyband to come to Micky ..
please help for for JYJ an entry in the list be a winner, to imported to Indonesia, terrain! ..
how to add FB http://www.facebook.com/mikie.holiday ..
then like status and Their wall comment about JYJ, and you cans Also send a message to bring JYJ ..
thanks,,,
Micky holiday membuat JYJ di posisi 8 List mereka utk didatangkan ke medan,,setelah u-kiss sukses di medan,,sekarang micky ingin mendatangkan lagi BBK ke medan,,banyak daftar list yg mereka masukan,,terutama JYJ,,
Para Cassiopeia harus membantu agar JYJ dpt dtg ke medan,setelah pembatalan konser mereka di sentu kemaren,,kamu dapat add friends micky dan comment kalau kamu ingin JYJ dtg,,
kalau bisa kirim pesan jika kita ingin JYJ yg dtg selanjutnya ke medan,PRayJYJtoMedan^^
Selengkapnya...

Kamis, 14 April 2011

15 maret untuk DBSK...

15 maret untuk DBSK...


dear Jaejoong...

jika perjuanganmu dan JYJ berhasil besok...
mungkin, sejenak selesai sudah segala beban pikiran mu...
segala rasa yang telah membuat hatimu sakit, berserakan, berkeping, hancur..
selesai...
jika perjuanganmu telah dinyatakan MENANG besok...
semua akan bersorak sorai gembira...
ya,
CASSIOPEIA...
bersatu dalam satu nama dan lima orang tercinta...
betapa senangnya kami jika kalian akan kembali bersatu kembali!!!
DAN KAMI PERCAYA ITU!
kim jaejoong,
tidak selamanya mendung menggelayuti harimu...


dear park yoochun


Kau akan kembali menjadi dirimu yang dulu...
si jenius yang menciptakan lagu yang mencetak hits bagi DBSK...
Bagi DBSK...untuk kalian berlima yang telah kembali jika besok perjuangan kalian dinyatakan BERHASIL..
dan aku yakin BERHASIL...HARUS YAKIN..
kau akan kembali menjadi ' Mr. romantic DBSK' seperti hari-hari biasa yang kau lalui..
bersama roomate mu, Yunho..
bersama orang yang selalu menemanimu makan malam, shim changmin...
you said,
TVXQ...
my hero..
my max...
my U-know...
my xiah....
and Micky...
''we're the one,eternaly'
dan kami PERCAYA KATA-KATAMU itu...




Dear Junsu


jika perjuangan mu besok BERHASIL
kau akan kembali tertawa, menjadi pribadimu yang lebih ceria daripada sekarang...
bersama dengan changmin- teman bertengkarmu,curhatmu,bahkan teman mu bermain game-
kau akan kembali berteriak dengan riang seperti dirimu biasanya ketika kalian berlima...
kau akan berebut makanan dengan changmin,huh?
hahahaha...
kami rindu dan masih percaya kalian akan BERSAMA lagi...



dear Changmin..


keadaan yang memaksamu untuk bersikap dewasa...
untuk tidak lagi menangis...
untuk bersikap tegar...
jika JYJ berhasil besok..
ujian kesabaranmu juga selesai, kau akan memiliki lagi tempatmu bermanja...
tempatmu meluapkan kesedihanmu...
'keluarga yang menyayangimu...'
hyung-hyung mu...
kau akan kembali berteriak kepada 'eomma' mu..
"jae hyung...lapar!!!"
atau menggoda junsu... atau menemani yoochun makan dimalam hari...
kami tau kau merindukan itu...



dear Yunho


Uri best leader...
jika JYJ berhasil besok..
kau akan kembali memimpin ke empat member dengan gaya khasmu...
tegas,sedikit galak tetapi sangat childish...
"cute appa" akan kembali lagi!!!
cute appa yang akan selalu menjaga DBSK kapanpun...
kami rindu candaan garingmu ketika sedang bersama ke empat member...
kami juga rindu tawa lepasmu ketika melihat lelucon junsu...
atau pujian-pujianmu untuk masakan jaejoong...
dan juga membiarkan yoochun menghentikan tagihan pulsa ponselmu yang membengkak karena kau membiarkan ponselmu hidup tetapi kau tertidur..
ya..
kau merindukannya bukan??




AYO DBSK...
maju... BERLIMA... kembali tundukkan dunia..
TUNJUKAN KEKUATAN DBSK di mata DUNIA....
tunjukkan kembali TARING KALIAN YANG TAK KAN PERNAH TERKALAHKAN...
kami semua selalu disini...
mendukung kalian,
CASSIOPEIA IS YOURS...
MAJU DAN 'TERJANG' SEMUANYA...
tunjukkan kalau DBSK ADALAH YANG TERBAIK...
TERBAIK...
jika berlima kami yakin,
BISA.... Selengkapnya...

Rabu, 13 April 2011

[fanfic,yaoi,NC] The most wonderfull angel i ever have/YunJae?chapter 1

tittle        :the most wonderful angel i ever have
rat        : NC17 maybe can change, chap 1/??
cast        : YunJae, other cast : Tvxq, Go Ara,The Gazette
genre        : Mpreg,angst,death character
pada akhirnya aku memang terlahir sebagai author spesialis angst... wkwkwkwk..



chapter 1


lama sudah ku sadari...
kau lah lelaki terindah yang pernah dianugerahkan Tuhan untukku...



"eh,coba lihat disana!?"
dua orang pria tampan sedang berjalan pulang dari kantor yang tak jauh dari rumah mereka masing-masing. Yunho dan Yoochun, dua pria yang bekerja dikantor dan departemen yang sama. yang sudah pasti mereka adalah sepasang sahabat dikejutkan oleh sosok pria cantik yang sedang duduk diperempatan yang tak jauh dari rumah salah satu dari mereka. pria yang kecantikannya tertutupi oleh debu dan sepasang baju usang itu terduduk lemas di trotoar tepi jalan
"ah~ kasihan sekali orang ini..."
ujar yunho menatap lelaki yang terus duduk disana sambil memanyunkan bibirnya,sesekali memegangi perutnya dan meringis kesakitan
"kau sedang apa disini?"
tanya yoochun kepada pria cantik itu. pria itu menoleh kearah mereka dan tersenyum sumringah
"jonggie tidak punya tempat tinggal... jonggie kabur dari rumah... jonggie kabur... jonggie lapar...belum makan..."
ujarnya mulai terisak, yunho dan yoochun saling bertatapan, sepertinya anak ini sedikit mengalami gangguan mental. atau merasa dirinya baru berusia 8 tahun? pikir mereka. yoochun bergidik ngeri, dia menatap yunho sambil mengangkat kedua bahunya
"apakah kau berniat merawatnya yun?aku tidak bisa... kau tau junsu~ dia mengira aku berselingkuh dengan gelandangan dan dia bakalan kabur dari rumah kan.."
ujar yoochun membayangkan amukan dari dolphine tercintanya kim junsu. kekasih yang sudah lama tinggal bersamanya.
yunho menatap pria cantik itu iba. dia terus saja menangis.. dia kelaparan...
"kau ikut denganku mau tidak?"
tanya yunho sambil menaikkan dagu pria itu. pria itu tersenyum bahagia
"benarkah!!? jonggie akan punya tempat tinggal???jonggie tidak kelaparan lagi!!?"
teriaknya kegirangan menggenggam tangan yunho. yunho tersenyum kearahnya, menganggukkan kepalanya pelan. pria yang menyebut dirinya jonggie itu melompat kegirangan.
"kau serius yun?dia baru kau kenal?? bisa saja dia menipumu dan membawa lari semua barang-barangmu kan!?ayo yunho!!kau sudah gila!"
yoochun menyeret yunho pergi, pria cantik itu mengejar mereka
"tunggu!tunggu!jangan tinggalkan jonggie sendirian...jonggie takut..tunggu!jangan tinggalkan jonggie...jonggie kelaparan..."
ujarnya dalam tangisnya. yunho sebenarnya merasa sangat iba kepadanya, tapi yoochun menariknya.yunho mulai berpikir bagaimana kalau perkataan yoochun tadi benar.. dia pun memilih untuk ikut dengan yoochun dan mengabaikan pria cantik itu



yunho pov

4 jam telah berlalu ketika aku bertemu dengan pria gelandangan yang cantik itu. malang sekali dia...
apakah dia sedang kelaparan sekarang?
diluar sedang turun salju.. pasti dingin sekali... apakah dia sedang kedinginan sekarang?
aish~ jung yunho.. berhenti... dia hanya orang asing.. yoochun benar... dia hanya orang asing!
aku menjadi pusing sendiri, aku membuka pintu lemari es, hendak mengambil soju dingin yang ada disana
"aish~ sial,habis... aku terpaksa keluar membelinya...!"
ujarku menyambar jaket hitam dan syal putih yang kuletakkan sembarangan.. aku tau rumahku sudah seperti kapal pecah
aku tak sempat untuk membereskannya karena sibuk dengan pekerjaanku
aku berjalan keluar apartemen dan berjalan ketoko 24 jam yang tidak jauh dari apartemenku. aku memperhatikan jalan dimana aku bertemu dengan pria cantik itu.. dia tidak ada disana..
apakah dia sudah pergi?
apakah dia benar-benar tidak punya tempat tinggal?
timbul lagi rasa iba dihatiku, aku menggelengkan kepalaku dan berjalan menuju toko 24 jam
aku memutuskan sekalian membeli beberapa keperluan seperti mie ramen, soju,susu dan kebutuhan ku yang lainnya. setelah kubayarkan kekasir aku segera pulang, ku eratkan jaketku.. malam ini terasa begitu dingin. aku melihat kearah jam tanganku. ah~sudah pukul 11 malam.
aku berjalan melewati jalanan ketika tadi aku menemukan pria itu, dan perlahan aku ingat lagi suaranya yang mendayu,sexy dan manja...
"jonggie lapar...."
ah...apa yang ku pikirkan sih!
"lepaskan jonggie~~jangan~~ahhh...sakit!sakit sekaliiiii...jangan....lepaskan jonggie!!!!jangan...jangan buka baju jonggie~jangan!!dingin!!"
aku mendengar lagi suara pria itu, aku menoleh kearah gang kecil dan sempit, ku lihat beberapa pria sudah berkumpul disana
"hajar~~ayo..cepat..kita nikmati saja tubuh gelandangan cantik ini!!"
ujar salah satu pria itu
"ayo cantiiiik...nikmati pemerkosaanmu malam ini..."
ujar pria lainnya
"jangan~jonggie ga mau lagi...jangan...jangan....itu sakit sekali..."
aku mendengar lagi isak tangis itu, rasanya darahku mengalir dari kepala dengan sangat deras, amarah muncul dari pikiranku, aku melemparkan belanjaanku tak jauh dari gang kecil itu dan kemudian berjalan menuju gang itu.. ketika kulihat...
pria cantik itu dipaksa untuk mengoral penis salah satu pria itu dan manhole nya yang telah membengkak...
ya Tuhan.. apa yang sudah kulakukan..
kenapa aku tidak membawanya pulang tadi..
dia tergelatak lemas disana.. masih terisak-isak tapi mereka tetap memperkosanya
"HENTIKAN!!!"
teriakku kepada beberapa pria yang ada disana,mereka semua menoleh pria cantik itu juga menoleh kepadaku... wajahnya yang penuh dengan sperm bercampur debu,air mata dan entah apa lagi yang mereka lakukan terhadap wajahnya membuatku benar-benar naik darah
"siapa kau!?menganggu saja!"
teriak mereka,salah satu pria bertubuh tegap mendatangiku
"kau mau mati ha??"
tanyanya, kukepalkan tanganku, kemudian kulayangkan tinju ku tepat kearah hidungnya..krak.. bunyi berderak yang kuyakini adalah hidungnya yang patah itu menandakan dimulainya perkelahian
"akkkh~~sialan kau!!!"
teriak pria itu melayangkan tinjunya asal-asalan kearahku, sementara teman-temannya mulai mengerubungiku seperti lalat
kemudian aku mulai mengarahkan tendanganku kearah salah seorang dari mereka. tendangan itu tepat mengenai wajah mereka. namun tidak sesuai dengan perkiraanku, seseorang memukul tengkukku,membuatku terjatuh dan kurasakan bertubi-tubi pukulan mengarah kearahku. sakit... aku meringkuk melindungi kepala dan wajahku
setelah merasakan beberapa pukulan...
"HENTIKAN!!!JANGAN PUKUL DIA!!!HENTIKAN!!"
aku merasakan pelukan hangat dari pria itu, pria cantik yang sama sekali tak menggunakan sehelai benang pun itu memelukku dan membiarkan mereka memukulinya, dengan sigap aku membalikkan tubuhnya dan membiarkan mereka memukulku.. aku tidak akan pingsan.. pikirku..
lalu aku melihat sebuah balok kayu dibelakang tubuh pria itu,segera aku meraihnya dan menghajar seseorang yang akan melayangkan tinjunya kepadaku, begitu selanjutnya hingga mereka semua lari ketakutan.
aku menatap pria itu dan berjalan kearahnya sempoyongan. dia duduk meringkuk.. dia masih menangis..
aku mengedarkan pandanganku dan mendapati potongan kain-kain yang berserakan..
ya Tuhan... mereka memang brengsek.... mereka merobek-robek baju nya..
untung aku menggunakan boxer dan celana jeans ya... aku melepaskan celana dan jaketku
"pakai ini.. rumahku tidak jauh dari sini, ayo cepat...ini dingin sekali.."
ujarku menggigil kedinginan
"kamu menolong jonggie...?kamu tidak akan melakukan hal yang sama seperti mereka kan?"
tanya nya dengan wajah yang polos, aku tersenyum
"tidak akan..sepertinya kau perlu perawatan... ayo cepat ini dingin sekali dan...ahh..lumayan sakit juga..."
dia tersenyum,cantik.. pikirku
"sebelumnya, namaku jung yunho..."
aku mengulurkan tanganku,dia menatapnya heran, namun dia tersenyum dan menggenggam tanganku.
"nama panjang jonggie itu..kim jae joong..."
aku menggandeng tangannya dan keluar dari gang itu..
ah..untung saja belanjaannya masih utuh ya..


"ini rumahku... anggap saja seperti rumahmu..."
jaejoong menatap takjub apartemen yunho,merasa beruntung ada seseorang yang mau memberikan dia tempat tinggal.
"sekarang kau mandi dulu, semua peralatan mandi ku ada dikamar mandi,aku akan siapkan bajumu... arraso??"
ujarku kepadanya,dia mengangguk-angguk senang
"jonggie mengerti..."
ujarnya kemudian aku memberikannya handuk
"selesai mandi,keringkan tubuhmu dengan ini...aku akan mengambil pakaianmu dulu..."
dia masuk kekamar mandi dan aku segera menuju kamarku,mencari cari pakaian yang kekecilan denganku. aku menemukan kemeja putih dan celana piyama lamaku untuk dipakai olehnya.
"yunnie...jonggie sudah selesai mandi..."
teriaknya manja
"ndee~ha?kapan namaku berubah jadi yunnie?terserah dia lah..."
aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal dan memberikan piyama itu kepadanya,astaga.... dalam keadaan seperti ini dia jauh lebih cantik lagi... seperti malaikat...
"yunnie..."
panggilnya ketika selesai berpakaian,aku sedikit terkekeh karena pakaianku kebesaran untuknya. ummm.. sudahlah tidak apa.. dia terlihat lebih cute dengan pakaian itu..
hey... kenapa aku mulai berpikir yang aneh-aneh??
"yunnie... jonggie lapar~"
dia memanyunkan bibirnya dan menatapku dengan pandangan puppy eyesnya,aku mengangguk-anggukkan kepalaku
"baiklah...aku hanya punya ramen?mau tidak ?"
tanyaku
"ramen??jonggie bisa memasak! biarkan jonggie yang masak ya??dimana dapurnya!?"
teriaknya begitu antusias dengan yang namanya memasak
"benarkah?ayo kutunjukkan dapurnya... ayo sini..."
ujarku,sebelumnya aku ajarkan dia menggunakan kompor gas dan memberitahukannya dimana letak piring dan peralatan lainnya..
maklum..dapurnya berantakkan...
aku duduk dimeja makan selagi dia memasak..
ya Tuhan...
makhluk ini sangat cantik...benar-benar cantik..
"makanannya sudah siaaaap..."
ujarnya menghidangkan ramen di atas meja makan, aku menatapnya senang
"gomawo..."
ujarku
"harusnya itu kata-kata jonggie kan yunnie..."
ujarnya menatapku dengan pandangan manjanya. aku gemaaaas...
kemudian jaejoong makan dengan lahapnya, mungkin kalau ada gempa dia pasti lebih dulu menghabiskan makanannya dan memilih ditimpa atap rumah
"joonggie makannya pelan-pelan dong..."
aku ternganga melihatnya makan dengan lahapnya.. sebegitu laparnya kah kau?
ujarku dalam hati. merasa tidak tega dan memberikan bagianku untuknya..
mungkin saatnya dia mulai menata hatinya dari dunia-dunia kelam yang sudah menghancurkan hidupnya... Selengkapnya...

Selasa, 12 April 2011

(Fanfic Yaoi) Yunjae /LOVE IS SIMPLE / Oneshoot

Tittle        : LOVE IS SIMPLE
Cast         : YunJae
Rat          : 17
Author     :AFTA ^^


"Datang besok, jadi kau akan tahu bagaimana pekerjaannya." namja imoet ini menatap namja yang ada di depannya, dengan handphone yang masih melekat ditelinganya.
"Ok! gomawo junsu... kau memang sepupu yang dapat diandalkan!" seru orang diseberang. "Aku menyayangimu junsu." katanya sebelum mengakhiri pembicaraan di telpon.
"Nuguya?"
"Maksudmu?"
"Yah, kim junsu masih pagi! kau sudah lemot."
"Jung yunho, apa maksudmu berbicara seperti itu? Sudahlah kau lihat saja besok. Kau akan bertemu dengannya, dia yang akan bekerja dirumah mu, tapi ku mohon jangan kau apa-apain sepupu ku itu."
"Kau kira aku namja seperti apa?" 
"hahahaha.... aku tahu kau luar dalam." junsu menatap jam tangannya. "Aku pergi dulu,ya! Aku masih ada jadwal."
Junsu sedikit perlari pelan dari restorant yunho. Hari ini jadwalnya padat tapi dia masih saja menyempatkan bertemu yunho. Sekarang junsu harus menanggung semuanya. Terlambat ke kampus adalah kesialan pertama hari ini. 
 
****

Hari ini namja imoet yang digilain hampir semua wanita dikantornya itu sedang berkacak pinggang menatap tingkah sepupunya. Padahal matahari sudah hampir setinggi kepala, namun sepupunya yang bernama Kim Jaejoong masih asik terdampar ditempat tidurnya. Dengan terpaksa Junsu menggeret Jaejoong ke kamar mandi.

"Bisakah lebih cepat?"
"Sabar, aku baru saja bangun! Seharusnya kau kan bisa memberitahuku dulu, jam berapa kau akan datang!"
"Mianhaye, aku lupa memberitahumu. Kau sudah cantik kok, jaejoong!" Goda junsu
"YAH, BISAKAH BERHENTI BERKATA CANTIK?"
"Hahaha.... aku hanya bercanda kau tak perlu semarah itu."
"Aku tidak marah hanya kesal saja!" jaejoong meraih tasnya yang berwarna hitam, dan langsung menarik junsu keluar dari rumahnya yang kecil namun nyaman itu.
"Pekerjaan seperti apa yang kau berikan padaku?" Tanya jaejoong ketika mereka telah berada didalam mobil junsu, menuju tempat jaejoong akan bekerja.
"Pekerjaannya hanya mengurus rumah, dan memasak. Hanya itu saja."
"MWO? Pekerjaan seperti itu kenapa kau berikan padaku?"
"Karena kau bilang kau mau pekerjaan seperti apapun. Lagian, teman ku ini sangat tidak bisa mengurus dirinya sendiri! Saat dia bercerita tentang kondisi rumahnya yang seperti tempat sampah. Aku langsung teringat padamu, dan dia juga tidak keberatan jika yang mengurus rumahnya adalah seorang namja." jelas junsu pada jaejoong masih tetap fokus menyetir. "Oh, namanya yunho! Lebih tepatnya jung yunho."
"Yunho, aku akan berusaha mengingat namanya.
"Aku rasa pekerjaan ini tidak terlalu berat buatmu, joongie! Aku khawatir jika melihatmu bekerja terlalu keras. Apa lagi jika pekerjaan itu membuatmu sakit, sebagai sepupumu yang hanya satu dan yang paling imoet di dunia ini. Aku ingin memberimu yang terbaik." 
"Kau seperti itu membuatku ingin muntah." seru jaejong sebelum tertawa melihat wajah junsu yang langsung layu mendengar kata-katanya.

Junsu berhenti didepan rumah yang cukup besar bergaya clasic modern dengan 2 lantai. Junsu turun dari mobilnya diikutin jaejoong. Junsu menekan bel berkali-kali sampai seorang namja keluar dengan celana pendek, baju yang super besar, dan rambut yang berantakkan. 
 
"Ayo, masuk...." kata junsu pada jaejoong. 
Jaejong masuk ke dalam rumah bersama junsu. Keadaan didalam rumah sangat tidak layak membuat rumah itu untuk ditempati. Mulai dari tebalnya debu pada benda-benda yang ada diseliling. Kaleng bir dan bungkus snack yang berserakkan dilantai, tapi anehnya sofa yang ada di depan jaejoong sangat bersih, berbeda dengan barang-barang yang lain.

"Kau yang bernama jaejoong?" tanya yunho membuat jaejoong terkejut, dan hanya mampu menganggung.
"Kenapa kalian tegang seperti itu?" tanya junsu.
Yunho tidak merespon pertanyaan junsu "Apa kau sudah tau pekerjaanmu?" Tanya yunho lagi pada jaejoong sambil menatap jaejoong dari atas ke bawah dan kembali lagi dari bawah ke atas.
"Nde, aku sudah tahu! Junsu sudah menjelaskannya padaku."
"Baguslah. Ini!" yunho menyerahkan duplikat kunci rumahnya pada jaejoong. "Yunho imnida." Yunho pun menjulurkan tangannya.
Jae menyambut uluran tangan yunho. "Jaejoong imida." katanya lalu melepaskan tangan yunho.

"YAHH,bisanya mereka meninggalkan ku dengan keadaan rumah seperti ini." jaejoong bermuram durjana pada dirinya sendiri. Tanda ada bantuan dari siapapun jaejoong mulai membersihkan bagian rumah itu satu persatu, sampai semua ruangan mengkilap, dan tak ada lagi debu sedikitptn. Maklum saja jaejoong merasa sangat tidak nyaman jika melihat tempat yang kotor serasa seluruh tangannya gatal untuk membersihkan. Setelah membersihkan semuanya, jaejoong merasa tenggorokkannya sangat kering. Dia langsung saja berjalan ke dapur,dan membuka kulkas tapi yang ditemukannya hanya beberapa botol air mineral yang setengah berisi. "Ehm, jika seperti ini aku harus berbelana dan memasak."
Jaejoong sangat mandiri, dia juga pintar memasak itu semua karena kedua orangtuanya yang tinggal sangat jauh dengannya.

****

Betapa terkejutnya yunho ketika masuk kedalam rumah. Rumahnya begitu rapi dan sangat bersih tak ada satu hal pun yang mampu mengungkapkan rasa terkejutnya. Saat yunho berajak dari ruang tamu ke dapur, ia menemukan sebuah memo kecil diatas meja dan makanan yang masih hangat. 

Cepat dimakan sebelum dingin ^^
 

jaejoong

Yunho hanya menatap memo itu sambil tersenyum. Baru kali ini iya menemukan seseorang yang benar- benar baik serta tulus padanya selain junsu. "Hebat anak itu bisa membersihkan rumah ini dengan sangat mengkilap. Benar-benar terkejut aku dibuatnya."
 
****
 
"Bagaimana? Apakah pekerjaan itu berat?"
"Ani, junsu. Sangat ringan bahkan aku hanya perlu membersihkan rumahnya, dan memasak. Seperti bekerja untuk rumah sendiri!" 
Mereka berdua sedang santai duduk di ruang tamu milik junsu. Rumahnya tidak terlalu besar tapi terlihat nyaman. Seluruh ruangan berwarna putih, hanya putih dan perabotan berwarna hitam.
"Apa yang ingin kau lakukan hari ini?" Tanya junsu pada jae lalu meneguk minumanya.
"Hanya ingin tidak melakukan apapun.... Aku ingin menikamati hari ini. Jarang-jarang aku bisa bersantai dirumah."
"Bukannya setiap hari kau juga hanya bersantai dirumah saja?"
"Maksudku dirumahmu..."
"Ehm.... Aku harus pergi menyelesaikan tugas kantorku. Bisa tolong jaga rumah?"
"Boleh." Jawab jaejoong lembut "Tapi satu jam seharga 100.000, setuju?" Jaejoong tersenyum licik.
"Jangankan seharga itu.... Lebih dari itupun aku tak ingin membayarnya." Junsu merogoh sakunya  handphonenya bergetar, dan membuka pesan yang tertera di handphonenya. "Sepertinya aku harus pergi sekarang! Nanti pulang akan ku belikan permen dan pizza untukmu." Kata junsu lalu pergi dari hadapan jaejoong.

Seharian jaejoong seharian hanya tidur seperti kucing. Dia terbangun karena seseorang menekan bell dan membuatnya kesal "Siapa yang kurang kerjaan mencari junsu,sih?" Dengan mata masih setengah trtutup jaejoong melangkahkan kainya kedepan pintu dan membukanya. 

Yunho tersenyum manis saat pintu terbuka. Senyum yang sengaja ditatanya dihari yang menyedihkan ini, tapi yang dilihatnya bukan junsu melainkan jaejoong. Walaupun jaejoong bekerja denganya tapi mereka sama sekali jarang bertatap muka, Jaejoong selalu datang setelah yunho berangkat kerja dan pulang sebelum yunho pulang kerumahnya, yang ditemukan yunho hanya memo kecil setiap hari. "Hei..." Seru yunho sambil mengikutu jaejoong yang tidak memperdulikannya. 'Anak ini dingin,tertutup, atu apa? Kenapa junsu bilang boojae itu ceria dan baik hati? Aslinya seperti ini' Seru yunho dalam hatinya. Padahal yunho datang malam-malam karena ia ingin bercerita pada junsu kalau dia baru saja mendapatkan sebuah musibah hari ini.


"Silahkan duduk." Kata jaejoong lau pergi ke dapur, meninggalkan yunho.
"Ternyata aku salah telah datang kesini." Kata yunho pelan seperti berbisik, yunho malah asik menikmati kesedihanya sampai tidak sadar jaejoong telah duduk disampingnya.
"Ehm....."
Suara itu membuat yunho tersentak dari lamunanya.
"Kalu melamun,ya?" Tanya jaejoong sok polos. "Junsu belum pulang. Aku juga tidak tahu kapan dia akn pulang, kalu mau kau bisa menunggunya disini." Lanjut jaejoong dingin.
Perkatan jaejoong benar-benar membuat yunho marah. Sudah patah hati, yunho malah harus berhadapan dengan jaejoong yang sedang terganggu moodnya karena tidurnya yang terganggu. "Baiklah! aku akan menunggunya sampai dia pulang!" Nada suara yunho naik 1 oktaf.
"Kau tidak perlu sampai menaikkan nada bicaramu seperti itu." Komentar jaejoong "Walaupun kau sedang patah hati sekalipun."
Perkatan jaejoong benar-benar membuat yunho sadar jika ia salah "Mainhae,jae! Aku sedang sedih kau malah membuatku marah. Apalagi jika sikapmu sangat dingin seperti itu." 
"Itu salahmu karena menganggu tidurku." jaejoong mangabil minuman dingin yang ada diatas meja dan langsung meneguknnya tanpa sisa. "Sudahlah kau tidak perlu bersedih lagi. Bukan karena aku senang jika kau putus. Maksudku jika kita putus atau mengalami duka itu artinya akan ada sesuatu hal yang kan mengganti kesedihan kita hari ini." Jaejoong tersenyum lebar.
"Tapi aku sangat mencitainya,jae! Hatiku benar-benar terluka, dan rasanya sangat sakit sekali."
"Jadi apa yang akan kau lakukan? Bunuh diri?"
"YAH yang benar saja! Aku masih waras tidak mungkin aku bunuh diri karena cinta saja."
"Itu artinya kau tidak tidak sepenuh hati mencintainya."
"Aku hanya tidak habis pikir apa yang kurang dariku sampai ia pergi dengan namja lain."
"Sudahlah......." Jaejoong bangkit dari duduknya "Aku lapar! aku mau makan diluar! Kau boleh tetap disini bersama kesedihanmu, jika kau mau."   

Jaejoong berjalan pelan keluar rumah diikuti yunho disampingnya. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Jaejoong duduk dan memesan makanan, yunho pun ikit duduk tapi ia hanya memesan sake. Sepanjang jaejoong makan yunho hanya sibuk mengahabiskan isi sake sampai ia mabuk. 


"Yunho....." Jaejoong menggoyang-goyangkan tubuh yunho, tapi yunho sama sekali tidak merespon.  
Hujan turun membasahi bumi. Jaejoong terpaksa mengendong tubuh manja tampan yang menjadi majikkannya, sambil harus berhujan-hujannya ditengah malam. 
"YAH!!!! JUNG YUNHO BISANYA KAU MABUK DAN AKU TERPAKSA MENGGENDONGMU.......... WANITA SEPERTI APA YANG BISA MEMBUATMU SEPERTI INI???"
Jaejoong sibuk mengoceh sendiri sepanjang perjalanan kerumah yunho. Seberanya ia mau kerumah junsu tapi junsu pasti akan sangat khawatir mendapatinya dengan keadaan seperti ini, bisa-bisa junsu akan menyuruhnya diam duduk dirumah tanpa melakukan apapun, mengingat junsu sangat protektiv terhadapnya. 
"KAU KIRA BERAT TUBUHMU RINGAN SEPERTI KAPAS APA? KENAPA KAU TIDAK MEMIKIRKAN ORANG YANG ADA DISEKITARMU SEBELUM BERTINDAK???" 
Jaejoong meletakkan yunho diatas tempat tidur dengan baju yunho yang masih basah. Tiba-tiba pandangannya kabur dan ia pun pingsan. Tubuhnya melekat dengan tubuh yunho.
 
****

Saat yunho terbangun dari tidurnya, ia merasakan 2 hal pertama kepalanya yang terasa sangat pusing dan yang kedua seseorang berada diatasnya. Betapa terkejutnya dia saat membuka matanya. Dilihatnya wajah cantik jae yang berada diatasnya. Yunho menarik tubuh jaejoong hingga tubuh itu berada sisampingnya.
"Jae..." kata yunho sambil duduk diatas tempat tidur dan menggoyang-goyang tubuh jaejoong. Saat tanganya menyentuh tubuh jaejoong dirasakannya suhu tubuh jaejoong yang sangat tinggi. "Jae, kau sakit!" yunho langsung menyentuh dahi jae. "Benar suhu tubuhmu sangat tinggi." Yunho ingin bangkit dari duduknya namun sebuah tangan menariknya.
"Ku mohon jangan sampai junsu tahu aku sakit. Dia pasti akan sangat khawatir." Kata jaejoong lemah.
"Tenanglah! aku tidak akan memberi tahu junsu. Istirahatlah... Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu." Yunho berlari keluar dari kamarnya dan langsung menghubungi changmin, chanmin adalah dokter kepercayaan keluarga jung.

****

"Dia hanya demam biasa..." Kata dokter yang berwajah anak-anak itu "Jangan lupa suruh dia minum obat teratur, agar cepat sembuh."
"Baiklah dokter."
"Saya permisi..." Kata dokter changmin meningalkan kamar. 

*****

Nasib jae beruntung sekali. Kantor junsu memberi junsu tugas keluar kota, sehingga junsu tidak mengetahui kalau jaejoong sakit. Selama sakit yunho merawat jaejoong dengan sangat baik. Ternyata yunho lebih cerewet saat merawat jaejoong, dia selalu saja memaksa jaejoong memakan buburnya dan meminum obatnya. Padahal jaejoong sama sekali tidak memiliki nafsu makan karena mulutnya terasa pahit sekali. 
"KAU HARUS MAKAN!" Yunho membentak jaejoong yang dari tadi membungkam mulutnya. "PERLU AKU MENELEPON JUNSU?" yunho mengambil handphonenya.
"ANDWE..." jaejoong cepat-cepat mengambil bubur yang ada diatas meja, dan menyuapkannya ke dalam mulutnya. "Lihat aku sudah makan." jae menunjukkan mangkok buburnya yang sudah sedikit berkurang.
"Jangan lupa minum obatnya. Walaupun demam mu sudah reda tapi jika obatnya belum habis itu berarti kau belum benar-benar sembuh!" yunho meniup-niup kopinya, lalu menyerup kopinya. 
Jaejoong hanya memajukkan bibir bawahnya mendengar ucapan yunho.

Hari-hari mereka lalui bersama dengan cekcok yang tiada akhir. Seperti pagi ini. Yunho duduk dikursi yang sama setiap hari "Jangan lupa minum obatmu!" kata yunho lalu berdiri dari duduknya, meninggalkan peralatan makannya.
"YAH, JUNG YUNHO!!"
"Mwo?" yunho membalikkan tubuhnya menghadap jaejoong.
"Bersihkan alat makanmu."
"Kan ada dirimu yang ku bayar untuk membersihkan rumah."
Jaejoong berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang "Bagaimana kau bisa menyuruh orang sakit membersihkan rumah?" Jaejoong menunjukkan wajahnya yang sepertinya tak bertenaga.
"OK.... kau menang! Akan aku bereskan alat makanku." Yunho kembali lagi kemeja makan dan membawa alat makannya dengan wajah asam.
****

Jaejoong sedang duduk disofa sambil menonton tv. Yunho datang dang langsung duduk disampimg jae, sambil berusaha mengurangi jaraknya dengan jaejoong. Setelah jaraknya dengan jaejoong hanya 2cm "Aku lapar! buatkan makanan." pinta yunho merengek-rengek.
"Kau kan bisa membeli makanan, kepalaku sedikit pusing jika berdiri terlalu lama." komentar jaejoong sok cuek dengan tingkah yunho yang bermanja-manja padanya. Walaupun ia merasa jantungnya berdetum sangat keras mengentam dadanya.
"YAH yang benar saja. Obatmu telah habis itu artinya kau telah sembuh! Aku lapar jaejoong." rengek yunho sambil menumpahkan berat tubuhnya ke jaejoong. "Kalau kau tidak mau memasak aku akan mencium sekaligus memakanmu."
Kata-kata yunho membuat jaejoong langsung berdiri dan berjalan ke dapur. Sementara yunho tersungkur akibat jaejoong bangun tiba-tiba. 'Yah, batal diriku mencium aibir merah itu.' seru yunho dalam hatinya.

Selesai makan yunho membantu jaejoong membersihkan alat-alat makan. 
"Lap dengan bersih, dan benar-benar kering." kata jaejoong lalu meninggalkan yunho yang sedang mengelap peralatan makan. 
"YAH, yang benar saja! Sebenarnya aku atau dia yang berkerja dirumah ini?” keluh yunho. Walaupun mengeluh tetap saja yunho melakukan apapun yang dikatakan boojae. Boojae itu panggilan sayang yunho buat jae. Tapi menurut jae panggilan itu menarik.
Selama hampir 2 minggu ini jaejoong tinggal dengan yunho. Sekarang jaejoong sudah sembuh dari sakitnya, namun yunho menyuruhnya tinggal dirumanya. Walaupun alasan utama yunho menyuruh jaejoong tinggal dirumahnya karena yunho sudah memiliki sedikit rasa yang tumbuh pada jaejoong , tapi jaejoong tidak mengetahui rahasia yang disimpan yunho dan junsu. 
Junsu juga tahu jaejoong sakit karena harus berhujan-hujannan mengantar yunho, namun kantornya menugaskannya keluar kota. Junsu pun tahu kalau sejak dulu yunho sudah memiliki rasa pada sepupunya yang berwajah cantik lebih dari banyak wanita. Hanya saja dulu yunho tahu tentang jaejoong melewati junsu, namun pada saat itu yunho masih memiliki hubungan dengan yoochun.
****

“Kenapa harus kesana? Inikah ulangtahunku junsu!” Manja cantik ini sedang menghias kue ulangtahunya. Dihiasnya kue itu dengan sangat cantik, kue yang memiliiki bunga mawar disisinya. 
“Sudahlah, aku akan menyusulmu disana.”
“Aku tidak mau kesana………”
“YAH!!! Kim jaejoong, ulangtahun yunho denganmu tidak terlalu jauh bedanya.” Junsu menarik napasnya dalam-dalam. “Kau mau bersembunyi seperti apa lagi? Apa kau kira aku tidak tahu apa yang kau rasakan terhadapnya?”
 “Ini hanya perasaan yang salah junsu. Tidak mungkin aku menyukai seorang namja yang menjadi majikanku. Aku harus menghapus perasaan ini.” Jejoong menaikkan nada bicaranya. “Bayangkan namja dengan namja itu hal aneh!!!!”
“Apa salahnya dengan menyukai seorang namja? Aku tidak pernah berpikir kalau dirimu tidak normal,joongie! Perasaan itu karunia dari tuhan.” Suara junsu mendayu-dayu.  *_*
Jae hanya dapat diam mendengar ucapan junsu. Jaejoong tidak menyangka kata-kata itu akan keluar dari mulut sepupunya. Bagaimanapun dia senang sepupunya tidak berpikir kalau dia salah karena memiliki perasaan seperti itu. 
“Baiklah aku akan pergi kesana…..” seru jaejoong lemah, lalu menekan tombol berwarna merah di handphonenya, kemudian memasukkan benda mungil itu kedalam sakunya. Jaejoon  malas jika harus berdebat dengan junsu, apalagi jika harus melihat wajah polosnya yang seperti tanpa dosa itu. Walaupun junsu kadang-kadang lebih menuruti jaejoong.
 
****
 
Jaejoong melangkah pelan turun dari bus dan berjalan kearah rumah yunho, dengan sekotak kue ditangannya. Dibukanya pagar yang setinggi bahu orang dewasa itu, dengan mantap dilangkahkan kakinya. ‘Yunho pasti sedang tidak ada dirumah pada saat-saat seperti ini.’ Pikir jaejoong. 
Jaejoong merogoh sakunya, meraih kunci dengan gantungan mawar hitam yang terbuat dari alumunium. Dibukanya pintu itu dan masuk kedalam ruangan. Namun saat dia masuk kedalm ruangan ia mendengar suara orang yang sedang berdebat. Jaejoong hanya mampu dia berdiri ditempatnya berpijak.
 
“Aku masih mencitaimu yunho, maafkan aku! Aku baru tahu min tidak sebaik yang aku bayangkan.” Yoochun menggenggam tangan yunho. “Yunho….” Seru yoochun. “Apakah kita tidak bias lagi kembali seperti dahulu???”
“Ani, aku tidak bias lagi bersamamu.”
"Waeyo, yunho??" ada sebutir air yang mulai akan jatuh bersusah payah yoochun menahan air matanya. "Apakah semua karena pembantumu itu? Aku lebih pantas ada disisimu, daripada dirinya yang hanya seorang pembantu." Perasaan yoochun benar-benar bercampur aduk.
"DIAM YOOCHUN!" Bentak yunho. "Apa yang kau tahu tentang boojae? Apa kau perduli denganku? Dulu kau meninggalkan ku seperti sampah yang tak ada artinya bagimu! Dan kau pergi begitu saja dengan changmin."
Dada yunho benar-benar terasa sangat lapang setelah mengucapkan semua isi hatinya. Semua derita yang ditanggungnya selama ini. "Aku memang menyukai boojae lebih dalam dari yang aku sadari. Aku tidak pernah menganggapnya seperti pembantuku! Aku menganggapnya seperti istriku, walaupun dia tidak mencintaiku itu bukan masalah bagiku."
Yoochun benar-benar shok mendengar semua yang dikatakan yunho. Yunho miliknya kini sudah tidak ada lagi. Yunho yang selalu tersenyum padanya. Yunho yang selalu mencintainya walaupun yoochun sering sekali berselingkuh. Yunho yang selalu memanggilnya chunnie. Yunhonya..... 
Tak terasa airmata yang sudah bersusah payah ditahannya akhirnya mengalir membasahi pipinya, yoochun langsung pergi tak ingin yunho melihatnya terpuruk. Saat yoochun pergi meninggalkan yunho, dia melihat seseorang yang sangat cantik di depan pintu.
Yunho membalikkan tubuhnya, melihan yoochun pergi. Betapa terkejutnya yunho melihat jaejoong berdiri di dekat pintu, tubuh jaejoong berdiri tegak dengan raut wajah yang berada diantar bahagia dan kesedihan. Kue yang dibawanya telah mendarat dilantai. Entah bagaimana bentuk kue yang didalam kotak itu.
 
#JAEJOONG POV
Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi barusan. Aku tidak tahu juga harus bersikap seperti apa, semuanya terasa aneh. Aku baru saja merusak hubungan yunho, namun yunho mencintaiku. Bagaimana bentu wajahku yang sekarang. Ku langkahkan kakiku ingin pergi dari situasi ini, namun tangan besar dan kokoh itu menarik tubuhku kedalam pelukkannya. 
"Jangan pergi!!! Ku mohon." Katanya sambil memeluk erat tubuhku.
Aku hanya bisa diam saja mendengarnya berbicara. Aku sendiri tidak tahu harus bagaimana. Entah harus bersedih atau senang setengah mati. Awalnya ku pikir hanya aku yang menyukainya tapi ternyata aku salah. Dia menyukaiku juga! Itu suatu keajaiban yang sangat tak terduga.
"Kau mau terus memelukku sampai kapan??? Napasku haa....mpi...r h...a..b...is...." kataku terbata-bata.
"Mianhae,boojae." Yunho melepas pelukkannya dan langsung mengenggam tanganku. 
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanyaku sinis menutupi rasa malu ku.
"Kau menyukaiku kan?!"
"MWO?" jawabku kaget setengah mati sejak kapan dia tahu aku meyukainya?
"Kalau kau tidak menyukaiku pasti kau akan langsung kabur setelah mendegar pembicaraan ku dengan orang itu! Tapi nyatanya kau masih disini. Itu artinya kau meyukaiku." Kata-kata yunho penuh percaya diri. "Lagian junsu juga bilang kau menyukainku." lanjut yunho. 
'Junsu awas kau! KAU AKAN MATI SAAT AKU BERTEMU DENGANMU........'  kataku membatin. Aku hanya bisa mengangguk saja, sebagai tanda iya. Yunho tersenyum dan langsung megecup bibirku kilat.
"Saranghae boojea..." katanya membuat pipiku merona merah. "Sangeil cukkahamnida boojae...." lanjutnya lagi dan memeluk tubuhku....
 
====epilog====
"Mau apa datang kemari?" 
"main!" jawabnya polos. "Tapi sepertinya tidak jadi main! Aku akan menikah dengan sepupumu,saja!"
"Mwo?" Anak kecil yang berusia 8 tahun dan chabi ini sangat terkejut mendengar ucapan temannya, sampai mobil-mobilan yang ada ditanganya terlepas, dan mendarat dilantai.
"Sepupumu sangat cantik!"
"Dia namja bukan yeoja."
"Aku tidak perduli rasaku sama saja,junsu." 
"Terserahmu..... Aku tidak perduli." Jawab junsu cuek karena tidak tahu maksud ucapan yunho yang ada diotaknya hanya mainan saja. 
"Dasar pabo." kata yunho sambil melihat sepupu junsu yang sedang asik menontok tv, dan memakan cemilan.

Tamat ^^
 
Mianhamnida kalau jelek ya 
ini pertama X nulis yunjae 




Selengkapnya...