Picture

Picture

Senin, 25 April 2011

[fanfic,advanture]1 day for FOREVER( part 2)

Tittle : 1 day for FOREVER(munade version)
Cast : Yuu,munade chocoretto guest star :jang geun suk
Author : Kim Yuuga
Rat : PG 13/2shoot/adventure fanfic
Note : Just a little bite special ff from me to you... A GIFT (park hyo shin mode on)
Selengkapnya...

Sabtu, 23 April 2011

[news]Lagu Baru JYJ ‘In Heaven’ Didedikasikan untuk Park Yongha yang sudah meninggal?!

Lagu Baru JYJ ‘In Heaven’ Didedikasikan untuk Park Yongha yang sudah meninggal?!


Buat kalian yang ga tau siapa Park Yongha, dia adalah seorang aktor yang pernah membintangi drama “Winter Sonata” dan “On Air” yang tahun kemarin ditemukan meninggal (Rumornya Bunuh Diri) di kamarnya. Park Yongha dikenal dekat dengan beberapa selebritis, salah satunya adalah Jaejoong.Tapi sayangnya saat ia meninggal Jaejoong tidak bisa datang karena sedang berada di Amerika bersama member2 JYJ lainnya.
Baru2 ini salah satu staff JYJ menulis di blognya, yang mengatakan kalau Jaejoong menulis “In Heaven” untuk ditujukan pada temannya yang sudah meninggal. Apakah ini untuk Park Yongha?!
Berikut kutipan yang diambil dari blog salah satu staf JYJ tersebut:

Selengkapnya...

Jumat, 22 April 2011

[fanfic,straight] TVXQu-know yunho/straight/2shoot


Tittle : 1 day for FOREVER(yuu version)
Cast : TVXQ yunho,yuu guest star : Munade chocoretto(dengan persetujuan mun oppa-oppa!gomawoooo-)
Author : Kim Yuuga
Rat : PG 13/2shoot/straight ff
Note : Just a little bite special ff from me to you... A GIFT (park hyo shin mode on)

Selengkapnya...

Selasa, 19 April 2011

cuap-cuap admin

<blink> My U-know,My Jaejoong, My xiah, My Yoochun, My changmin, My TVXQ </blink> Selengkapnya...

[fanfic,yaoi]Forgiveness and Lies/yunjae/1shoot/pg13

tittle        : forgiveness and Lies
rat        : PG 13/yaoi/1shoot
cast        : YunJae and TVXQ
author    : Kim Yuuga





Yunho Pov


aku ini apa?
apakah aku hanyalah alat pemuas terbaik di matamu?
apakah aku ini hanyalah sekedar bahan pameranmu kepada teman-temanmu?
'lihat!leader tvxq ini adalah kekasihku!' apakah hanya seperti ini aku dimatamu?
aku hanyalah tempatmu pulang ketika kau tidak menemukan lagi kepuasan diluar sana..
aku hanyalah tempat kau pulang ketika rasa penatmu sudah menyelimuti dan membuatmu merasa sesak...
lalu kau akan berlari ketempatku?
meminta perlindunganku..
dan aku dengan bodohnya selalu menanti kepulanganmu...
selalu menanti teriakan manjamu..
desahanmu..
semuanya...
aku bodoh kim jaejoong...
iya,aku memang bodoh namun aku tidak mengerti diriku sendiri...
aku membiarkan diriku terbodoh sendiri disini,membiarkan diriku tersakiti dan tersakiti lagi..
karena aku terlalu mencintaimu jaejoong...aku terlalu mencintai dirimu...


aku masih bertahan jae, bahkan ketika kita mendapatkan kemenangan di sidang itu dan tvxq kembali..
dan kita semua telah berkumpul lagi,
aku bertahan demi 'anak-anak'...
demi changmin.. demi yoochun...demi junsu...demi keutuhan tvxq...
tetapi rasa sakit ini terlalu menusukku... saat ini...
NO POV


jaejoong sedang keluar ketika keempat tvxq sedang berkumpul diruang tamu. junsu dan changmin sedang duduk sambil menendang-nendang kaki satu sama lain. sedangkan yoochun sibuk dengan remote televisinya. yunho hanya duduk bengong ketika changmin dan junsu mulai berteriak kelaparan.
"appa!!!lapaaaar!"
teriak mereka bersamaan, yunho tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"tapi appa cuma bisa buat mie instan... kalian mau makan mie instan buatan appa..?"
"ANDWE!!"
teriak mereka yang tau seperti apa masakan seorang jung yunho. terutama changmin. selama satu setengah tahun berpisah dengan tvxq, sering sekali dia terpaksa memakan makanan buatan yunho yang terkadang tidak ada rasanya,atau rasanya asin,atau asem,atau pedas sekali itu.
junsu mengambil ponselnya dan mulai sibuk menghubungi jaejoong,sang eomma..
"yeobosseyo?eomma eodiseo??"
tanya nya, raut wajah kekecewaan segera tergambar di wajahnya yang mengartikan kalau jaejoong masih lama lagi pulang ke dorm.
"huhu...chunnie-ah...masakan sesuatu..."
rengek junsu, beruntunglah mereka karena yoochun lumayan bisa memasak. dengan malas dia pergi kedapur dan memasakkan sesuatu untuk mereka.
selagi yoochun memasak, ternyata ada realityshow yang menayangkan JYJ sewaktu reality show terakhir mereka sebelum bergabung dengan tvxq sekarang. tepatnya itu beberapa hari yang lalu.


"aku pernah berpacaran dengan 4 wanita dan semuanya enterteint..."
seperti petir menyambar ditelinga yunho, junsu dan changmin. junsu baru ingat tentang hal itu dan dia lupa memberitahukan sang appa agar jangan menonton reality show itu. semua telah terjadi, yunho menatap televisi dengan tatapan miris.
"appa...mian..aku harusnya mencegahmu menontonnya.."
junsu mulai terisak. changmin si magnae hanya diam tertunduk
"appa...hiks...hiks..."
junsu mulai takut dengan tatapan yunho kearah televisi. marah,sedih,kaget merubah wajah ramah yunho seketika. yunho menoleh kearah mereka. berdiri dan mengelus kepala mereka satu persatu.
"gwenchana junsu-ah... changmin-ah... appa baik-baik saja..."
ujarnya,
namun junsu dan changmin merasa ini tidak baik-baik saja.
yoochun datang dengan membawa masakannya keatas meja dan merasakan aura dingin itu. ia memandang junsu dengan tatapan heran, junsu dengan pelan menunjuk televisi dan yoochun merasa terkejut dengan acara yang ditayangkan itu.
"shit! kenapa..... ah,hyung... itu... maksud jae hyung adalah sebelum kami membentuk jyj..."
"jadi maksudmu ketika dia di tvxq,ketika aku ada didekatnya dan dia berpacaran dengan orang lain ketika menjadi kekasihku...begitu kan.."
ujar yunho penuh penekanan... yoochun terdiam.
yunho kembali duduk di sofanya. dia hanya duduk diam.
ketiga magnae nya tidak menyentuh makanannya sama sekali. rasa lapar mereka hilang seketika. mereka sangat mengkhawatirkan perasaan yunho sekarang..

"suiie-ah...itu pasti rasanya sakit sekali..."

bisik yoochun, junsu mengangguk sedih. sementara changmin hanya terdiam saja.
"lebih baik kita tinggalkan appa sendiri dulu..."
ujar changmin mengajak kedua hyungnya untuk masuk kekamarnya.
meninggalkan yunho dengan mie yang mulai mengembang dan dingin...



yunho pov
`;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

ketiga magnae kami masuk kedalam kamar mereka. aku tidak memperdulikan mie yang sudahmengembang itu dan hanya menatap layar televisi.
aku tidak merasakan air mataku akan tumpah..
aku ingin menangis, ingin sekali menangis..
rasanya sakit sekali... aku sangat mencintainya, bahkan sedikitpun aku tak pernah berpaling darinya..


flash back


yunho berjalan kearah bar dimana jaejoong sudah hampir tertidur karena mabuk. dia membangunkan jaejoong dan memapahnya. hingga ketempat parkir. tiba-tiba jaejoong menepis tangan yunho.
"lepaskan aku!!"

teriaknya
"jae....kenapa kau seperti ini,hmm?ku mohon jangan mabuk lagi..."
"aku mabuk karena siapa!!?!yah..jung yunho! kau tidak perhatian kepadaku, kau sibuk dengan teman-temanmu!dengan sembilan paha itu!!dengan GO ARA!!bahkan kau tidak pernah menciumku satu minggu ini, kau anggap apa aku???"
teriak jaejoong,yunho tiba-tiba merengkuhnya erat kedalam pelukannya. kemudian mencium lembut bibir cherry milik kekasihnya itu.
"aku mencintaimu jaejoong...sangat mencintaimu..."


end of flash back


aku selalu mencintainya,
aku tidak pernah ingin setitik air matanya mengalir karena aku..
karena aku terlalu mencintainya..
tetapi...
kenapa... kenapa dia bersikap seperti ini kepadaku...
kenapa...
dan kenapa aku tidak membencinya...


bunyi pintu terbuka dan jaejoong masuk ketika waktu menunjukkan jam satu malam. aku tersenyum sinis menyambutnya. jaejoong yang tadinya tersenyum riang menatapku aneh.
"yun..."
panggilnya, aku hanya diam dan mengambil kantong belanjaannya dan membawanya kekamar kami-itu adalah rutinitas sehari-hariku sejak tvxq dulu  hingga berkumpul lagi seperti sekarang- jaejoong mengikutiku dari belakang. dia menatap aneh diriku. kemudian aku meletakkan belanjaannya di lantai kamar kami. aku berjalan menuju dirinya dan membuka jaketnya, semuanya.. itu juga rutinitas yang kukerjakan sehari-hari. karena dia sudah mengurus rumah dan ke tiga magnae dengan baik,aku harus mengurusnya dengan baik juga. aku mengambil piyama hamtaro nya dan memakaikannya. aku hanya diam, aku tidak mengucapkan sepatah katapun.
"yun...waeguraeyo?"
tanya jaejoong, aku tetap diam. jaejoong berjalan menuju kamar mandi dan merapikan dirinya. sekarang aku sedang duduk diatas tempat tidur. sedang berpikir keras apa yang harus kukatakan kepadanya..
"yunnie bear!lihat! tadi aku membelikanmu kemeja,lucu deh...!"
ujarnya membongkar barang belanjaannya. dan memperlihatkan kemeja biru kepadaku. aku tidak merubah ekspresi ku sebelumnya.
"gomapta"
ujarku dingin dan meletakkan kemeja itu disampingku. kemudian dia duduk disampingku. aku beranjak berdiri dan berjongkok dihadapannya. menggenggam tangannya. aku harus mengatakannya.
"jae-ah...apakah jika aku mati akan membuatmu senang?"
tanyaku. jaejoong membulatkan matanya
"jika itu benar,aku bisa melakukannya untukmu sekarang..."
tambahku lagi
"ada apa denganmu yun!! kenapa bicara seperti itu!!kau membuatku takut...membuatku sedih!"
teriak jaejoong menepis tanganku, aku kembali menggenggam tangannya dengan erat.
"setidaknya lebih baik aku mati daripada melihat kekasihku berselingkuh dibelakangku empat kali..."

ujarku pelan, air mata jaejoong mulai mengalir,dia menatapku sedih
"da..darimana kau..."
"jung jaejoong sayang... aku sangat mencintaimu,kau tau... aku sangat mencintaimu hingga aku rela menjadi seperti ini... selama kita berpisah satu setengah tahun aku berusaha memutar otakku demi membahagiakanmu walaupun kita berjauhan... aku juga sudah menjaga changmin mu dengan baik... aku rela mendapatkan tiga atau empat pukulan dari sm demi menemuimu....aku juga mendapat kecaman dari appaku karena aku tetap bersikukuh bersama mu...aku selalu mengingatmu setidaknya disaat aku tersadar satu hari didalam hidupku... aku selalu bertanya-tanya apa yang kau lakukan,sedang bersama siapa,apa kau merindukanku, apa kau tidak merasa sedih,semuanya... dan kau..."

kata-kataku terputus, karena tenggorokkanku rasanya tersendat, aku menangis. air mataku jatuh. dan jaejoong dengan matanya yang basah menangis melihat wajahku yang sangat menderita menatapnya.
"dan kau melakukan itu disaat kita masih bersama.... rasanya sangat sakit jae...disini...."
ujarku menunjuk tepat diarah dadaku. aku menepuk-nepuknya pelan. sekarang jaejoong jatuh merosot tepat dihadapanku. dia memelukku. dia menangis terisak-isak.
"mianhae...hiks...mianhae...mianhae..."
ujarnya., aku hanya diam,tidak membalas pelukannya.
"aku mengantuk jae...mau tidur..."
ujarku beranjak naik keatas ranjang dan tidur membelakanginya.


jaejoong pov


aku tetap berlutut seperti ini. menggigit bibirku hingga kurasakan rasa asin merajai lidahku. bibirku berdarah... rasa perih kurasakan.. tapi aku yakin tidak sebanding dengan rasa sakit yang ada dihati yunho saat ini.
"yun.... aku tetap seperti ini sampai kau memaafkanku..aku mencintaimu yunho..."
ujarku pelan. yunho tidak merespon apapun, aku hanya mendengar suara isak tangisnya.
air mataku terus mengalir...
satu jam...
dua jam...
tiga jam...
waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. aku rasakan keram pada kakiku.
rasanya sakit... tapi aku tetap tidak beranjak dari tempatku.  yang kulakukan hanya melantunkan bait doa dan menangis. berharap dia memaafkanku yang hina ini..
aku tidak bisa hidup tanpanya..
Tuhan...
aku mengakui ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku... tapi biarkanlah aku memperbaikinya lagi.. biarkan aku menjadi orang yang dicintainya sekali lagi...
aku berjanji akan berubah...
aku tidak akan pernah membuatnya mersa sakit sekali lagi...
tidak akan...


rasa kantuk dan pusing mulai menguasaiku. tubuhku menggigil,mungkin aku demam. dan aku mulai memejamkan mataku..
rasa melayang kurasakan, seperitnya seseorang mengangkat tubuhku. namun mataku tidak mau berkompromi untuk setidaknya membuka dan melihat siapa yang telah mengangkatku keranjang. kurasakan ranjang empuk yang nyaman memanjakan tubuhku lagi. mataku semakin tak berkompromi. rasa pusing dan meriang juga kantuk yang luar biasa membuatku enggan membuka mataku. kudengar suara gemercik air dan sebuah kompres hangat mendarat di dahiku.
"chun... ambilkan obat di kotak p3k ya.."
perintah seseorang yang suaranya sangat ku kenali.
"aku dan changmin masakan bubur untuk eomma jae ya appa.."
ujar seseorang bersuara dolphine yang kukenali pasti junsu.
kemudian semuanya hening kembali... ku rasakan seseorang memijat-mijat lenganku dan mengelusnya lembut. aku juga merasakan sebuah bibir yang mengecupi wajahku,pipiku,hidungku,bibirku...kemudian aku mencium bau antiseptik untuk mengobati luka dan rasa dingin alkohol yang menyergap bibirku. aku meringis sebentar tanpa membuka mataku.
"aw...sakit ya sayang...tahan ya...aku akan melakukannya dengan pelan... biar luka nya cepat sembuh..."
ujar suara berat itu lagi.
air mataku mengalir lagi,rasa menyesal kembali menghinggapiku. dengan rasa sabar dia membasuh air mataku yang mengalir.
"jangan menangis jae-ah.... sudahlah,aku sudah melupakannya... sekarang kau istirahat dan cepatlah sembuh...aku disini menemanimu..."
bisiknya lembut...
Tuhan,
Terima kasih telah memberikanku anugrah terindah didalam hidupku.
aku memaksakan diri membuka mataku. mendapati yunho sedang tersenyum kepadaku. aku merentangkan tanganku, yunho naik keatas tempat tidur dan memelukku. erat sekali... erat...
aku berusaha mencapai wajahnya, menempelkan kedua tanganku dipipinya,
mengecup kilat bibir tebalnya yang membuatku selalu menggila...
dia tersenyum mempererat pelukannya...
"saranghae..."
ujarku sebelum aku larut kembali dalam tidurku...


FIN Selengkapnya...

Senin, 18 April 2011

JYJ wiil Come to Micky Holiday ,Medan

Mickey Holiday in Medan, Indonesia
Voting opens for Korean Boyband to come to Micky ..
please help for for JYJ an entry in the list be a winner, to imported to Indonesia, terrain! ..
how to add FB http://www.facebook.com/mikie.holiday ..
then like status and Their wall comment about JYJ, and you cans Also send a message to bring JYJ ..
thanks,,,
Micky holiday membuat JYJ di posisi 8 List mereka utk didatangkan ke medan,,setelah u-kiss sukses di medan,,sekarang micky ingin mendatangkan lagi BBK ke medan,,banyak daftar list yg mereka masukan,,terutama JYJ,,
Para Cassiopeia harus membantu agar JYJ dpt dtg ke medan,setelah pembatalan konser mereka di sentu kemaren,,kamu dapat add friends micky dan comment kalau kamu ingin JYJ dtg,,
kalau bisa kirim pesan jika kita ingin JYJ yg dtg selanjutnya ke medan,PRayJYJtoMedan^^
Selengkapnya...

Kamis, 14 April 2011

15 maret untuk DBSK...

15 maret untuk DBSK...


dear Jaejoong...

jika perjuanganmu dan JYJ berhasil besok...
mungkin, sejenak selesai sudah segala beban pikiran mu...
segala rasa yang telah membuat hatimu sakit, berserakan, berkeping, hancur..
selesai...
jika perjuanganmu telah dinyatakan MENANG besok...
semua akan bersorak sorai gembira...
ya,
CASSIOPEIA...
bersatu dalam satu nama dan lima orang tercinta...
betapa senangnya kami jika kalian akan kembali bersatu kembali!!!
DAN KAMI PERCAYA ITU!
kim jaejoong,
tidak selamanya mendung menggelayuti harimu...


dear park yoochun


Kau akan kembali menjadi dirimu yang dulu...
si jenius yang menciptakan lagu yang mencetak hits bagi DBSK...
Bagi DBSK...untuk kalian berlima yang telah kembali jika besok perjuangan kalian dinyatakan BERHASIL..
dan aku yakin BERHASIL...HARUS YAKIN..
kau akan kembali menjadi ' Mr. romantic DBSK' seperti hari-hari biasa yang kau lalui..
bersama roomate mu, Yunho..
bersama orang yang selalu menemanimu makan malam, shim changmin...
you said,
TVXQ...
my hero..
my max...
my U-know...
my xiah....
and Micky...
''we're the one,eternaly'
dan kami PERCAYA KATA-KATAMU itu...




Dear Junsu


jika perjuangan mu besok BERHASIL
kau akan kembali tertawa, menjadi pribadimu yang lebih ceria daripada sekarang...
bersama dengan changmin- teman bertengkarmu,curhatmu,bahkan teman mu bermain game-
kau akan kembali berteriak dengan riang seperti dirimu biasanya ketika kalian berlima...
kau akan berebut makanan dengan changmin,huh?
hahahaha...
kami rindu dan masih percaya kalian akan BERSAMA lagi...



dear Changmin..


keadaan yang memaksamu untuk bersikap dewasa...
untuk tidak lagi menangis...
untuk bersikap tegar...
jika JYJ berhasil besok..
ujian kesabaranmu juga selesai, kau akan memiliki lagi tempatmu bermanja...
tempatmu meluapkan kesedihanmu...
'keluarga yang menyayangimu...'
hyung-hyung mu...
kau akan kembali berteriak kepada 'eomma' mu..
"jae hyung...lapar!!!"
atau menggoda junsu... atau menemani yoochun makan dimalam hari...
kami tau kau merindukan itu...



dear Yunho


Uri best leader...
jika JYJ berhasil besok..
kau akan kembali memimpin ke empat member dengan gaya khasmu...
tegas,sedikit galak tetapi sangat childish...
"cute appa" akan kembali lagi!!!
cute appa yang akan selalu menjaga DBSK kapanpun...
kami rindu candaan garingmu ketika sedang bersama ke empat member...
kami juga rindu tawa lepasmu ketika melihat lelucon junsu...
atau pujian-pujianmu untuk masakan jaejoong...
dan juga membiarkan yoochun menghentikan tagihan pulsa ponselmu yang membengkak karena kau membiarkan ponselmu hidup tetapi kau tertidur..
ya..
kau merindukannya bukan??




AYO DBSK...
maju... BERLIMA... kembali tundukkan dunia..
TUNJUKAN KEKUATAN DBSK di mata DUNIA....
tunjukkan kembali TARING KALIAN YANG TAK KAN PERNAH TERKALAHKAN...
kami semua selalu disini...
mendukung kalian,
CASSIOPEIA IS YOURS...
MAJU DAN 'TERJANG' SEMUANYA...
tunjukkan kalau DBSK ADALAH YANG TERBAIK...
TERBAIK...
jika berlima kami yakin,
BISA.... Selengkapnya...

Rabu, 13 April 2011

[fanfic,yaoi,NC] The most wonderfull angel i ever have/YunJae?chapter 1

tittle        :the most wonderful angel i ever have
rat        : NC17 maybe can change, chap 1/??
cast        : YunJae, other cast : Tvxq, Go Ara,The Gazette
genre        : Mpreg,angst,death character
pada akhirnya aku memang terlahir sebagai author spesialis angst... wkwkwkwk..



chapter 1


lama sudah ku sadari...
kau lah lelaki terindah yang pernah dianugerahkan Tuhan untukku...



"eh,coba lihat disana!?"
dua orang pria tampan sedang berjalan pulang dari kantor yang tak jauh dari rumah mereka masing-masing. Yunho dan Yoochun, dua pria yang bekerja dikantor dan departemen yang sama. yang sudah pasti mereka adalah sepasang sahabat dikejutkan oleh sosok pria cantik yang sedang duduk diperempatan yang tak jauh dari rumah salah satu dari mereka. pria yang kecantikannya tertutupi oleh debu dan sepasang baju usang itu terduduk lemas di trotoar tepi jalan
"ah~ kasihan sekali orang ini..."
ujar yunho menatap lelaki yang terus duduk disana sambil memanyunkan bibirnya,sesekali memegangi perutnya dan meringis kesakitan
"kau sedang apa disini?"
tanya yoochun kepada pria cantik itu. pria itu menoleh kearah mereka dan tersenyum sumringah
"jonggie tidak punya tempat tinggal... jonggie kabur dari rumah... jonggie kabur... jonggie lapar...belum makan..."
ujarnya mulai terisak, yunho dan yoochun saling bertatapan, sepertinya anak ini sedikit mengalami gangguan mental. atau merasa dirinya baru berusia 8 tahun? pikir mereka. yoochun bergidik ngeri, dia menatap yunho sambil mengangkat kedua bahunya
"apakah kau berniat merawatnya yun?aku tidak bisa... kau tau junsu~ dia mengira aku berselingkuh dengan gelandangan dan dia bakalan kabur dari rumah kan.."
ujar yoochun membayangkan amukan dari dolphine tercintanya kim junsu. kekasih yang sudah lama tinggal bersamanya.
yunho menatap pria cantik itu iba. dia terus saja menangis.. dia kelaparan...
"kau ikut denganku mau tidak?"
tanya yunho sambil menaikkan dagu pria itu. pria itu tersenyum bahagia
"benarkah!!? jonggie akan punya tempat tinggal???jonggie tidak kelaparan lagi!!?"
teriaknya kegirangan menggenggam tangan yunho. yunho tersenyum kearahnya, menganggukkan kepalanya pelan. pria yang menyebut dirinya jonggie itu melompat kegirangan.
"kau serius yun?dia baru kau kenal?? bisa saja dia menipumu dan membawa lari semua barang-barangmu kan!?ayo yunho!!kau sudah gila!"
yoochun menyeret yunho pergi, pria cantik itu mengejar mereka
"tunggu!tunggu!jangan tinggalkan jonggie sendirian...jonggie takut..tunggu!jangan tinggalkan jonggie...jonggie kelaparan..."
ujarnya dalam tangisnya. yunho sebenarnya merasa sangat iba kepadanya, tapi yoochun menariknya.yunho mulai berpikir bagaimana kalau perkataan yoochun tadi benar.. dia pun memilih untuk ikut dengan yoochun dan mengabaikan pria cantik itu



yunho pov

4 jam telah berlalu ketika aku bertemu dengan pria gelandangan yang cantik itu. malang sekali dia...
apakah dia sedang kelaparan sekarang?
diluar sedang turun salju.. pasti dingin sekali... apakah dia sedang kedinginan sekarang?
aish~ jung yunho.. berhenti... dia hanya orang asing.. yoochun benar... dia hanya orang asing!
aku menjadi pusing sendiri, aku membuka pintu lemari es, hendak mengambil soju dingin yang ada disana
"aish~ sial,habis... aku terpaksa keluar membelinya...!"
ujarku menyambar jaket hitam dan syal putih yang kuletakkan sembarangan.. aku tau rumahku sudah seperti kapal pecah
aku tak sempat untuk membereskannya karena sibuk dengan pekerjaanku
aku berjalan keluar apartemen dan berjalan ketoko 24 jam yang tidak jauh dari apartemenku. aku memperhatikan jalan dimana aku bertemu dengan pria cantik itu.. dia tidak ada disana..
apakah dia sudah pergi?
apakah dia benar-benar tidak punya tempat tinggal?
timbul lagi rasa iba dihatiku, aku menggelengkan kepalaku dan berjalan menuju toko 24 jam
aku memutuskan sekalian membeli beberapa keperluan seperti mie ramen, soju,susu dan kebutuhan ku yang lainnya. setelah kubayarkan kekasir aku segera pulang, ku eratkan jaketku.. malam ini terasa begitu dingin. aku melihat kearah jam tanganku. ah~sudah pukul 11 malam.
aku berjalan melewati jalanan ketika tadi aku menemukan pria itu, dan perlahan aku ingat lagi suaranya yang mendayu,sexy dan manja...
"jonggie lapar...."
ah...apa yang ku pikirkan sih!
"lepaskan jonggie~~jangan~~ahhh...sakit!sakit sekaliiiii...jangan....lepaskan jonggie!!!!jangan...jangan buka baju jonggie~jangan!!dingin!!"
aku mendengar lagi suara pria itu, aku menoleh kearah gang kecil dan sempit, ku lihat beberapa pria sudah berkumpul disana
"hajar~~ayo..cepat..kita nikmati saja tubuh gelandangan cantik ini!!"
ujar salah satu pria itu
"ayo cantiiiik...nikmati pemerkosaanmu malam ini..."
ujar pria lainnya
"jangan~jonggie ga mau lagi...jangan...jangan....itu sakit sekali..."
aku mendengar lagi isak tangis itu, rasanya darahku mengalir dari kepala dengan sangat deras, amarah muncul dari pikiranku, aku melemparkan belanjaanku tak jauh dari gang kecil itu dan kemudian berjalan menuju gang itu.. ketika kulihat...
pria cantik itu dipaksa untuk mengoral penis salah satu pria itu dan manhole nya yang telah membengkak...
ya Tuhan.. apa yang sudah kulakukan..
kenapa aku tidak membawanya pulang tadi..
dia tergelatak lemas disana.. masih terisak-isak tapi mereka tetap memperkosanya
"HENTIKAN!!!"
teriakku kepada beberapa pria yang ada disana,mereka semua menoleh pria cantik itu juga menoleh kepadaku... wajahnya yang penuh dengan sperm bercampur debu,air mata dan entah apa lagi yang mereka lakukan terhadap wajahnya membuatku benar-benar naik darah
"siapa kau!?menganggu saja!"
teriak mereka,salah satu pria bertubuh tegap mendatangiku
"kau mau mati ha??"
tanyanya, kukepalkan tanganku, kemudian kulayangkan tinju ku tepat kearah hidungnya..krak.. bunyi berderak yang kuyakini adalah hidungnya yang patah itu menandakan dimulainya perkelahian
"akkkh~~sialan kau!!!"
teriak pria itu melayangkan tinjunya asal-asalan kearahku, sementara teman-temannya mulai mengerubungiku seperti lalat
kemudian aku mulai mengarahkan tendanganku kearah salah seorang dari mereka. tendangan itu tepat mengenai wajah mereka. namun tidak sesuai dengan perkiraanku, seseorang memukul tengkukku,membuatku terjatuh dan kurasakan bertubi-tubi pukulan mengarah kearahku. sakit... aku meringkuk melindungi kepala dan wajahku
setelah merasakan beberapa pukulan...
"HENTIKAN!!!JANGAN PUKUL DIA!!!HENTIKAN!!"
aku merasakan pelukan hangat dari pria itu, pria cantik yang sama sekali tak menggunakan sehelai benang pun itu memelukku dan membiarkan mereka memukulinya, dengan sigap aku membalikkan tubuhnya dan membiarkan mereka memukulku.. aku tidak akan pingsan.. pikirku..
lalu aku melihat sebuah balok kayu dibelakang tubuh pria itu,segera aku meraihnya dan menghajar seseorang yang akan melayangkan tinjunya kepadaku, begitu selanjutnya hingga mereka semua lari ketakutan.
aku menatap pria itu dan berjalan kearahnya sempoyongan. dia duduk meringkuk.. dia masih menangis..
aku mengedarkan pandanganku dan mendapati potongan kain-kain yang berserakan..
ya Tuhan... mereka memang brengsek.... mereka merobek-robek baju nya..
untung aku menggunakan boxer dan celana jeans ya... aku melepaskan celana dan jaketku
"pakai ini.. rumahku tidak jauh dari sini, ayo cepat...ini dingin sekali.."
ujarku menggigil kedinginan
"kamu menolong jonggie...?kamu tidak akan melakukan hal yang sama seperti mereka kan?"
tanya nya dengan wajah yang polos, aku tersenyum
"tidak akan..sepertinya kau perlu perawatan... ayo cepat ini dingin sekali dan...ahh..lumayan sakit juga..."
dia tersenyum,cantik.. pikirku
"sebelumnya, namaku jung yunho..."
aku mengulurkan tanganku,dia menatapnya heran, namun dia tersenyum dan menggenggam tanganku.
"nama panjang jonggie itu..kim jae joong..."
aku menggandeng tangannya dan keluar dari gang itu..
ah..untung saja belanjaannya masih utuh ya..


"ini rumahku... anggap saja seperti rumahmu..."
jaejoong menatap takjub apartemen yunho,merasa beruntung ada seseorang yang mau memberikan dia tempat tinggal.
"sekarang kau mandi dulu, semua peralatan mandi ku ada dikamar mandi,aku akan siapkan bajumu... arraso??"
ujarku kepadanya,dia mengangguk-angguk senang
"jonggie mengerti..."
ujarnya kemudian aku memberikannya handuk
"selesai mandi,keringkan tubuhmu dengan ini...aku akan mengambil pakaianmu dulu..."
dia masuk kekamar mandi dan aku segera menuju kamarku,mencari cari pakaian yang kekecilan denganku. aku menemukan kemeja putih dan celana piyama lamaku untuk dipakai olehnya.
"yunnie...jonggie sudah selesai mandi..."
teriaknya manja
"ndee~ha?kapan namaku berubah jadi yunnie?terserah dia lah..."
aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal dan memberikan piyama itu kepadanya,astaga.... dalam keadaan seperti ini dia jauh lebih cantik lagi... seperti malaikat...
"yunnie..."
panggilnya ketika selesai berpakaian,aku sedikit terkekeh karena pakaianku kebesaran untuknya. ummm.. sudahlah tidak apa.. dia terlihat lebih cute dengan pakaian itu..
hey... kenapa aku mulai berpikir yang aneh-aneh??
"yunnie... jonggie lapar~"
dia memanyunkan bibirnya dan menatapku dengan pandangan puppy eyesnya,aku mengangguk-anggukkan kepalaku
"baiklah...aku hanya punya ramen?mau tidak ?"
tanyaku
"ramen??jonggie bisa memasak! biarkan jonggie yang masak ya??dimana dapurnya!?"
teriaknya begitu antusias dengan yang namanya memasak
"benarkah?ayo kutunjukkan dapurnya... ayo sini..."
ujarku,sebelumnya aku ajarkan dia menggunakan kompor gas dan memberitahukannya dimana letak piring dan peralatan lainnya..
maklum..dapurnya berantakkan...
aku duduk dimeja makan selagi dia memasak..
ya Tuhan...
makhluk ini sangat cantik...benar-benar cantik..
"makanannya sudah siaaaap..."
ujarnya menghidangkan ramen di atas meja makan, aku menatapnya senang
"gomawo..."
ujarku
"harusnya itu kata-kata jonggie kan yunnie..."
ujarnya menatapku dengan pandangan manjanya. aku gemaaaas...
kemudian jaejoong makan dengan lahapnya, mungkin kalau ada gempa dia pasti lebih dulu menghabiskan makanannya dan memilih ditimpa atap rumah
"joonggie makannya pelan-pelan dong..."
aku ternganga melihatnya makan dengan lahapnya.. sebegitu laparnya kah kau?
ujarku dalam hati. merasa tidak tega dan memberikan bagianku untuknya..
mungkin saatnya dia mulai menata hatinya dari dunia-dunia kelam yang sudah menghancurkan hidupnya... Selengkapnya...

Selasa, 12 April 2011

(Fanfic Yaoi) Yunjae /LOVE IS SIMPLE / Oneshoot

Tittle        : LOVE IS SIMPLE
Cast         : YunJae
Rat          : 17
Author     :AFTA ^^


"Datang besok, jadi kau akan tahu bagaimana pekerjaannya." namja imoet ini menatap namja yang ada di depannya, dengan handphone yang masih melekat ditelinganya.
"Ok! gomawo junsu... kau memang sepupu yang dapat diandalkan!" seru orang diseberang. "Aku menyayangimu junsu." katanya sebelum mengakhiri pembicaraan di telpon.
"Nuguya?"
"Maksudmu?"
"Yah, kim junsu masih pagi! kau sudah lemot."
"Jung yunho, apa maksudmu berbicara seperti itu? Sudahlah kau lihat saja besok. Kau akan bertemu dengannya, dia yang akan bekerja dirumah mu, tapi ku mohon jangan kau apa-apain sepupu ku itu."
"Kau kira aku namja seperti apa?" 
"hahahaha.... aku tahu kau luar dalam." junsu menatap jam tangannya. "Aku pergi dulu,ya! Aku masih ada jadwal."
Junsu sedikit perlari pelan dari restorant yunho. Hari ini jadwalnya padat tapi dia masih saja menyempatkan bertemu yunho. Sekarang junsu harus menanggung semuanya. Terlambat ke kampus adalah kesialan pertama hari ini. 
 
****

Hari ini namja imoet yang digilain hampir semua wanita dikantornya itu sedang berkacak pinggang menatap tingkah sepupunya. Padahal matahari sudah hampir setinggi kepala, namun sepupunya yang bernama Kim Jaejoong masih asik terdampar ditempat tidurnya. Dengan terpaksa Junsu menggeret Jaejoong ke kamar mandi.

"Bisakah lebih cepat?"
"Sabar, aku baru saja bangun! Seharusnya kau kan bisa memberitahuku dulu, jam berapa kau akan datang!"
"Mianhaye, aku lupa memberitahumu. Kau sudah cantik kok, jaejoong!" Goda junsu
"YAH, BISAKAH BERHENTI BERKATA CANTIK?"
"Hahaha.... aku hanya bercanda kau tak perlu semarah itu."
"Aku tidak marah hanya kesal saja!" jaejoong meraih tasnya yang berwarna hitam, dan langsung menarik junsu keluar dari rumahnya yang kecil namun nyaman itu.
"Pekerjaan seperti apa yang kau berikan padaku?" Tanya jaejoong ketika mereka telah berada didalam mobil junsu, menuju tempat jaejoong akan bekerja.
"Pekerjaannya hanya mengurus rumah, dan memasak. Hanya itu saja."
"MWO? Pekerjaan seperti itu kenapa kau berikan padaku?"
"Karena kau bilang kau mau pekerjaan seperti apapun. Lagian, teman ku ini sangat tidak bisa mengurus dirinya sendiri! Saat dia bercerita tentang kondisi rumahnya yang seperti tempat sampah. Aku langsung teringat padamu, dan dia juga tidak keberatan jika yang mengurus rumahnya adalah seorang namja." jelas junsu pada jaejoong masih tetap fokus menyetir. "Oh, namanya yunho! Lebih tepatnya jung yunho."
"Yunho, aku akan berusaha mengingat namanya.
"Aku rasa pekerjaan ini tidak terlalu berat buatmu, joongie! Aku khawatir jika melihatmu bekerja terlalu keras. Apa lagi jika pekerjaan itu membuatmu sakit, sebagai sepupumu yang hanya satu dan yang paling imoet di dunia ini. Aku ingin memberimu yang terbaik." 
"Kau seperti itu membuatku ingin muntah." seru jaejong sebelum tertawa melihat wajah junsu yang langsung layu mendengar kata-katanya.

Junsu berhenti didepan rumah yang cukup besar bergaya clasic modern dengan 2 lantai. Junsu turun dari mobilnya diikutin jaejoong. Junsu menekan bel berkali-kali sampai seorang namja keluar dengan celana pendek, baju yang super besar, dan rambut yang berantakkan. 
 
"Ayo, masuk...." kata junsu pada jaejoong. 
Jaejong masuk ke dalam rumah bersama junsu. Keadaan didalam rumah sangat tidak layak membuat rumah itu untuk ditempati. Mulai dari tebalnya debu pada benda-benda yang ada diseliling. Kaleng bir dan bungkus snack yang berserakkan dilantai, tapi anehnya sofa yang ada di depan jaejoong sangat bersih, berbeda dengan barang-barang yang lain.

"Kau yang bernama jaejoong?" tanya yunho membuat jaejoong terkejut, dan hanya mampu menganggung.
"Kenapa kalian tegang seperti itu?" tanya junsu.
Yunho tidak merespon pertanyaan junsu "Apa kau sudah tau pekerjaanmu?" Tanya yunho lagi pada jaejoong sambil menatap jaejoong dari atas ke bawah dan kembali lagi dari bawah ke atas.
"Nde, aku sudah tahu! Junsu sudah menjelaskannya padaku."
"Baguslah. Ini!" yunho menyerahkan duplikat kunci rumahnya pada jaejoong. "Yunho imnida." Yunho pun menjulurkan tangannya.
Jae menyambut uluran tangan yunho. "Jaejoong imida." katanya lalu melepaskan tangan yunho.

"YAHH,bisanya mereka meninggalkan ku dengan keadaan rumah seperti ini." jaejoong bermuram durjana pada dirinya sendiri. Tanda ada bantuan dari siapapun jaejoong mulai membersihkan bagian rumah itu satu persatu, sampai semua ruangan mengkilap, dan tak ada lagi debu sedikitptn. Maklum saja jaejoong merasa sangat tidak nyaman jika melihat tempat yang kotor serasa seluruh tangannya gatal untuk membersihkan. Setelah membersihkan semuanya, jaejoong merasa tenggorokkannya sangat kering. Dia langsung saja berjalan ke dapur,dan membuka kulkas tapi yang ditemukannya hanya beberapa botol air mineral yang setengah berisi. "Ehm, jika seperti ini aku harus berbelana dan memasak."
Jaejoong sangat mandiri, dia juga pintar memasak itu semua karena kedua orangtuanya yang tinggal sangat jauh dengannya.

****

Betapa terkejutnya yunho ketika masuk kedalam rumah. Rumahnya begitu rapi dan sangat bersih tak ada satu hal pun yang mampu mengungkapkan rasa terkejutnya. Saat yunho berajak dari ruang tamu ke dapur, ia menemukan sebuah memo kecil diatas meja dan makanan yang masih hangat. 

Cepat dimakan sebelum dingin ^^
 

jaejoong

Yunho hanya menatap memo itu sambil tersenyum. Baru kali ini iya menemukan seseorang yang benar- benar baik serta tulus padanya selain junsu. "Hebat anak itu bisa membersihkan rumah ini dengan sangat mengkilap. Benar-benar terkejut aku dibuatnya."
 
****
 
"Bagaimana? Apakah pekerjaan itu berat?"
"Ani, junsu. Sangat ringan bahkan aku hanya perlu membersihkan rumahnya, dan memasak. Seperti bekerja untuk rumah sendiri!" 
Mereka berdua sedang santai duduk di ruang tamu milik junsu. Rumahnya tidak terlalu besar tapi terlihat nyaman. Seluruh ruangan berwarna putih, hanya putih dan perabotan berwarna hitam.
"Apa yang ingin kau lakukan hari ini?" Tanya junsu pada jae lalu meneguk minumanya.
"Hanya ingin tidak melakukan apapun.... Aku ingin menikamati hari ini. Jarang-jarang aku bisa bersantai dirumah."
"Bukannya setiap hari kau juga hanya bersantai dirumah saja?"
"Maksudku dirumahmu..."
"Ehm.... Aku harus pergi menyelesaikan tugas kantorku. Bisa tolong jaga rumah?"
"Boleh." Jawab jaejoong lembut "Tapi satu jam seharga 100.000, setuju?" Jaejoong tersenyum licik.
"Jangankan seharga itu.... Lebih dari itupun aku tak ingin membayarnya." Junsu merogoh sakunya  handphonenya bergetar, dan membuka pesan yang tertera di handphonenya. "Sepertinya aku harus pergi sekarang! Nanti pulang akan ku belikan permen dan pizza untukmu." Kata junsu lalu pergi dari hadapan jaejoong.

Seharian jaejoong seharian hanya tidur seperti kucing. Dia terbangun karena seseorang menekan bell dan membuatnya kesal "Siapa yang kurang kerjaan mencari junsu,sih?" Dengan mata masih setengah trtutup jaejoong melangkahkan kainya kedepan pintu dan membukanya. 

Yunho tersenyum manis saat pintu terbuka. Senyum yang sengaja ditatanya dihari yang menyedihkan ini, tapi yang dilihatnya bukan junsu melainkan jaejoong. Walaupun jaejoong bekerja denganya tapi mereka sama sekali jarang bertatap muka, Jaejoong selalu datang setelah yunho berangkat kerja dan pulang sebelum yunho pulang kerumahnya, yang ditemukan yunho hanya memo kecil setiap hari. "Hei..." Seru yunho sambil mengikutu jaejoong yang tidak memperdulikannya. 'Anak ini dingin,tertutup, atu apa? Kenapa junsu bilang boojae itu ceria dan baik hati? Aslinya seperti ini' Seru yunho dalam hatinya. Padahal yunho datang malam-malam karena ia ingin bercerita pada junsu kalau dia baru saja mendapatkan sebuah musibah hari ini.


"Silahkan duduk." Kata jaejoong lau pergi ke dapur, meninggalkan yunho.
"Ternyata aku salah telah datang kesini." Kata yunho pelan seperti berbisik, yunho malah asik menikmati kesedihanya sampai tidak sadar jaejoong telah duduk disampingnya.
"Ehm....."
Suara itu membuat yunho tersentak dari lamunanya.
"Kalu melamun,ya?" Tanya jaejoong sok polos. "Junsu belum pulang. Aku juga tidak tahu kapan dia akn pulang, kalu mau kau bisa menunggunya disini." Lanjut jaejoong dingin.
Perkatan jaejoong benar-benar membuat yunho marah. Sudah patah hati, yunho malah harus berhadapan dengan jaejoong yang sedang terganggu moodnya karena tidurnya yang terganggu. "Baiklah! aku akan menunggunya sampai dia pulang!" Nada suara yunho naik 1 oktaf.
"Kau tidak perlu sampai menaikkan nada bicaramu seperti itu." Komentar jaejoong "Walaupun kau sedang patah hati sekalipun."
Perkatan jaejoong benar-benar membuat yunho sadar jika ia salah "Mainhae,jae! Aku sedang sedih kau malah membuatku marah. Apalagi jika sikapmu sangat dingin seperti itu." 
"Itu salahmu karena menganggu tidurku." jaejoong mangabil minuman dingin yang ada diatas meja dan langsung meneguknnya tanpa sisa. "Sudahlah kau tidak perlu bersedih lagi. Bukan karena aku senang jika kau putus. Maksudku jika kita putus atau mengalami duka itu artinya akan ada sesuatu hal yang kan mengganti kesedihan kita hari ini." Jaejoong tersenyum lebar.
"Tapi aku sangat mencitainya,jae! Hatiku benar-benar terluka, dan rasanya sangat sakit sekali."
"Jadi apa yang akan kau lakukan? Bunuh diri?"
"YAH yang benar saja! Aku masih waras tidak mungkin aku bunuh diri karena cinta saja."
"Itu artinya kau tidak tidak sepenuh hati mencintainya."
"Aku hanya tidak habis pikir apa yang kurang dariku sampai ia pergi dengan namja lain."
"Sudahlah......." Jaejoong bangkit dari duduknya "Aku lapar! aku mau makan diluar! Kau boleh tetap disini bersama kesedihanmu, jika kau mau."   

Jaejoong berjalan pelan keluar rumah diikuti yunho disampingnya. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Jaejoong duduk dan memesan makanan, yunho pun ikit duduk tapi ia hanya memesan sake. Sepanjang jaejoong makan yunho hanya sibuk mengahabiskan isi sake sampai ia mabuk. 


"Yunho....." Jaejoong menggoyang-goyangkan tubuh yunho, tapi yunho sama sekali tidak merespon.  
Hujan turun membasahi bumi. Jaejoong terpaksa mengendong tubuh manja tampan yang menjadi majikkannya, sambil harus berhujan-hujannya ditengah malam. 
"YAH!!!! JUNG YUNHO BISANYA KAU MABUK DAN AKU TERPAKSA MENGGENDONGMU.......... WANITA SEPERTI APA YANG BISA MEMBUATMU SEPERTI INI???"
Jaejoong sibuk mengoceh sendiri sepanjang perjalanan kerumah yunho. Seberanya ia mau kerumah junsu tapi junsu pasti akan sangat khawatir mendapatinya dengan keadaan seperti ini, bisa-bisa junsu akan menyuruhnya diam duduk dirumah tanpa melakukan apapun, mengingat junsu sangat protektiv terhadapnya. 
"KAU KIRA BERAT TUBUHMU RINGAN SEPERTI KAPAS APA? KENAPA KAU TIDAK MEMIKIRKAN ORANG YANG ADA DISEKITARMU SEBELUM BERTINDAK???" 
Jaejoong meletakkan yunho diatas tempat tidur dengan baju yunho yang masih basah. Tiba-tiba pandangannya kabur dan ia pun pingsan. Tubuhnya melekat dengan tubuh yunho.
 
****

Saat yunho terbangun dari tidurnya, ia merasakan 2 hal pertama kepalanya yang terasa sangat pusing dan yang kedua seseorang berada diatasnya. Betapa terkejutnya dia saat membuka matanya. Dilihatnya wajah cantik jae yang berada diatasnya. Yunho menarik tubuh jaejoong hingga tubuh itu berada sisampingnya.
"Jae..." kata yunho sambil duduk diatas tempat tidur dan menggoyang-goyang tubuh jaejoong. Saat tanganya menyentuh tubuh jaejoong dirasakannya suhu tubuh jaejoong yang sangat tinggi. "Jae, kau sakit!" yunho langsung menyentuh dahi jae. "Benar suhu tubuhmu sangat tinggi." Yunho ingin bangkit dari duduknya namun sebuah tangan menariknya.
"Ku mohon jangan sampai junsu tahu aku sakit. Dia pasti akan sangat khawatir." Kata jaejoong lemah.
"Tenanglah! aku tidak akan memberi tahu junsu. Istirahatlah... Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu." Yunho berlari keluar dari kamarnya dan langsung menghubungi changmin, chanmin adalah dokter kepercayaan keluarga jung.

****

"Dia hanya demam biasa..." Kata dokter yang berwajah anak-anak itu "Jangan lupa suruh dia minum obat teratur, agar cepat sembuh."
"Baiklah dokter."
"Saya permisi..." Kata dokter changmin meningalkan kamar. 

*****

Nasib jae beruntung sekali. Kantor junsu memberi junsu tugas keluar kota, sehingga junsu tidak mengetahui kalau jaejoong sakit. Selama sakit yunho merawat jaejoong dengan sangat baik. Ternyata yunho lebih cerewet saat merawat jaejoong, dia selalu saja memaksa jaejoong memakan buburnya dan meminum obatnya. Padahal jaejoong sama sekali tidak memiliki nafsu makan karena mulutnya terasa pahit sekali. 
"KAU HARUS MAKAN!" Yunho membentak jaejoong yang dari tadi membungkam mulutnya. "PERLU AKU MENELEPON JUNSU?" yunho mengambil handphonenya.
"ANDWE..." jaejoong cepat-cepat mengambil bubur yang ada diatas meja, dan menyuapkannya ke dalam mulutnya. "Lihat aku sudah makan." jae menunjukkan mangkok buburnya yang sudah sedikit berkurang.
"Jangan lupa minum obatnya. Walaupun demam mu sudah reda tapi jika obatnya belum habis itu berarti kau belum benar-benar sembuh!" yunho meniup-niup kopinya, lalu menyerup kopinya. 
Jaejoong hanya memajukkan bibir bawahnya mendengar ucapan yunho.

Hari-hari mereka lalui bersama dengan cekcok yang tiada akhir. Seperti pagi ini. Yunho duduk dikursi yang sama setiap hari "Jangan lupa minum obatmu!" kata yunho lalu berdiri dari duduknya, meninggalkan peralatan makannya.
"YAH, JUNG YUNHO!!"
"Mwo?" yunho membalikkan tubuhnya menghadap jaejoong.
"Bersihkan alat makanmu."
"Kan ada dirimu yang ku bayar untuk membersihkan rumah."
Jaejoong berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang "Bagaimana kau bisa menyuruh orang sakit membersihkan rumah?" Jaejoong menunjukkan wajahnya yang sepertinya tak bertenaga.
"OK.... kau menang! Akan aku bereskan alat makanku." Yunho kembali lagi kemeja makan dan membawa alat makannya dengan wajah asam.
****

Jaejoong sedang duduk disofa sambil menonton tv. Yunho datang dang langsung duduk disampimg jae, sambil berusaha mengurangi jaraknya dengan jaejoong. Setelah jaraknya dengan jaejoong hanya 2cm "Aku lapar! buatkan makanan." pinta yunho merengek-rengek.
"Kau kan bisa membeli makanan, kepalaku sedikit pusing jika berdiri terlalu lama." komentar jaejoong sok cuek dengan tingkah yunho yang bermanja-manja padanya. Walaupun ia merasa jantungnya berdetum sangat keras mengentam dadanya.
"YAH yang benar saja. Obatmu telah habis itu artinya kau telah sembuh! Aku lapar jaejoong." rengek yunho sambil menumpahkan berat tubuhnya ke jaejoong. "Kalau kau tidak mau memasak aku akan mencium sekaligus memakanmu."
Kata-kata yunho membuat jaejoong langsung berdiri dan berjalan ke dapur. Sementara yunho tersungkur akibat jaejoong bangun tiba-tiba. 'Yah, batal diriku mencium aibir merah itu.' seru yunho dalam hatinya.

Selesai makan yunho membantu jaejoong membersihkan alat-alat makan. 
"Lap dengan bersih, dan benar-benar kering." kata jaejoong lalu meninggalkan yunho yang sedang mengelap peralatan makan. 
"YAH, yang benar saja! Sebenarnya aku atau dia yang berkerja dirumah ini?” keluh yunho. Walaupun mengeluh tetap saja yunho melakukan apapun yang dikatakan boojae. Boojae itu panggilan sayang yunho buat jae. Tapi menurut jae panggilan itu menarik.
Selama hampir 2 minggu ini jaejoong tinggal dengan yunho. Sekarang jaejoong sudah sembuh dari sakitnya, namun yunho menyuruhnya tinggal dirumanya. Walaupun alasan utama yunho menyuruh jaejoong tinggal dirumahnya karena yunho sudah memiliki sedikit rasa yang tumbuh pada jaejoong , tapi jaejoong tidak mengetahui rahasia yang disimpan yunho dan junsu. 
Junsu juga tahu jaejoong sakit karena harus berhujan-hujannan mengantar yunho, namun kantornya menugaskannya keluar kota. Junsu pun tahu kalau sejak dulu yunho sudah memiliki rasa pada sepupunya yang berwajah cantik lebih dari banyak wanita. Hanya saja dulu yunho tahu tentang jaejoong melewati junsu, namun pada saat itu yunho masih memiliki hubungan dengan yoochun.
****

“Kenapa harus kesana? Inikah ulangtahunku junsu!” Manja cantik ini sedang menghias kue ulangtahunya. Dihiasnya kue itu dengan sangat cantik, kue yang memiliiki bunga mawar disisinya. 
“Sudahlah, aku akan menyusulmu disana.”
“Aku tidak mau kesana………”
“YAH!!! Kim jaejoong, ulangtahun yunho denganmu tidak terlalu jauh bedanya.” Junsu menarik napasnya dalam-dalam. “Kau mau bersembunyi seperti apa lagi? Apa kau kira aku tidak tahu apa yang kau rasakan terhadapnya?”
 “Ini hanya perasaan yang salah junsu. Tidak mungkin aku menyukai seorang namja yang menjadi majikanku. Aku harus menghapus perasaan ini.” Jejoong menaikkan nada bicaranya. “Bayangkan namja dengan namja itu hal aneh!!!!”
“Apa salahnya dengan menyukai seorang namja? Aku tidak pernah berpikir kalau dirimu tidak normal,joongie! Perasaan itu karunia dari tuhan.” Suara junsu mendayu-dayu.  *_*
Jae hanya dapat diam mendengar ucapan junsu. Jaejoong tidak menyangka kata-kata itu akan keluar dari mulut sepupunya. Bagaimanapun dia senang sepupunya tidak berpikir kalau dia salah karena memiliki perasaan seperti itu. 
“Baiklah aku akan pergi kesana…..” seru jaejoong lemah, lalu menekan tombol berwarna merah di handphonenya, kemudian memasukkan benda mungil itu kedalam sakunya. Jaejoon  malas jika harus berdebat dengan junsu, apalagi jika harus melihat wajah polosnya yang seperti tanpa dosa itu. Walaupun junsu kadang-kadang lebih menuruti jaejoong.
 
****
 
Jaejoong melangkah pelan turun dari bus dan berjalan kearah rumah yunho, dengan sekotak kue ditangannya. Dibukanya pagar yang setinggi bahu orang dewasa itu, dengan mantap dilangkahkan kakinya. ‘Yunho pasti sedang tidak ada dirumah pada saat-saat seperti ini.’ Pikir jaejoong. 
Jaejoong merogoh sakunya, meraih kunci dengan gantungan mawar hitam yang terbuat dari alumunium. Dibukanya pintu itu dan masuk kedalam ruangan. Namun saat dia masuk kedalm ruangan ia mendengar suara orang yang sedang berdebat. Jaejoong hanya mampu dia berdiri ditempatnya berpijak.
 
“Aku masih mencitaimu yunho, maafkan aku! Aku baru tahu min tidak sebaik yang aku bayangkan.” Yoochun menggenggam tangan yunho. “Yunho….” Seru yoochun. “Apakah kita tidak bias lagi kembali seperti dahulu???”
“Ani, aku tidak bias lagi bersamamu.”
"Waeyo, yunho??" ada sebutir air yang mulai akan jatuh bersusah payah yoochun menahan air matanya. "Apakah semua karena pembantumu itu? Aku lebih pantas ada disisimu, daripada dirinya yang hanya seorang pembantu." Perasaan yoochun benar-benar bercampur aduk.
"DIAM YOOCHUN!" Bentak yunho. "Apa yang kau tahu tentang boojae? Apa kau perduli denganku? Dulu kau meninggalkan ku seperti sampah yang tak ada artinya bagimu! Dan kau pergi begitu saja dengan changmin."
Dada yunho benar-benar terasa sangat lapang setelah mengucapkan semua isi hatinya. Semua derita yang ditanggungnya selama ini. "Aku memang menyukai boojae lebih dalam dari yang aku sadari. Aku tidak pernah menganggapnya seperti pembantuku! Aku menganggapnya seperti istriku, walaupun dia tidak mencintaiku itu bukan masalah bagiku."
Yoochun benar-benar shok mendengar semua yang dikatakan yunho. Yunho miliknya kini sudah tidak ada lagi. Yunho yang selalu tersenyum padanya. Yunho yang selalu mencintainya walaupun yoochun sering sekali berselingkuh. Yunho yang selalu memanggilnya chunnie. Yunhonya..... 
Tak terasa airmata yang sudah bersusah payah ditahannya akhirnya mengalir membasahi pipinya, yoochun langsung pergi tak ingin yunho melihatnya terpuruk. Saat yoochun pergi meninggalkan yunho, dia melihat seseorang yang sangat cantik di depan pintu.
Yunho membalikkan tubuhnya, melihan yoochun pergi. Betapa terkejutnya yunho melihat jaejoong berdiri di dekat pintu, tubuh jaejoong berdiri tegak dengan raut wajah yang berada diantar bahagia dan kesedihan. Kue yang dibawanya telah mendarat dilantai. Entah bagaimana bentuk kue yang didalam kotak itu.
 
#JAEJOONG POV
Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi barusan. Aku tidak tahu juga harus bersikap seperti apa, semuanya terasa aneh. Aku baru saja merusak hubungan yunho, namun yunho mencintaiku. Bagaimana bentu wajahku yang sekarang. Ku langkahkan kakiku ingin pergi dari situasi ini, namun tangan besar dan kokoh itu menarik tubuhku kedalam pelukkannya. 
"Jangan pergi!!! Ku mohon." Katanya sambil memeluk erat tubuhku.
Aku hanya bisa diam saja mendengarnya berbicara. Aku sendiri tidak tahu harus bagaimana. Entah harus bersedih atau senang setengah mati. Awalnya ku pikir hanya aku yang menyukainya tapi ternyata aku salah. Dia menyukaiku juga! Itu suatu keajaiban yang sangat tak terduga.
"Kau mau terus memelukku sampai kapan??? Napasku haa....mpi...r h...a..b...is...." kataku terbata-bata.
"Mianhae,boojae." Yunho melepas pelukkannya dan langsung mengenggam tanganku. 
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanyaku sinis menutupi rasa malu ku.
"Kau menyukaiku kan?!"
"MWO?" jawabku kaget setengah mati sejak kapan dia tahu aku meyukainya?
"Kalau kau tidak menyukaiku pasti kau akan langsung kabur setelah mendegar pembicaraan ku dengan orang itu! Tapi nyatanya kau masih disini. Itu artinya kau meyukaiku." Kata-kata yunho penuh percaya diri. "Lagian junsu juga bilang kau menyukainku." lanjut yunho. 
'Junsu awas kau! KAU AKAN MATI SAAT AKU BERTEMU DENGANMU........'  kataku membatin. Aku hanya bisa mengangguk saja, sebagai tanda iya. Yunho tersenyum dan langsung megecup bibirku kilat.
"Saranghae boojea..." katanya membuat pipiku merona merah. "Sangeil cukkahamnida boojae...." lanjutnya lagi dan memeluk tubuhku....
 
====epilog====
"Mau apa datang kemari?" 
"main!" jawabnya polos. "Tapi sepertinya tidak jadi main! Aku akan menikah dengan sepupumu,saja!"
"Mwo?" Anak kecil yang berusia 8 tahun dan chabi ini sangat terkejut mendengar ucapan temannya, sampai mobil-mobilan yang ada ditanganya terlepas, dan mendarat dilantai.
"Sepupumu sangat cantik!"
"Dia namja bukan yeoja."
"Aku tidak perduli rasaku sama saja,junsu." 
"Terserahmu..... Aku tidak perduli." Jawab junsu cuek karena tidak tahu maksud ucapan yunho yang ada diotaknya hanya mainan saja. 
"Dasar pabo." kata yunho sambil melihat sepupu junsu yang sedang asik menontok tv, dan memakan cemilan.

Tamat ^^
 
Mianhamnida kalau jelek ya 
ini pertama X nulis yunjae 




Selengkapnya...

[fanfic,yaoi,NC] YunJae/THANK YOU/1shoot

Tittle        : Thank You
Cast        : YunJae
Rat        ; NC 21
Author        : Kim Yuuga
Disclaimer    : Jaejoong sendirian dirumah ketika malam natal tiba, Yoochun pergi bersama teman-temannya dan Junsu kelayapan entah kemana rimbanya. ..

Jaejoong melenguh pelan, menghela nafas dan memperhatikan jiji- kucing kesayangannya yang mungkin seperti anaknya- bergelung tidur di tempat tidurnya. Jaejoong tersenyum kemudian memandang keluar jendela. Dia memeriksa ponsel blackberry nya pemberian dari sang suami apakah ada pesan yang masuk dari orang yang ditunggunya.
Siapa lagi kalau bukan yunho-nya..
Yang tidak bisa dihubungi selama beberapa minggu ini,
Yang membuatnya frustasi seperti orang gila..
Berbagai pikiran berkecamuk didalam otaknya saat ini, apa yang terjadi, bagaimana kabarnya, bagaimana kabar ‘anak bungsunya’ yang juga tak bisa dihubungi,changmin.
Apakah dia makan dengan baik, apakah yunho sudah mengingatkan jadwal tidurnya yang benar, apakah yunho juga makan dengan teratur..
Semuanya berkecamuk didalam pikirannya, dia benar-benar stress saat ini.
meraih kotak rokoknya, mengambil sebatang dan menyalakannya dengan zippo nya, matanya menyipit menghisap rokok itu, kepulan asap kini mengitarinya.
Pikirannya masih melayang, menerka-nerka apa yang terjadi dengan sang ‘suami’ yang tak bisa dihubungi sejak beberapa minggu…
Apa yang sedang dia lakukan? Mengadakan party 21+ bersama SM lagi?
Jaejoong tersenyum miris, terlalu tegar menghadapi semua ini, pikirnya..
Terpikir lagi diotaknya tentang party yang diadakan SM..
Lamunannya melayang kepada bayangan seandainya yunho bercinta dengan orang selain dia..
Dengan Personil snsd mungkin?
Dan melupakannya… jaejoong mematikan rokoknya dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal..
Menekan tombol speed dial 1 di blackberry nya dan menunggu jawaban dari panggilan itu..
Terdengar nada sambung MIDUHYO dari ponselnya, jaejoong masih menunggu orang itu mengangkat teleponnya..
Tapi nihil, malah sekarang mesin penjawab yang menjawab

Jaejoong pov

“cari mati kau JUNG YUNHO…!!ANGKAT TELEPONKU!”
Teriakku kepada mesin penjawab yang akan menghubungkanku dengan yunho.
Setidaknya rekaman suaraku akan sampai kesana,
Dan kau rasakan kemarahanku. Dasar namja pabo, ah.. aku juga namja ya? Sampai lupa aku..
“woaaaaaaa!!!!!!”
Aku menjerit seperti kesetanan, astaga jung yunho.. kau membuatku seperti  orang gila!!
Well, aku tidak mau peduli lagi,terserah kau mau telepon atau tidak, mau mengirim pesan atau tidak, mau bercerai dariku juga boleh..
Eh, tapi tunggu, kalau cerai jangan dong.. tidak dihubungi 2 minggu saja aku seperti ini, kalau diceraikan?
Yoochun dan junsu akan mencampakkan ‘ibu’ nya ini kejalanan karena sudah gila dan membuat keributan setiap hari ya?
Aigoooooo!!!
Tuhan, malam ini sangat berarti masa’ aku Cuma keliling-keliling apartemen dan mengitarinya.. memangnya aku sudah gila?!
Tidak ada yang menemaniku, termasuk si pabo yunho itu..
End of jj pov

Yunho pov

Riuh ricuh party yang diadakan SM membuat changmin terlena, lihat saja dia menjelajahi segala makanan yang disiapkan untuk party tanpa berpikir untuk setidaknya dance atau menggoda cewe mungkin..
Huft..
Tapi aku senang dia seperti itu, aku jadi berhasil mendidiknya sebagai anak yang baik dan cinta damai. Lihat saja, dia tidak peduli dengan lingkungannya yang berisik dan tetap makan.
Kemudian dia berjalan menuju kearahku dengan membawa sepiring penuh desert yang aku yakin bukan makanan penutup baginya
“appa, kau tidak makan?”
Tanya nya dengan mulut penuh, aku menggeleng
“kau duluan saja..”
“ponsel appa belum dikembalikan SM ya karena menghubungi eomma terus?ponselku juga appa.. aku tidak bisa mengucapkan marry x`mas kepada eomma, si duck butt dan yoochun hyungie..”
Ujarnya menghitung tiga orang kesayangannya dengan jarinya, aku tau sebenarnya dia sangat sedih, matanya saja berkaca-kaca. Tetapi dia tidak menampakkan kesedihannya disini,
Mungkin dia berpikir, tidak mau membuatku sedih..
Good boy..
“mana lagi ya yang belum ku jelajahi?”
Ujarnya mengedarkan pandangan kepada makanan-makanan yang ada di meja jamuan, kemudian memilih-milihnya lagi. Aku membiarkannya saja dan mengambil tempat duduk.
Kemudian Jessica dan tiffany datang menghampiriku…
“oppa, tidak turun ke dance floor?”
Tanya Jessica sok oke, dia duduk disampingku dengan memasang tampang imut.
Padahal menurutku jika jonggie yang seperti itu, dia pasti jauh lebih imut lagi..
“anio, oppa lagi malas.. kalian saja..”
ujarku, tiffany mengaitkan tangannya dilenganku
“ayo oppa.. kok bermuram durja dihari yang sangat bersejarah ini… ayolah, oppa ini mikirin apa sih.. melamun terus.. huft.. ga ada yang asik.. changmin oppa makan terus dari tadi terus bermain dengan kyuhyun oppa,ayolah..”
tiffany menghentakkan kakinya bermaksud memaksaku..
Huft..
Tidak berpengaruh. Kalau jonggie yang melakukannya pasti aku langsung mau…
“tidak usah tiffany, kau ajak saja donghae atau siapa gitu.. aku sedang tidak berminat..”
“dia pasti menunggu telepon dari jaejoong oppa, ngapain sih dipikirin orang begituan, ayo kita have fun oppa..”
Ujarnya menawarkan segelas minuman untukku,
Haaa.. untung saja aku sering menemani jonggieku nonton drama, mungkin saja digelas itu ada obatnya..
“kalau Jessica tau,kenapa masih komentar?”
ujarku pergi menjauh dari mereka dan menuju meja bartender
“martini one please..”
ujarku
“ania, martini jangan, berikan dia orange juice saja!”
Ujar orang disebelahku, leeteuk hyung
“hyung~”
“apa? Kau mau marah.. kau tidak boleh minum, minuman ini yunho… tidak baik untuk perutmu..”
cerewetnya, tapi dari mana dia tau semua ini ya?
“hyung da-“
“dari jaejoong, dia memberitahuku sebelum keluar dari SM,tentang kebiasaanmu dan pola makanmu.. kalau tidak salah heechul juga tau soal ini, karena itu dia minta kami berdua menjaga kalian..
Um.. tenang saja, aku tidak akan bersikap membela SM seperti snsd.. kau tau, kami juga telah kehilangan satu member dengan kasus yang sama..”
Aku mengangguk mengerti..
Ya, hangeng hyung juga keluar dari SM dengan kasus yang sama,
Tak ada dia lagi dalam kamus hidup SM dan heechul hyung sangat menderita karena itu. Sering kali aku melihatnya menangis sendirian, tapi dia tidak pernah menunjukkannya didepanku..
Hangeng hyung sudah melupakan SM.. dan heechul hyung sangat merindukannya seperti aku merindukan jaejoong saat ini..
“ponselku ditahan hyung, aku sudah dua minggu tidak menghubungi jaejoong, mungkin beratus message dan voice mail sudah ada diponselku..
Bagaimana ini hyung?
malam ini dia dengan siapa ya? Apakah junsu dan yoochun bertengkar karena berebut menghias pohon natal”
Kemudian leeteuk hyung tersenyum bijaksana. Dia memberikan sebuah simcard kepadaku…
Itu simcardku..
Aku membelalakkan mataku..
“darimana hyung mendapatkannya??”
tanyaku,dia menutup mulutku dengan tangannya
“aish, jangan berisik yunho-yah! Aku mendapatkannya, bukan mendapatkan, aku,heechul,dan donghae mencurinya tadi siang. Kim youngmin sedang pergi bersama sungmin,lalu kami masuk kekantornya dan menemukan ponselmu disana. Kami mengambil simcardnya dan membiarkan ponselnya disana..”
aku memeluk leeteuk hyung
“hyung!jeongmal gomawo hyung! Kalian..”
“itu kado natal dari kami, sekarang kau hubungi dia.. ah tidak, kenapa kau tidak langung pergi saja kesana? Soalnya ku lihat statusnya ditwitter, dia sendirian malam ini, chunnie dan su-iie pergi.. pergilah,heechul sudah menunggumu di pelataran parkir , kau gunakan mobilnya, biar dia menggunakan mobilmu untuk pulang nanti,arraseo?”
“jincha?!arraso hyung!gomawo..jincha gomawo-yo  hyung..”
Ujarku, kemudian tak lama changmin datang menghampiriku
“appa,kau mau pergi ketempat umma ya?”
Tanya changmin,aku tersenyum dan mengangguk
“kau ikut?”
“su-iie duck butt dan chunie hyungie dirumah tidak?”
Tanyaku lagi
“mereka pergi Minnie, kau mau ikut appa?”
Changmin menganggukkan kepalanya. Tapi kemudian mengurungkan niatnya
“berarti aku nanti akan mengganggu appa dan eomma, aku perginya besok saja deh dengan kyuhyun ,appa. Aku mau main lagi dengannya… appa pergi saja,tidak apa, sampaikan salamku kepada umma ya.. kalau si duck butt dan chunnie hyungie pulang, sms aku..”
dengan senyum riang aku memeluk changmin dan mencubit kedua pipinya
“arra,appa pergi ya?”
setelah berpamitan kepada leeteuk hyung aku keluar diam-diam kepelataran parkir. Mobil Peugeot biru milik heechul hyung terpakir disana dengan dia didalamya yang sedang melamun
“hyung!”
Panggilku, dia tersentak dan tersenyum
“kau sudah datang, ini kuncinya.. bersenang- senanglah..”
aku menatap orang yang sudah kuanggap sebagai hyungku ini sedih, dia pasti sangat sedih tidak bisa bertemu hangeng hyung,biasanya dia selalu terlihat ceria dihari seperti ini,tapi sekarang dia lebih banyak diam…
“hyung, apakah aku tidak bersenang-senang diatas penderitaanmu?”
Tanyaku, dia tertawa
“bicara apa sih kau?tentu saja tidak!pabo..”
“tapi hyung dan hangeng hyung…”
dia tersenyum kecut dan mendorongku masuk kemobil
“masuk dan temui jonggie,pakai mobil ini agar SM tidak tau itu kau.. itu hadiah natal dariku..”
ujarnya tersenyum dengan mata yang berkaca..
Aku mengangguk dan kemudian menutup kaca jendelanya,aku lihat dia memalingkan wajahnya..
Dia pasti sedang menangis..
Tuhan,jika tidak berpikir aku terlalu tamak,
Karena bertemu dengan jaejoong sudah dikabulkan, bisakah aku meminta satu saja permintaan lagi..?
berikan heechul hyung kebahagiaannya..
Karena hanya itu yang bisa kulakukan sebagai hadiah terindah untuknya..

Jaejoong pov
Mondar mandir apartemen lagi, lagi-lagi mondar mandir. Aku menukar-nukar chanel tv. Tidak ada yang oke!
Pikirku, kemudian aku meraih laptopku dan mensearch gambar suamiku..
Astaga,
Disana ada gambarnya.. sedang berendam dilaut, dan yang tertutupi air hanya bagian pinggangnya hingga pangkal paha..
Omo,
Dadaku berdetak kencang sekali, gemuruh nafsu mulai melandaku..
Arghhhh!!!!
Aku mengacak-acak rambutku,
KEMANA KAU JUNG YUNHOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!
Ting tong..
Kemudian bell apartemen ku berbunyi
“nuguseyo!!”
Teriakku dan melihat dari cc tv siapa yang datang, aku terlonjak kaget!
Itu yunho-ku!!
Kemudian dengan segera aku membuka pintunya dan berkacak pinggang didepannya
“kemana kau?kenapa dua minggu tidak mengabariku?apa yang kau lakukan?kau sudah bosan padaku?kau berselingkuh dengan wanita lain ya?dengan siapa?dengan tiffany?jessica?GO ARA?apa kau merawat anakku dengan baik? Bagaimana makanmu?dia?kenapa kalian tidak menghubungiku?aku khawatir sekali pabo!”
Aku marah-marah seperti ngeRAP, yunho sampai tertawa. Aku memukul dadanya pelan karena pada akhirnya aku tidak bisa membendung air mataku..
“hahahaha…jonggie baby,aku harus menjawab yang mana dulu nih..”
“tidak lucu!masuklah…”
aku menariknya masuk dan memeluknya sambil menutup pintu apartemenku, aku menciumi bibirnya dengan tidak sabar
“ungh.. tidak sabaran sekali chagya.. sebentar aku mau buka sepatu dulu..”
Ujarnya, kemudian membuka sepatunya dan menarikku,menciumku dengan ganas,aku melingkarkan kedua tanganku dilehernya.
Sudah lama aku tidak menikmati bibir ini..
My yunnie bear..
Bibir ini sangat ku rindukan..
Yunho segera menarikku ke sofa dan meniduriku, tetapi matanya mendapati sebuah asbak rokok di dekat jendela tempat aku duduk tadi
“harus berapa kali aku ingatkan kau untuk tidak merokok,kim jaejoong?”
tatapnya super seram melihatku,kemudian aku memasang wajah ketakutan
“mian, aku tak bisa yun.. kalau stress aku melakukannya..”
“stress?kau tau kan itu berpengaruh untuk pita suaramu… aku juga lihat di photobook terbarumu, kau merokok juga..”
Yunho cemberut,aku mengecup bibirnya kilat
“biar photobooknya laku..hehehe, mianhae.. aku akan mencoba merubah kebiasaan burukku..”
ujarku tersenyum memelas kepadanya. Akhirnya dia mengangguk mau mengerti,leaderku yang satu ini memang perhatian..
kemudian dia menatap wajahku dalam
“mianhae chagya.. ponselku ditahan sama SM karena ketauan menghubungimu.. tapi heechul hyung,teuki hyung,dan donghae menolong ku.. mereka yang membuatku bisa sampai ketempat ini sekarang..”
Aku melingkarakan tanganku dikedua leher yunho, yunho berbaring diatasku,satu tangannya bertumpu tepat disamping kepalaku,dan tangan lainnya mengelus-elus rambut dan pipiku.
“jincha yeobo?aku akan mengirimkan mereka ucapan terima kasih segera..aku juga mengkhawatirkan heechul hyung,apakah dia baik-baik saja?”
“tidak,sepertinya dia benar-benar kesepian..”
Aku menatap nanar wajah yunho, membayangkan heechul hyung yang sekarang sedang menangis sendirian..
Tiba-tiba yunho menciumku, lembut..
Kemudian aku membalas ciumannya, lama kelamaan ciuman kami menjadi begitu panas dan kemudian dia melepas ciuman kami, lenguhan panjang terdengar dari bibirku
Lalu dia menuju leherku, menjilatinya dan mencucupnya hingga tertinggal bekas merah di leherku.
“ng…h..ahh.. bear…”
panggilku lembut,mengelus kepalanya yang kini sudah menciumi leherku. Kemudian aku menolak tubuhnya lembut, raut kekecewaan terpancar di wajahnya
“wheo?”
Kemudian aku mengambil laptop ku yang masih menyala dan memperlihatkan gambarnya yang sensual tadi
“kau sangat sexy disini honey, aku tidak tahan ingin mencium tubuh sexy yang sedang bermandikan air laut ini.. ah~kulitmu semakin coklat ya honey?
Kau sexy sekali..”
Bisikku dengan suara manja dan nakal, dapat kulihat wajah nya tersenyum penuh kemenangan di hadapanku, kemudian satu persatu kulepaskan pakaiannya. Kemejanya,celananya, bahkan pakaian dalamnya. Tak ada lagi pakaian yang melekat ditubuhnya
“I want to tease you baby… oh my god, you really damn sexy hubby..”
bisikku, yunho kemudian mendorongku kesofa, aku mendesah pasrah ketika dia mencium ku lagi, tangannya bergerak cepat untuk membuka jaket hitam yang kukenakan dan kemudian membuka baju dalamku. Lalu celana dan boxer yang kukenakan hari ini.
Yunho terus menciumiku, sekarang lidahnya menjelajahi nippleku, menghisapnya dan menggigitnya kecil,membuatku merasakan berbagai macam rasa. Nikmat, sedikit perih sih.. tapi benar-benar nikmat. Dia memang tau bagaimana caranya memanjakanku.
“yun…nggh… I want to tease you too,baby.. “
Bisikku dengan suara mendesah, membuat yunho semakin menggila menjelajahi tubuhku. yunho kemudian menggenggam juniorku yang sudah menegang dari tadi. Mengocoknya pelan, tapi lama kelamaan semakin kuat, membuatku bergelinjang kegelian. Kemudian yunho melebarkan kedua kakiku, dan sekarang kepalanya berhadapan dengan juniorku.
Yunho tersenyum,
“sudah lama tidak bertemu ya, anyeong jj’s junior?”
panggilnya sambil menjilati lubang kencingku yang membuatku langung merasakan perih dan nikmat dalam waktu bersamaan. Aku mengerang ketika yunho memasukkan juniorku kedalam mulutnya dan menghisapnya seolah-olah itu adalah permen lollipop
“bear.. ngggh…hisap terus yang kuat… ahhhhh…you’re the best honey..”
bisikku. Yunho semakin semangat menghisapnya dan aku semakin berada dipuncak..
Dan mengeluarkan cairanku di dalam mulutnya, yunho yang merasa tak tahan segera  melebarkan kedua pahaku dan mulai menggoda manhole ku dengan jarinya,
Kemudian kurasakan sebuah benda besar masuk kemanholeku.. junior yunho..
“argggghhhh!!!SAKIT YUNNIE BEAR…NGGHHHH!!JINCHA APOOOOO!!”
Teriakku menjambak pelan rambut yunho
“tahan baby-ah…”
“ngggg….ahhhhhhhhhhh….. yeah, aku bisa melewatinya yun…nggggh…faster please…. Tease me, come on hubby… faster…aaahhh!!!!GOD!!”
“yeah…ahhhh…nikmat  jae,nggggh….”
“ ah..aku mau keluar lagi yun…”
ujarku juniorku yang menempel diperutnya sudah menegang sekali
“keluarkan sama-sama baby…nghhhhh…”
Yunho pov

Aku tersenyum mendengar dengkuran kecil dari bibir jaejoong. Aku menggeser letak dudukku dan membiarkannya terbaring kelelahan disofa setelah tadi malam terjadi ‘pergulatan’ diantara kami. Dia masih memelukku, melingkarkan tangannya di perutku. Aku mengecup matanya
“aku cinta mata ini..”
Ujarku lembut kemudian mengecup hidungnya
“aku juga cinta hidung mancung ini..”
Ujarku, kemudian beralih kebibirnya
“aku cinta bibir chery ini..”
Aku mengecupnya berulang-ulang membuat pemiliknya menggeliat dan terbangun.
Mengedipkan matanya kemudian memelukku
“yeobo… sudah bangun..nggg…”
Jaejoong duduk di sofa tempatnya berbaring tadi, kemudian dia memelukku yang sudah duduk disofa disampingnya tidur, membenamkan wajahnya di dada bidangku. Aku hanya mengenakan boxerku setelah bangun tadi, dia belum memakai apapun
“ yeobo.. masih ngantuk…”
Ujarnya manja, kemudian aku menariknya kepangkuanku
“bobo lagi..”
Ujarku,jaejoong tersenyum dan menggelengkan kepalanya
“kau lucu sekali sih..”
Gelitikku, jaejoong menggeliat dan tertawa manja.. sexy sekali. Jonggie ku..
“anio.. kau lapar yunnie?”
Panggilnya sambil tersenyum
“kau mau masak?tentu saja aku lapar..kau bernafsu sekali tadi malam..”
Bisikku sembari menggigit kecil telinganya dan mengulumnya, jaejoong mendesah pelan
“tapi aku mau mandi dulu..”
ujarnya beranjak dari pangkuanku. Dan berlari menuju kamar mandi.
aku tersenyum, kemudian bell apartemen jaejoong berbunyi
“nuguseyo..”
Panggilku
“APPA!!!!”
Teriakkan dolphin kami langung membahana, yoochun tertawa pelan
“appa..buka pintu..”
yoochun berujar santai,memberikan senyum terbaiknya yang terlihat dari camera cc tv apartemen mereka. Dengan segera aku membukakannya pintu
“APPAAAAAA!!!”
“dolphin-ah, jangan berteriak seperti itu… kau kan sudah dewasa..”
Ujarku mengelus-elus kepalanya. Junsu memelukku kemudian yoochun
“astaga appa, kenapa kau hanya memakai boxer..ah.. aku tau.. pasti ruang tamu berantakkan..”
ujar yoochun sambil berjalan menuju ruang tamu
“ugh..diluar dingin..”   
Keluhnya menggigil..
Junsu masih memperhatikan sekelilingnya dengan mata sipitnya.
“appa,dimana si tiang listrik?appa tidak datang bersamanya?”
Tanya junsu menanyakan adiknya, aku jadi ingat untuk menghubungi changmin
“ah iya… aku lupa,aku harus meneleponnya.. dia akan kemari setelah kuhubungi..”
ujarku meraih ponselku,tapi tiba-tiba ada teriakan seseorang
“DUCK BUTT KUUUUUUUU!!!”


Teriakan changmin mengejutkanku, kemudian dia memeluk junsu. Lebih tepatnya memitingnya
“argggg…appa lihat Minnie,apo!!TIANG LISTRIK PABO!”
Teriaknya, kemudian changmin tertawa. Terdengar suara cekikikan disamping changmin,ternyata itu kyuhyun
“kyuh?kau disini?”
Tanya junsu memeluk kyuhyun
“nee hyung,aku mengantarkan changmin..”
“aigoo..kau mau sekali mengantarkan si tiang listrik rakus kami ini.. kau pasti sangat repot,maaf merepotkanmu kyuh..”
Ujar junsu
“tidak apa hyung,aku senang membantu kalian. Oh iya,aku bawakan ini..kue..”
Kyuhyun menyodorkan sekotak cheese cake untuk kami.
“jincha gomawo yo kyuhyunnie..”
Ujarku
“wah…sepertinya enak..”
Ujar junsu
“enak saja kau duck butt,itu untuk appa,hyungku dan eommaku dan aku,kau tidak usah dapat bagian..”
Changmin berujar santai,junsu memukul kepalanya
“haha…kalian ini bertengkar terus, sudah ya.. aku mau pulang dulu.. nanti hyung dan changmin pulang dengan mobil chulie hyung kan?”
Tanya kyuhyun
“nee… jeongmal gomawo yo kyuhyunie..”
Ujarku mengelus kepala kyuhyun
“nee, bye honey…”
“APA??HONEY…!!?ih kyuh,kau mau berpacaran dengan orang gila seperti ini?”
Kyuhyun tertawa dan menggelengkan kepalanya.
“hahahaha,sudah ya aku pulang dulu…”

“tapi kau rindu padaku kan duck butt?ayo kita main game!”
Teriak changmin,junsu melompat senang
“yay, Minnie,ayo!!”
“oiya,dimana chunie hyungie?”
ujar changmin,tak lama yoochun muncul dan menampakkan batang hidungnya
“Minnie…”
Panggilnya, changmin berlari memeluknya erat
“bogoshippo hyung!”
Teriaknya,kemudian berjalan menuju ruang tamu bersama-sama. Yunho memutuskan untuk mandi saat itu
“mana eomma ku?”
Tanya changmin
“enak saja,itu eomma ku!”
Seru junsu
“enak saja kau,aku anak kesayangannya.. kau anak terbuang duck butt..”
cerocos changmin,junsu memukul kepalanya
“enak saja,aku yang anak kesayangannya!”
“bohong kan chunie hyung?!”
Yoochun tersenyum jahil
“dua-duanya anak kesayangan eomma,tapi aku lebih disayang..”
Ujarnya pede tingkat tinggi,changmin dan junsu memandangnya dengan tatapan death glare
“hahahahahaha”
yoochun tertawa garing
“dasar dahi lapangan sepak bola..”
Ujar kedua dongsaengnya, dan alhasil mereka berdua lari karena yoochun mengejarnya
“hey.. kenapa lari-larian Minnie-ah, dolphin-ah..”
Tiba-tiba jaejoong muncul dengan keadaan segar sehabis mandi
“eomma!!!!chunie jahat..!!”
“iya eomma,dia mengejar kami!!”
adu changmin dan junsu kompak, yoochun tertawa dan mengangkat tangannya
“well, I give up mom..”
ujarnya kemudian duduk manis di sofa. Lalu changmin memeluk ummanya
“eomma! BOGOSHIPO!!”
Teriaknya, jaejoong membalas pelukan anaknya erat
“nado sarang-ah… kenapa kau kurus sekali?aigooo Minnie baby, kau kurusan nak… kenapa?malas makan ya?”
changmin menggeleng
“tidak,makan ku banyak kok.. mungkin stress..”
ujarnya, jaejoong mengelus rambutnya..
“jangan seperti itu.. kau bisa sakit, ingin membuat eomma mu sedih?”
Ujarku, changmin hanya diam dan menggelengkan kepalanya
“jangan pikirkan masalah ini,kita akan selalu bersama.. nah, sekarang siapa yang lapar!?!eomma mau masak!”
YooSuMin segera berdiri mengangkat tangannya
“AKU!!!”


Jaejoong masak didapur sementara tiga jagoannya sedang berkumpul di ruang tamu bersama appanya. MinSu sedang main games, dan yoochun sedang mengobrol dengan yunho. Tiba-tiba ponsel yunho berbunyi
From        :heechul hyung

Thanks,aku tau kau sedang mendoakan ku semalam..
Terima kasih yunho-yah.. Tuhan menyayangimu,dia mengabulkan doamu..tadi malam hangeng menghubungiku,dia menyamar dan menemuiku.. kami sedang berduaan sekarang..salam sayangku untuk junsu,yoochun dan jaejoong..

Aku segera berlari kedapur dan memeluk jaejoong yang sedang memasak
“ada apa yunnie?”
“lihat ini..”
jaejoong membaca message dari heechul,bulir air mata jatuh dari matanya..
“syukurlah hyung....kau sangat beruntung..”

                    end Selengkapnya...