Picture

Picture

Jumat, 10 Juni 2011

[fanfic]the most beautiful angel i ever had chap 2

chapter 2




"aku cuma punya satu kamar...apakah aku harus berbagi kamar dengannya?"aku berujar sendiri menatap kamarku yang berantakkan luar biasa itu. hanya ada satu ranjang. ah,sebaiknya aku biarkan saja dia tidur disampingku ya?
toh dia dan aku sama-sama lelaki... tapi aku jadi nervous sendiri karena dia sangat cantik.
"joonggie..."
panggilku, mataku beredar mencari-cari keberadaannya. haaa...didapur tidak ada?
dimana dia?aku menuju ruang tamu dan melihat tv yang yang menyala,apakah dia sedang menonton tv?
kemudian mataku tertuju kepada sesosok malaikat yang sedang tertidur disofa dengan nyenyaknya. aku menatapnya yang sedang tertidur. sepertinya sangat nyenyak sekali ya?kenapa dia tidur disini sih? tubuhnya bisa pegal-pegal kan?
aku memilih mengangkat tubuhnya yang lumayan ringan kekamarku. dia tersenyum dalam tidurnya
"apakah kau sebegitu senangnya mendapat tempat tinggal joong?
ujarku meletakkannya diranjangku yang king size. mencoba berhati-hati agar tidak terbangun.
"nite joonggie..."
bisikku sebelum aku pun tertidur disampingnya...

"hentikan!!!jangan sentuh jonggie!!appa jangan!!jangan appa!!"
aku terbangun dari tidurku mendapati jaejoong menjerit sekuat tenaga dalam tidurnya. dia mengigau
"jaejoong!kim jaejoong bangun!"aku mengguncang-guncangkan tubuhnya,kemudian dia membuka matanya
"ada apa jae?kau kenapa!?"jaejoong menatapku dengan perasaan yang entahlah... sepertinya dia merasa sangat shock,sedih,tertekan..
air mata mengalir dari mata bulatnya yang indah
"hiks...hiks...yunnie....jonggie mimpi itu lagi...joonggie mimpi masa lalu joonggie lagi...joonggie mimpi mereka semua memperkosa joonggie... mereka semua... appa menjual joonggie untuk mereka semua... joonggie takut...."dia terisak-isak menahan tangisannya yang tiba-tiba pecah...
malang..
pikirku...
aku mulai melingkarkan tanganku dibahunya,kemudian aku membawa tubuhnya kedalam pelukkanku, jaejoong bersandar didada bidangku. aku mengusap-usap punggungnya pelan. membiarkannya menangis dipelukkanku
"gwenchana joonggie-ah... menangislah,lalu setelah itu,lupakan semuanya... lupakan semua yang terjadi.. sekarang kau sudah punya aku.. aku tidak akan pernah menyakitimu... aku berjanji..."jaejoong menatapku dengan matanya yang bulat, aku pun balas menatap wajahnya. kemudian wajah kami saling dekat...semakin dekat dan bibirku dan bibir cherry nya bertemu, aku melumat bibirnya lembut, diapun membalasnya. memasukkan lidahnya kedalam mulutku, dan ciuman kami menjadi begitu agresif dan... semuanya mengalir begitu saja...
aku dan dia... telah menjadi satu sekarang...



aku terbangun dari tidurku ketika kudapati jaejoong sudah tidak ada ditempat tidur. aku beranjak dari tempat tidurku, mengenakan baju handukku dan.. astaga... kamarku sudah menjadi sangat bersih.. apakah dia membereskannya semalaman?tanpa istirahat setelah 'malam' panjang yang kami alami bersama?aku segera beranjak ke luar kamarku dan mendapati ruang tamu nya sudah sangat bersih,semuanya tertata rapi. sepatuku yang berserakan juga sudah diletakkan dengan rapi ditempatnya. astaga jaejoong... dia melakukan semua ini?aku tersenyum sendiri,membayangkan dia yang seperti ini selayaknya ibu rumah tangga saja...
"yunnie...ayo sarapan...jonggie sudah masak..."
aku mendengar suaranya dari dapur,kemudian aku pergi menuju suara itu. mendapati dapur juga dalam keadaan bersih, kemudian aku melihatnya sedang memasak didapur..
Tuhan... aku jatuh cinta dengan makhluk ini...
malaikat yang kau kirimkan kepadaku dalam waktu singkat...
"selamat pagi..."aku memeluknya dari belakang, kurasakan harum tubuhnya. dia sudah mandi... tapi masih mengenakan kemeja yang kuberikan semalam
"ah...pagi yunnie..."ujarnya sambil mematikan api dikompor. dan berbalik menghadapku, kedua tangannya menangkup pipiku. matanya berkaca-kaca
"yunnie...apakah joonggie sedang bermimpi?"tanyanya kepadaku,perlahan air matanya mengalir
"anio..ini nyata sayang..."ujarku"apakah joonggie boleh mencintai yunnie?"tanyanya lagi,aku tersenyum dan mengecup kilat pipinya
"tentu saja... apakah aku boleh mencintaimu?"
jaejoong tersenyum bahagia,air matanya mengalir semakin deras,dia menganggukkan kepalanya berulang kali
"jaejoonggie mencintai yunnie...terima kasih sudah mencintai joonggie... terima kasih...terima kasih..."
dia berulang kali mengucapkan kata-kata itu, aku memeluknya bahagia. aku bahagia,menemukanmu jaejoonggie...



beberapa bulan berlalu sejak aku dan jaejoong tinggal bersama, semuanya berjalan dengan sangat indah... jaejoong sudah mulai terbiasa dengan kehidupan dirumahku, dia bahkan sudah dekat dengan yoochun,junsu dan changmin.. rekan kerjaku. hidupku sangat bahagia,seperti hari ini... rutinitas pagi yang beberapa bulan ku jalani ini sangat penuh dengan warna.. aku berharap keadaan ini akan tetap seperti ini..
"yunnie... ayo bangun.."aku mendengar suara imutnya memanggil namaku. kecupan kilatnya ia layangkan kebibirku beberapa kali sampai aku terbangun,kurengkuh tubuh mungilnya dan memeluknya,membawanya kedalam pelukanku
"yunnie...tidak pergi bekerja?jonggie sudah buatkan sarapan,ayo bangun yunnie..."ujar nya,,menggeliat-liatkan tubuhnya didalam pelukanku... aku tersenyum dan semakin mempererat pelukanku
"yunnie..."keluhnya lagi
"sebentar saja seperti ini... aku ingin memastikan kalau kau itu nyata.."
bisikku,lalu ponselku beredering, ugh.. mengganggu orang saja
"yunnie,ada telepon..."jaejoong mengambil kesempatan dan melepas pelukanku, aku dengan enggan meraih ponselku,nama yoochun tertera disana
"yobosseo?!kau mengganggu saja!"
ujarku meraih handuk yang di letakkan joonggie di samping ranjang,dan mengenakannya membalut tubuhku sambil berbicara dengan si pengganggu saat-saat romantis,park yoochun
"yunho...kau tau,gadis yang dulu mengejar-ngejarmu,si Go Ara itu kembali lagi!!dan yang lebih parahnya,ternyata dia adalah keponakan pak direktur...gackt.."aku membelalakkan mataku,sangkin kagetnya aku menghentakkan satu kakiku hingga handukku terlepas dari tubuhku
"APA KATAMU!!?"
teriakku
"yunnie,pelan-pelan bicaranya lihat handukmu itu.."
kritik jaejoong setengah tertawa
"ya...sekarang dia sudah ada dikantor...bagaimana ini?dia terus memberondongiku pertanyaan,aku sampai pusing dibuatnya...junsu sudah menatapku seperti seorang pembunuh..."
keluhnya
"aish...jika aku bertemu dengannya bagaimana ini?aku benar-benar malas bertemu dengan wanita seperti dia!"
yoochun menghela nafas panjang seperti yang kulakukan sekarang
"yasudah yun....pokoknya aku sudah menginformasikannya kepadamu ya... huft...sudah dulu ya,junsu sudah mulai ngambek..."
tuuuut..
teleponnya terputus,aku hanya diam..termangu harus bagaimana menghadapi Go Ara,wanita iblis itu mengejar-ngejarku sampai aku tidak bisa tidur..dia terlalu terobsesi padaku, dan parahnya lagi, dia anak dirut perusahaan kami?! jadi apa aku??

"sial!!"
umpatku ketika selesai mengenakan stelan kemeja biru dan celana hitam rapi untuk berangkat bekerja. aku hanya mengumpat dengan kesal mengingat sebentar lagi petaka akan menyusulku, jaejoong menatapku heran
"yunnie kenapa?"
tanya jaejoong yang memperhatikanku heran dengan mata bulatnya
"anio jae..gwenchana.."aku tak mau dia tau kalau sekarang ada masalah besar yang telah menunggu ku.. atau,aku tak mau dia mengenal wanita iblis seperti Go Ara!
“benarkah?kalau begitu ayo kita sarapan sekarang yunnie,nanti bisa terlambat kerja..ah!sebentar!”
Tiba-tiba jaejoong berlari ketoilet, dia berlari kekamar mandi terburu-buru
“hoek…hoek…”
Ku dengar suara jaejoong dari toilet,sepertinya dia memuntahkan sesuatu, aku segera menyusulnya kekamar mandi
“jonggie?gwenchanayo?”tanyaku khawatir sambil mengelus-elus punggungnya, dia masih memuntahkan sesuatu dari mulutnya
Padahal dia belum ada makan apapun kan?dia selalu menungguku jika akan sarapan pagi
“kau masuk angin jonggie?wajahmu pucat…”ujarku menangkupkan kedua tanganku kewajahnya yang pucat, jaejoong tersenyum
“tidak tau…akhir-akhir ini jonggie sering seperti ini…tapi tidak apa,sebentar lagi akan sembuh..”
Ujarnya memelukku,aku melepaskan pelukannya
“bicara apa kau?sudah sering seperti ini?kenapa tidak mengatakannya kepadaku??bagaimana kalau terjadi sesuatu?pokoknya kau harus ke rumah sakit bersamaku sekarang!”teriakku, jaejoong menatapku dengan pandangan sayu
“jonggie tidak apa..benar…sekarang yunnie sarapan ya?nanti terlambat pergi kekantor..”dia masih keras kepala
“aish..jangan membuatku khawatir jonggie… bagaimana kalau sesuatu terjadi..aku takut..”khawatirku, dia tersenyum dengan manisnya
“jonggie tidak apa-apa…percayalah!”dia mencoba bersikap ceria,, mau tak mau aku harus mengikuti kehendaknya. Mungkin nanti aku akan menyuruh hyungku, heechul untuk melihat keadaannya. Ah, aku lupa cerita soal hyungku. Dia adalah kakak laki-lakiiku yang tinggal di china karena ikut suaminya,hangeng. Kebetulan dia sedang ada dikorea. Mungkin aku bisa memintanya untuk melihat keadaan jonggie. Dia sangat suka bermain dengan jonggie.
“benar tidak apa aku meninggalkanmu kekantor?”tanyaku sekali lagi.
“iya..benar…”dia mengangguk yakin
“umm..kalau begitu aku pergi bekerja dulu. Jaga rumah dengan baik,arraso?saranghae jonggie-ah..”ujarku mengecup bibirnya kilat. Dia tersipu malu meskipun hal itu sudah menjadi rutinitas pagiku sejak beberapa bulan yang lalu. Dia belum terbiasa.
“nee..nado saranghae yunnie-ah…hati-hati ya..”dia melambaikan tangannya


“yobosseo?chulie hyung?”ujarku ditelepon,saat ini aku sedang dalam perjalanan kekantor dengan mobil baruku. Aku naik jabatan satu bulan yang lalu. Sekarang aku bisa membeli mobil. Mungkin ini berkat dukungan jonggie yang memotivasiku untuk bekerja lebih giat. Aku tidak ingin melihatnya menderita.
“nee…kenapa yun?”jawabnya
“bisakah kau melihat keadaaan joonggie nanti siang?dia agak kurang sehat tadi…”pintaku sedikit memelas
“jincha?? Baiklah setelah memasak untuk my gege aku akan segera pergi kerumahmu!”
Syukurlah dia mau. Sekarang saatnya kekantor dan menghadapi si gila Go Ara!
“hyuuuung….!!!!”
Belum apa-apa aku sudah disambut dengan teriakan junsu. Pasti sudah terjadi sesuatu
“ada apa su?kau kira aku tuli apa,tidak dengar kau memanggilku dengan pelan… harus dengan teriak seperti itu?”
Ketusku kepada junsu sambil bersikap ogah-ogahan ke tempat kerja
“dengarkan aku hyung!yoja siluman itu berani menggoda chunie ku!!aku sebel!!”teriaknya dengan suara dolphinenya
“Go Ara?serius dia ada disini?”tanyaku ulang, memastikan bahwa aku tidak bermimpi.. sialnya,ini kenyataan.
Tentu saja!dia mencari-cari mu dari tadi hyung… huft… jangan tergoda rayuannya,ingat jae-hyung..”nasihat junsu membuatku terkekeh pelan
“pabo-yah!kau membandingkan joonggieku dengan si siluman itu?tentu saja masih 100.000 kali joonggieku yang lebih baik..”ujarku dengan bangga. Junsu tersenyum mendengarnya
“lebih baik siapa dengan siapa?”suara seorang wanita yang baru saja diperbincangkan terdengar memotong pembicaraan kami
“ah…anio,kami hanya sedang membicarakan seseorang..”junsu mencari alasan, jika ketahuan kami sedang membandingkan dia,bisa habis kami
“ah,hai..”sapa ku ala kadarnya
“chagya..kenapa hanya segitu sambutanmu?”ujar Ara menghentakkan kakinya
“jadi haruskah aku membentangkan karpet merah untuk menyambut kedatanganmu..”ujarku ketus dan berlalu pergi, ketika itu yoochun muncul dari pintu masuk
“hyung…dia membuatku repot hanya dalam waktu satu jam… dia seperti iblis..”yoochun menggeram tertahan, ketika ia lihat ara berjalan menuju kearah kami dia segera berlalu pergi, menatapku seolah berkata
“selamat berjuang hyung!”
Sialan!aku berujar dalam hatiku
“chagya..kau sangat jutek hari ini, kenapa?ayo cerita padaku..”ujarnya sok pengertian, membuatku muak saja
“aku tidak kenapa-kenapa,sebaiknya kau tidak usah mengikutiku sampai keruanganku..”Ara berjalan menuju ruanganku, dan mengunci pintunya
“dan tidak perlu menguncinya segala..”tambahku, rasanya darahku naik ke ubun-uun
Ya Tuhan.. seandainya saja dia bukan keponakan atasanku,aku sudah menendangnya keluar dari kehidupanku!“kau ketus sekali,aku hanya ingin melepas rindu kepadamu..”
Ara berjalan kearah kursi ku dan duduk dipangkuanku, bau parfum nya yang menyengat membuatku ingin muntah
“menyingkir Ara,aku banyak pekerjaan..”aku menyingkirkan tubuhnya dan merapatkan kursiku ke meja kerjaku,berharap dia menyerah, tapi ara menarik tanganku dan menempelkan bibirnya di bibirku, secara tiba-tiba, dia memainkan bibirnya ke bibirku,reflex aku menolak tubuhnya
“apa-apaan kau ini?!apa yang kau lakukan??”teriakku,Ara tersenyum
“chagya..kenapa kau tidak tertarik?aku bisa memberikanmu lebih dari sekedar ciuman tadi..ayolah..”Ara membuka kedua kancing kemejanya, dan ini semakin membuatku muak. Rasanya darahku akan segera mendidih
“berhenti menggodaku.. kau…”baru saja aku ingin mengucapkan makianku,tapi bibirku terhenti. Aku teringat akan joonggie, bagaimana kalau aku berkata kasar pada sibrengsek ini dan dia mengadu kepada atasanku?lalu aku dipecat,dan joonggie kelaparan?“aku kenapa yunho?”ujarnya mendekatiku, mencoba membuka kancing kemejaku
“hentikan Ara,jangan seperti ini..please,ku mohon padamu..”aku berusaha menghindari bibirnya yang mencoba menggapai leherku
Whenever you look in my eyes..there are so many smile and tears..(*ring tone hp yunho,HUG)
Ponselku berbunyi! Yatta!bagus sekali!
Kulihat nama chulie hyung muncul dilayar ponselku,segera kuangkat ponsel itu, ara bersungut kesal mengancing lagi kancing bajunya yang terlepas
“yoboseo hyung?wheo?”
Tanyaku
“yunho!cepat ke r.s rising sun!joonggie pingsan tadi saat aku kerumah mu,dan sekarang aku membawanya ke rumah sakit!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar