Picture

Picture

Selasa, 12 April 2011

(Fanfic Yaoi) Yunjae /LOVE IS SIMPLE / Oneshoot

Tittle        : LOVE IS SIMPLE
Cast         : YunJae
Rat          : 17
Author     :AFTA ^^


"Datang besok, jadi kau akan tahu bagaimana pekerjaannya." namja imoet ini menatap namja yang ada di depannya, dengan handphone yang masih melekat ditelinganya.
"Ok! gomawo junsu... kau memang sepupu yang dapat diandalkan!" seru orang diseberang. "Aku menyayangimu junsu." katanya sebelum mengakhiri pembicaraan di telpon.
"Nuguya?"
"Maksudmu?"
"Yah, kim junsu masih pagi! kau sudah lemot."
"Jung yunho, apa maksudmu berbicara seperti itu? Sudahlah kau lihat saja besok. Kau akan bertemu dengannya, dia yang akan bekerja dirumah mu, tapi ku mohon jangan kau apa-apain sepupu ku itu."
"Kau kira aku namja seperti apa?" 
"hahahaha.... aku tahu kau luar dalam." junsu menatap jam tangannya. "Aku pergi dulu,ya! Aku masih ada jadwal."
Junsu sedikit perlari pelan dari restorant yunho. Hari ini jadwalnya padat tapi dia masih saja menyempatkan bertemu yunho. Sekarang junsu harus menanggung semuanya. Terlambat ke kampus adalah kesialan pertama hari ini. 
 
****

Hari ini namja imoet yang digilain hampir semua wanita dikantornya itu sedang berkacak pinggang menatap tingkah sepupunya. Padahal matahari sudah hampir setinggi kepala, namun sepupunya yang bernama Kim Jaejoong masih asik terdampar ditempat tidurnya. Dengan terpaksa Junsu menggeret Jaejoong ke kamar mandi.

"Bisakah lebih cepat?"
"Sabar, aku baru saja bangun! Seharusnya kau kan bisa memberitahuku dulu, jam berapa kau akan datang!"
"Mianhaye, aku lupa memberitahumu. Kau sudah cantik kok, jaejoong!" Goda junsu
"YAH, BISAKAH BERHENTI BERKATA CANTIK?"
"Hahaha.... aku hanya bercanda kau tak perlu semarah itu."
"Aku tidak marah hanya kesal saja!" jaejoong meraih tasnya yang berwarna hitam, dan langsung menarik junsu keluar dari rumahnya yang kecil namun nyaman itu.
"Pekerjaan seperti apa yang kau berikan padaku?" Tanya jaejoong ketika mereka telah berada didalam mobil junsu, menuju tempat jaejoong akan bekerja.
"Pekerjaannya hanya mengurus rumah, dan memasak. Hanya itu saja."
"MWO? Pekerjaan seperti itu kenapa kau berikan padaku?"
"Karena kau bilang kau mau pekerjaan seperti apapun. Lagian, teman ku ini sangat tidak bisa mengurus dirinya sendiri! Saat dia bercerita tentang kondisi rumahnya yang seperti tempat sampah. Aku langsung teringat padamu, dan dia juga tidak keberatan jika yang mengurus rumahnya adalah seorang namja." jelas junsu pada jaejoong masih tetap fokus menyetir. "Oh, namanya yunho! Lebih tepatnya jung yunho."
"Yunho, aku akan berusaha mengingat namanya.
"Aku rasa pekerjaan ini tidak terlalu berat buatmu, joongie! Aku khawatir jika melihatmu bekerja terlalu keras. Apa lagi jika pekerjaan itu membuatmu sakit, sebagai sepupumu yang hanya satu dan yang paling imoet di dunia ini. Aku ingin memberimu yang terbaik." 
"Kau seperti itu membuatku ingin muntah." seru jaejong sebelum tertawa melihat wajah junsu yang langsung layu mendengar kata-katanya.

Junsu berhenti didepan rumah yang cukup besar bergaya clasic modern dengan 2 lantai. Junsu turun dari mobilnya diikutin jaejoong. Junsu menekan bel berkali-kali sampai seorang namja keluar dengan celana pendek, baju yang super besar, dan rambut yang berantakkan. 
 
"Ayo, masuk...." kata junsu pada jaejoong. 
Jaejong masuk ke dalam rumah bersama junsu. Keadaan didalam rumah sangat tidak layak membuat rumah itu untuk ditempati. Mulai dari tebalnya debu pada benda-benda yang ada diseliling. Kaleng bir dan bungkus snack yang berserakkan dilantai, tapi anehnya sofa yang ada di depan jaejoong sangat bersih, berbeda dengan barang-barang yang lain.

"Kau yang bernama jaejoong?" tanya yunho membuat jaejoong terkejut, dan hanya mampu menganggung.
"Kenapa kalian tegang seperti itu?" tanya junsu.
Yunho tidak merespon pertanyaan junsu "Apa kau sudah tau pekerjaanmu?" Tanya yunho lagi pada jaejoong sambil menatap jaejoong dari atas ke bawah dan kembali lagi dari bawah ke atas.
"Nde, aku sudah tahu! Junsu sudah menjelaskannya padaku."
"Baguslah. Ini!" yunho menyerahkan duplikat kunci rumahnya pada jaejoong. "Yunho imnida." Yunho pun menjulurkan tangannya.
Jae menyambut uluran tangan yunho. "Jaejoong imida." katanya lalu melepaskan tangan yunho.

"YAHH,bisanya mereka meninggalkan ku dengan keadaan rumah seperti ini." jaejoong bermuram durjana pada dirinya sendiri. Tanda ada bantuan dari siapapun jaejoong mulai membersihkan bagian rumah itu satu persatu, sampai semua ruangan mengkilap, dan tak ada lagi debu sedikitptn. Maklum saja jaejoong merasa sangat tidak nyaman jika melihat tempat yang kotor serasa seluruh tangannya gatal untuk membersihkan. Setelah membersihkan semuanya, jaejoong merasa tenggorokkannya sangat kering. Dia langsung saja berjalan ke dapur,dan membuka kulkas tapi yang ditemukannya hanya beberapa botol air mineral yang setengah berisi. "Ehm, jika seperti ini aku harus berbelana dan memasak."
Jaejoong sangat mandiri, dia juga pintar memasak itu semua karena kedua orangtuanya yang tinggal sangat jauh dengannya.

****

Betapa terkejutnya yunho ketika masuk kedalam rumah. Rumahnya begitu rapi dan sangat bersih tak ada satu hal pun yang mampu mengungkapkan rasa terkejutnya. Saat yunho berajak dari ruang tamu ke dapur, ia menemukan sebuah memo kecil diatas meja dan makanan yang masih hangat. 

Cepat dimakan sebelum dingin ^^
 

jaejoong

Yunho hanya menatap memo itu sambil tersenyum. Baru kali ini iya menemukan seseorang yang benar- benar baik serta tulus padanya selain junsu. "Hebat anak itu bisa membersihkan rumah ini dengan sangat mengkilap. Benar-benar terkejut aku dibuatnya."
 
****
 
"Bagaimana? Apakah pekerjaan itu berat?"
"Ani, junsu. Sangat ringan bahkan aku hanya perlu membersihkan rumahnya, dan memasak. Seperti bekerja untuk rumah sendiri!" 
Mereka berdua sedang santai duduk di ruang tamu milik junsu. Rumahnya tidak terlalu besar tapi terlihat nyaman. Seluruh ruangan berwarna putih, hanya putih dan perabotan berwarna hitam.
"Apa yang ingin kau lakukan hari ini?" Tanya junsu pada jae lalu meneguk minumanya.
"Hanya ingin tidak melakukan apapun.... Aku ingin menikamati hari ini. Jarang-jarang aku bisa bersantai dirumah."
"Bukannya setiap hari kau juga hanya bersantai dirumah saja?"
"Maksudku dirumahmu..."
"Ehm.... Aku harus pergi menyelesaikan tugas kantorku. Bisa tolong jaga rumah?"
"Boleh." Jawab jaejoong lembut "Tapi satu jam seharga 100.000, setuju?" Jaejoong tersenyum licik.
"Jangankan seharga itu.... Lebih dari itupun aku tak ingin membayarnya." Junsu merogoh sakunya  handphonenya bergetar, dan membuka pesan yang tertera di handphonenya. "Sepertinya aku harus pergi sekarang! Nanti pulang akan ku belikan permen dan pizza untukmu." Kata junsu lalu pergi dari hadapan jaejoong.

Seharian jaejoong seharian hanya tidur seperti kucing. Dia terbangun karena seseorang menekan bell dan membuatnya kesal "Siapa yang kurang kerjaan mencari junsu,sih?" Dengan mata masih setengah trtutup jaejoong melangkahkan kainya kedepan pintu dan membukanya. 

Yunho tersenyum manis saat pintu terbuka. Senyum yang sengaja ditatanya dihari yang menyedihkan ini, tapi yang dilihatnya bukan junsu melainkan jaejoong. Walaupun jaejoong bekerja denganya tapi mereka sama sekali jarang bertatap muka, Jaejoong selalu datang setelah yunho berangkat kerja dan pulang sebelum yunho pulang kerumahnya, yang ditemukan yunho hanya memo kecil setiap hari. "Hei..." Seru yunho sambil mengikutu jaejoong yang tidak memperdulikannya. 'Anak ini dingin,tertutup, atu apa? Kenapa junsu bilang boojae itu ceria dan baik hati? Aslinya seperti ini' Seru yunho dalam hatinya. Padahal yunho datang malam-malam karena ia ingin bercerita pada junsu kalau dia baru saja mendapatkan sebuah musibah hari ini.


"Silahkan duduk." Kata jaejoong lau pergi ke dapur, meninggalkan yunho.
"Ternyata aku salah telah datang kesini." Kata yunho pelan seperti berbisik, yunho malah asik menikmati kesedihanya sampai tidak sadar jaejoong telah duduk disampingnya.
"Ehm....."
Suara itu membuat yunho tersentak dari lamunanya.
"Kalu melamun,ya?" Tanya jaejoong sok polos. "Junsu belum pulang. Aku juga tidak tahu kapan dia akn pulang, kalu mau kau bisa menunggunya disini." Lanjut jaejoong dingin.
Perkatan jaejoong benar-benar membuat yunho marah. Sudah patah hati, yunho malah harus berhadapan dengan jaejoong yang sedang terganggu moodnya karena tidurnya yang terganggu. "Baiklah! aku akan menunggunya sampai dia pulang!" Nada suara yunho naik 1 oktaf.
"Kau tidak perlu sampai menaikkan nada bicaramu seperti itu." Komentar jaejoong "Walaupun kau sedang patah hati sekalipun."
Perkatan jaejoong benar-benar membuat yunho sadar jika ia salah "Mainhae,jae! Aku sedang sedih kau malah membuatku marah. Apalagi jika sikapmu sangat dingin seperti itu." 
"Itu salahmu karena menganggu tidurku." jaejoong mangabil minuman dingin yang ada diatas meja dan langsung meneguknnya tanpa sisa. "Sudahlah kau tidak perlu bersedih lagi. Bukan karena aku senang jika kau putus. Maksudku jika kita putus atau mengalami duka itu artinya akan ada sesuatu hal yang kan mengganti kesedihan kita hari ini." Jaejoong tersenyum lebar.
"Tapi aku sangat mencitainya,jae! Hatiku benar-benar terluka, dan rasanya sangat sakit sekali."
"Jadi apa yang akan kau lakukan? Bunuh diri?"
"YAH yang benar saja! Aku masih waras tidak mungkin aku bunuh diri karena cinta saja."
"Itu artinya kau tidak tidak sepenuh hati mencintainya."
"Aku hanya tidak habis pikir apa yang kurang dariku sampai ia pergi dengan namja lain."
"Sudahlah......." Jaejoong bangkit dari duduknya "Aku lapar! aku mau makan diluar! Kau boleh tetap disini bersama kesedihanmu, jika kau mau."   

Jaejoong berjalan pelan keluar rumah diikuti yunho disampingnya. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Jaejoong duduk dan memesan makanan, yunho pun ikit duduk tapi ia hanya memesan sake. Sepanjang jaejoong makan yunho hanya sibuk mengahabiskan isi sake sampai ia mabuk. 


"Yunho....." Jaejoong menggoyang-goyangkan tubuh yunho, tapi yunho sama sekali tidak merespon.  
Hujan turun membasahi bumi. Jaejoong terpaksa mengendong tubuh manja tampan yang menjadi majikkannya, sambil harus berhujan-hujannya ditengah malam. 
"YAH!!!! JUNG YUNHO BISANYA KAU MABUK DAN AKU TERPAKSA MENGGENDONGMU.......... WANITA SEPERTI APA YANG BISA MEMBUATMU SEPERTI INI???"
Jaejoong sibuk mengoceh sendiri sepanjang perjalanan kerumah yunho. Seberanya ia mau kerumah junsu tapi junsu pasti akan sangat khawatir mendapatinya dengan keadaan seperti ini, bisa-bisa junsu akan menyuruhnya diam duduk dirumah tanpa melakukan apapun, mengingat junsu sangat protektiv terhadapnya. 
"KAU KIRA BERAT TUBUHMU RINGAN SEPERTI KAPAS APA? KENAPA KAU TIDAK MEMIKIRKAN ORANG YANG ADA DISEKITARMU SEBELUM BERTINDAK???" 
Jaejoong meletakkan yunho diatas tempat tidur dengan baju yunho yang masih basah. Tiba-tiba pandangannya kabur dan ia pun pingsan. Tubuhnya melekat dengan tubuh yunho.
 
****

Saat yunho terbangun dari tidurnya, ia merasakan 2 hal pertama kepalanya yang terasa sangat pusing dan yang kedua seseorang berada diatasnya. Betapa terkejutnya dia saat membuka matanya. Dilihatnya wajah cantik jae yang berada diatasnya. Yunho menarik tubuh jaejoong hingga tubuh itu berada sisampingnya.
"Jae..." kata yunho sambil duduk diatas tempat tidur dan menggoyang-goyang tubuh jaejoong. Saat tanganya menyentuh tubuh jaejoong dirasakannya suhu tubuh jaejoong yang sangat tinggi. "Jae, kau sakit!" yunho langsung menyentuh dahi jae. "Benar suhu tubuhmu sangat tinggi." Yunho ingin bangkit dari duduknya namun sebuah tangan menariknya.
"Ku mohon jangan sampai junsu tahu aku sakit. Dia pasti akan sangat khawatir." Kata jaejoong lemah.
"Tenanglah! aku tidak akan memberi tahu junsu. Istirahatlah... Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu." Yunho berlari keluar dari kamarnya dan langsung menghubungi changmin, chanmin adalah dokter kepercayaan keluarga jung.

****

"Dia hanya demam biasa..." Kata dokter yang berwajah anak-anak itu "Jangan lupa suruh dia minum obat teratur, agar cepat sembuh."
"Baiklah dokter."
"Saya permisi..." Kata dokter changmin meningalkan kamar. 

*****

Nasib jae beruntung sekali. Kantor junsu memberi junsu tugas keluar kota, sehingga junsu tidak mengetahui kalau jaejoong sakit. Selama sakit yunho merawat jaejoong dengan sangat baik. Ternyata yunho lebih cerewet saat merawat jaejoong, dia selalu saja memaksa jaejoong memakan buburnya dan meminum obatnya. Padahal jaejoong sama sekali tidak memiliki nafsu makan karena mulutnya terasa pahit sekali. 
"KAU HARUS MAKAN!" Yunho membentak jaejoong yang dari tadi membungkam mulutnya. "PERLU AKU MENELEPON JUNSU?" yunho mengambil handphonenya.
"ANDWE..." jaejoong cepat-cepat mengambil bubur yang ada diatas meja, dan menyuapkannya ke dalam mulutnya. "Lihat aku sudah makan." jae menunjukkan mangkok buburnya yang sudah sedikit berkurang.
"Jangan lupa minum obatnya. Walaupun demam mu sudah reda tapi jika obatnya belum habis itu berarti kau belum benar-benar sembuh!" yunho meniup-niup kopinya, lalu menyerup kopinya. 
Jaejoong hanya memajukkan bibir bawahnya mendengar ucapan yunho.

Hari-hari mereka lalui bersama dengan cekcok yang tiada akhir. Seperti pagi ini. Yunho duduk dikursi yang sama setiap hari "Jangan lupa minum obatmu!" kata yunho lalu berdiri dari duduknya, meninggalkan peralatan makannya.
"YAH, JUNG YUNHO!!"
"Mwo?" yunho membalikkan tubuhnya menghadap jaejoong.
"Bersihkan alat makanmu."
"Kan ada dirimu yang ku bayar untuk membersihkan rumah."
Jaejoong berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang "Bagaimana kau bisa menyuruh orang sakit membersihkan rumah?" Jaejoong menunjukkan wajahnya yang sepertinya tak bertenaga.
"OK.... kau menang! Akan aku bereskan alat makanku." Yunho kembali lagi kemeja makan dan membawa alat makannya dengan wajah asam.
****

Jaejoong sedang duduk disofa sambil menonton tv. Yunho datang dang langsung duduk disampimg jae, sambil berusaha mengurangi jaraknya dengan jaejoong. Setelah jaraknya dengan jaejoong hanya 2cm "Aku lapar! buatkan makanan." pinta yunho merengek-rengek.
"Kau kan bisa membeli makanan, kepalaku sedikit pusing jika berdiri terlalu lama." komentar jaejoong sok cuek dengan tingkah yunho yang bermanja-manja padanya. Walaupun ia merasa jantungnya berdetum sangat keras mengentam dadanya.
"YAH yang benar saja. Obatmu telah habis itu artinya kau telah sembuh! Aku lapar jaejoong." rengek yunho sambil menumpahkan berat tubuhnya ke jaejoong. "Kalau kau tidak mau memasak aku akan mencium sekaligus memakanmu."
Kata-kata yunho membuat jaejoong langsung berdiri dan berjalan ke dapur. Sementara yunho tersungkur akibat jaejoong bangun tiba-tiba. 'Yah, batal diriku mencium aibir merah itu.' seru yunho dalam hatinya.

Selesai makan yunho membantu jaejoong membersihkan alat-alat makan. 
"Lap dengan bersih, dan benar-benar kering." kata jaejoong lalu meninggalkan yunho yang sedang mengelap peralatan makan. 
"YAH, yang benar saja! Sebenarnya aku atau dia yang berkerja dirumah ini?” keluh yunho. Walaupun mengeluh tetap saja yunho melakukan apapun yang dikatakan boojae. Boojae itu panggilan sayang yunho buat jae. Tapi menurut jae panggilan itu menarik.
Selama hampir 2 minggu ini jaejoong tinggal dengan yunho. Sekarang jaejoong sudah sembuh dari sakitnya, namun yunho menyuruhnya tinggal dirumanya. Walaupun alasan utama yunho menyuruh jaejoong tinggal dirumahnya karena yunho sudah memiliki sedikit rasa yang tumbuh pada jaejoong , tapi jaejoong tidak mengetahui rahasia yang disimpan yunho dan junsu. 
Junsu juga tahu jaejoong sakit karena harus berhujan-hujannan mengantar yunho, namun kantornya menugaskannya keluar kota. Junsu pun tahu kalau sejak dulu yunho sudah memiliki rasa pada sepupunya yang berwajah cantik lebih dari banyak wanita. Hanya saja dulu yunho tahu tentang jaejoong melewati junsu, namun pada saat itu yunho masih memiliki hubungan dengan yoochun.
****

“Kenapa harus kesana? Inikah ulangtahunku junsu!” Manja cantik ini sedang menghias kue ulangtahunya. Dihiasnya kue itu dengan sangat cantik, kue yang memiliiki bunga mawar disisinya. 
“Sudahlah, aku akan menyusulmu disana.”
“Aku tidak mau kesana………”
“YAH!!! Kim jaejoong, ulangtahun yunho denganmu tidak terlalu jauh bedanya.” Junsu menarik napasnya dalam-dalam. “Kau mau bersembunyi seperti apa lagi? Apa kau kira aku tidak tahu apa yang kau rasakan terhadapnya?”
 “Ini hanya perasaan yang salah junsu. Tidak mungkin aku menyukai seorang namja yang menjadi majikanku. Aku harus menghapus perasaan ini.” Jejoong menaikkan nada bicaranya. “Bayangkan namja dengan namja itu hal aneh!!!!”
“Apa salahnya dengan menyukai seorang namja? Aku tidak pernah berpikir kalau dirimu tidak normal,joongie! Perasaan itu karunia dari tuhan.” Suara junsu mendayu-dayu.  *_*
Jae hanya dapat diam mendengar ucapan junsu. Jaejoong tidak menyangka kata-kata itu akan keluar dari mulut sepupunya. Bagaimanapun dia senang sepupunya tidak berpikir kalau dia salah karena memiliki perasaan seperti itu. 
“Baiklah aku akan pergi kesana…..” seru jaejoong lemah, lalu menekan tombol berwarna merah di handphonenya, kemudian memasukkan benda mungil itu kedalam sakunya. Jaejoon  malas jika harus berdebat dengan junsu, apalagi jika harus melihat wajah polosnya yang seperti tanpa dosa itu. Walaupun junsu kadang-kadang lebih menuruti jaejoong.
 
****
 
Jaejoong melangkah pelan turun dari bus dan berjalan kearah rumah yunho, dengan sekotak kue ditangannya. Dibukanya pagar yang setinggi bahu orang dewasa itu, dengan mantap dilangkahkan kakinya. ‘Yunho pasti sedang tidak ada dirumah pada saat-saat seperti ini.’ Pikir jaejoong. 
Jaejoong merogoh sakunya, meraih kunci dengan gantungan mawar hitam yang terbuat dari alumunium. Dibukanya pintu itu dan masuk kedalam ruangan. Namun saat dia masuk kedalm ruangan ia mendengar suara orang yang sedang berdebat. Jaejoong hanya mampu dia berdiri ditempatnya berpijak.
 
“Aku masih mencitaimu yunho, maafkan aku! Aku baru tahu min tidak sebaik yang aku bayangkan.” Yoochun menggenggam tangan yunho. “Yunho….” Seru yoochun. “Apakah kita tidak bias lagi kembali seperti dahulu???”
“Ani, aku tidak bias lagi bersamamu.”
"Waeyo, yunho??" ada sebutir air yang mulai akan jatuh bersusah payah yoochun menahan air matanya. "Apakah semua karena pembantumu itu? Aku lebih pantas ada disisimu, daripada dirinya yang hanya seorang pembantu." Perasaan yoochun benar-benar bercampur aduk.
"DIAM YOOCHUN!" Bentak yunho. "Apa yang kau tahu tentang boojae? Apa kau perduli denganku? Dulu kau meninggalkan ku seperti sampah yang tak ada artinya bagimu! Dan kau pergi begitu saja dengan changmin."
Dada yunho benar-benar terasa sangat lapang setelah mengucapkan semua isi hatinya. Semua derita yang ditanggungnya selama ini. "Aku memang menyukai boojae lebih dalam dari yang aku sadari. Aku tidak pernah menganggapnya seperti pembantuku! Aku menganggapnya seperti istriku, walaupun dia tidak mencintaiku itu bukan masalah bagiku."
Yoochun benar-benar shok mendengar semua yang dikatakan yunho. Yunho miliknya kini sudah tidak ada lagi. Yunho yang selalu tersenyum padanya. Yunho yang selalu mencintainya walaupun yoochun sering sekali berselingkuh. Yunho yang selalu memanggilnya chunnie. Yunhonya..... 
Tak terasa airmata yang sudah bersusah payah ditahannya akhirnya mengalir membasahi pipinya, yoochun langsung pergi tak ingin yunho melihatnya terpuruk. Saat yoochun pergi meninggalkan yunho, dia melihat seseorang yang sangat cantik di depan pintu.
Yunho membalikkan tubuhnya, melihan yoochun pergi. Betapa terkejutnya yunho melihat jaejoong berdiri di dekat pintu, tubuh jaejoong berdiri tegak dengan raut wajah yang berada diantar bahagia dan kesedihan. Kue yang dibawanya telah mendarat dilantai. Entah bagaimana bentuk kue yang didalam kotak itu.
 
#JAEJOONG POV
Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi barusan. Aku tidak tahu juga harus bersikap seperti apa, semuanya terasa aneh. Aku baru saja merusak hubungan yunho, namun yunho mencintaiku. Bagaimana bentu wajahku yang sekarang. Ku langkahkan kakiku ingin pergi dari situasi ini, namun tangan besar dan kokoh itu menarik tubuhku kedalam pelukkannya. 
"Jangan pergi!!! Ku mohon." Katanya sambil memeluk erat tubuhku.
Aku hanya bisa diam saja mendengarnya berbicara. Aku sendiri tidak tahu harus bagaimana. Entah harus bersedih atau senang setengah mati. Awalnya ku pikir hanya aku yang menyukainya tapi ternyata aku salah. Dia menyukaiku juga! Itu suatu keajaiban yang sangat tak terduga.
"Kau mau terus memelukku sampai kapan??? Napasku haa....mpi...r h...a..b...is...." kataku terbata-bata.
"Mianhae,boojae." Yunho melepas pelukkannya dan langsung mengenggam tanganku. 
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanyaku sinis menutupi rasa malu ku.
"Kau menyukaiku kan?!"
"MWO?" jawabku kaget setengah mati sejak kapan dia tahu aku meyukainya?
"Kalau kau tidak menyukaiku pasti kau akan langsung kabur setelah mendegar pembicaraan ku dengan orang itu! Tapi nyatanya kau masih disini. Itu artinya kau meyukaiku." Kata-kata yunho penuh percaya diri. "Lagian junsu juga bilang kau menyukainku." lanjut yunho. 
'Junsu awas kau! KAU AKAN MATI SAAT AKU BERTEMU DENGANMU........'  kataku membatin. Aku hanya bisa mengangguk saja, sebagai tanda iya. Yunho tersenyum dan langsung megecup bibirku kilat.
"Saranghae boojea..." katanya membuat pipiku merona merah. "Sangeil cukkahamnida boojae...." lanjutnya lagi dan memeluk tubuhku....
 
====epilog====
"Mau apa datang kemari?" 
"main!" jawabnya polos. "Tapi sepertinya tidak jadi main! Aku akan menikah dengan sepupumu,saja!"
"Mwo?" Anak kecil yang berusia 8 tahun dan chabi ini sangat terkejut mendengar ucapan temannya, sampai mobil-mobilan yang ada ditanganya terlepas, dan mendarat dilantai.
"Sepupumu sangat cantik!"
"Dia namja bukan yeoja."
"Aku tidak perduli rasaku sama saja,junsu." 
"Terserahmu..... Aku tidak perduli." Jawab junsu cuek karena tidak tahu maksud ucapan yunho yang ada diotaknya hanya mainan saja. 
"Dasar pabo." kata yunho sambil melihat sepupu junsu yang sedang asik menontok tv, dan memakan cemilan.

Tamat ^^
 
Mianhamnida kalau jelek ya 
ini pertama X nulis yunjae 




Selengkapnya...

[fanfic,yaoi,NC] YunJae/THANK YOU/1shoot

Tittle        : Thank You
Cast        : YunJae
Rat        ; NC 21
Author        : Kim Yuuga
Disclaimer    : Jaejoong sendirian dirumah ketika malam natal tiba, Yoochun pergi bersama teman-temannya dan Junsu kelayapan entah kemana rimbanya. ..

Jaejoong melenguh pelan, menghela nafas dan memperhatikan jiji- kucing kesayangannya yang mungkin seperti anaknya- bergelung tidur di tempat tidurnya. Jaejoong tersenyum kemudian memandang keluar jendela. Dia memeriksa ponsel blackberry nya pemberian dari sang suami apakah ada pesan yang masuk dari orang yang ditunggunya.
Siapa lagi kalau bukan yunho-nya..
Yang tidak bisa dihubungi selama beberapa minggu ini,
Yang membuatnya frustasi seperti orang gila..
Berbagai pikiran berkecamuk didalam otaknya saat ini, apa yang terjadi, bagaimana kabarnya, bagaimana kabar ‘anak bungsunya’ yang juga tak bisa dihubungi,changmin.
Apakah dia makan dengan baik, apakah yunho sudah mengingatkan jadwal tidurnya yang benar, apakah yunho juga makan dengan teratur..
Semuanya berkecamuk didalam pikirannya, dia benar-benar stress saat ini.
meraih kotak rokoknya, mengambil sebatang dan menyalakannya dengan zippo nya, matanya menyipit menghisap rokok itu, kepulan asap kini mengitarinya.
Pikirannya masih melayang, menerka-nerka apa yang terjadi dengan sang ‘suami’ yang tak bisa dihubungi sejak beberapa minggu…
Apa yang sedang dia lakukan? Mengadakan party 21+ bersama SM lagi?
Jaejoong tersenyum miris, terlalu tegar menghadapi semua ini, pikirnya..
Terpikir lagi diotaknya tentang party yang diadakan SM..
Lamunannya melayang kepada bayangan seandainya yunho bercinta dengan orang selain dia..
Dengan Personil snsd mungkin?
Dan melupakannya… jaejoong mematikan rokoknya dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal..
Menekan tombol speed dial 1 di blackberry nya dan menunggu jawaban dari panggilan itu..
Terdengar nada sambung MIDUHYO dari ponselnya, jaejoong masih menunggu orang itu mengangkat teleponnya..
Tapi nihil, malah sekarang mesin penjawab yang menjawab

Jaejoong pov

“cari mati kau JUNG YUNHO…!!ANGKAT TELEPONKU!”
Teriakku kepada mesin penjawab yang akan menghubungkanku dengan yunho.
Setidaknya rekaman suaraku akan sampai kesana,
Dan kau rasakan kemarahanku. Dasar namja pabo, ah.. aku juga namja ya? Sampai lupa aku..
“woaaaaaaa!!!!!!”
Aku menjerit seperti kesetanan, astaga jung yunho.. kau membuatku seperti  orang gila!!
Well, aku tidak mau peduli lagi,terserah kau mau telepon atau tidak, mau mengirim pesan atau tidak, mau bercerai dariku juga boleh..
Eh, tapi tunggu, kalau cerai jangan dong.. tidak dihubungi 2 minggu saja aku seperti ini, kalau diceraikan?
Yoochun dan junsu akan mencampakkan ‘ibu’ nya ini kejalanan karena sudah gila dan membuat keributan setiap hari ya?
Aigoooooo!!!
Tuhan, malam ini sangat berarti masa’ aku Cuma keliling-keliling apartemen dan mengitarinya.. memangnya aku sudah gila?!
Tidak ada yang menemaniku, termasuk si pabo yunho itu..
End of jj pov

Yunho pov

Riuh ricuh party yang diadakan SM membuat changmin terlena, lihat saja dia menjelajahi segala makanan yang disiapkan untuk party tanpa berpikir untuk setidaknya dance atau menggoda cewe mungkin..
Huft..
Tapi aku senang dia seperti itu, aku jadi berhasil mendidiknya sebagai anak yang baik dan cinta damai. Lihat saja, dia tidak peduli dengan lingkungannya yang berisik dan tetap makan.
Kemudian dia berjalan menuju kearahku dengan membawa sepiring penuh desert yang aku yakin bukan makanan penutup baginya
“appa, kau tidak makan?”
Tanya nya dengan mulut penuh, aku menggeleng
“kau duluan saja..”
“ponsel appa belum dikembalikan SM ya karena menghubungi eomma terus?ponselku juga appa.. aku tidak bisa mengucapkan marry x`mas kepada eomma, si duck butt dan yoochun hyungie..”
Ujarnya menghitung tiga orang kesayangannya dengan jarinya, aku tau sebenarnya dia sangat sedih, matanya saja berkaca-kaca. Tetapi dia tidak menampakkan kesedihannya disini,
Mungkin dia berpikir, tidak mau membuatku sedih..
Good boy..
“mana lagi ya yang belum ku jelajahi?”
Ujarnya mengedarkan pandangan kepada makanan-makanan yang ada di meja jamuan, kemudian memilih-milihnya lagi. Aku membiarkannya saja dan mengambil tempat duduk.
Kemudian Jessica dan tiffany datang menghampiriku…
“oppa, tidak turun ke dance floor?”
Tanya Jessica sok oke, dia duduk disampingku dengan memasang tampang imut.
Padahal menurutku jika jonggie yang seperti itu, dia pasti jauh lebih imut lagi..
“anio, oppa lagi malas.. kalian saja..”
ujarku, tiffany mengaitkan tangannya dilenganku
“ayo oppa.. kok bermuram durja dihari yang sangat bersejarah ini… ayolah, oppa ini mikirin apa sih.. melamun terus.. huft.. ga ada yang asik.. changmin oppa makan terus dari tadi terus bermain dengan kyuhyun oppa,ayolah..”
tiffany menghentakkan kakinya bermaksud memaksaku..
Huft..
Tidak berpengaruh. Kalau jonggie yang melakukannya pasti aku langsung mau…
“tidak usah tiffany, kau ajak saja donghae atau siapa gitu.. aku sedang tidak berminat..”
“dia pasti menunggu telepon dari jaejoong oppa, ngapain sih dipikirin orang begituan, ayo kita have fun oppa..”
Ujarnya menawarkan segelas minuman untukku,
Haaa.. untung saja aku sering menemani jonggieku nonton drama, mungkin saja digelas itu ada obatnya..
“kalau Jessica tau,kenapa masih komentar?”
ujarku pergi menjauh dari mereka dan menuju meja bartender
“martini one please..”
ujarku
“ania, martini jangan, berikan dia orange juice saja!”
Ujar orang disebelahku, leeteuk hyung
“hyung~”
“apa? Kau mau marah.. kau tidak boleh minum, minuman ini yunho… tidak baik untuk perutmu..”
cerewetnya, tapi dari mana dia tau semua ini ya?
“hyung da-“
“dari jaejoong, dia memberitahuku sebelum keluar dari SM,tentang kebiasaanmu dan pola makanmu.. kalau tidak salah heechul juga tau soal ini, karena itu dia minta kami berdua menjaga kalian..
Um.. tenang saja, aku tidak akan bersikap membela SM seperti snsd.. kau tau, kami juga telah kehilangan satu member dengan kasus yang sama..”
Aku mengangguk mengerti..
Ya, hangeng hyung juga keluar dari SM dengan kasus yang sama,
Tak ada dia lagi dalam kamus hidup SM dan heechul hyung sangat menderita karena itu. Sering kali aku melihatnya menangis sendirian, tapi dia tidak pernah menunjukkannya didepanku..
Hangeng hyung sudah melupakan SM.. dan heechul hyung sangat merindukannya seperti aku merindukan jaejoong saat ini..
“ponselku ditahan hyung, aku sudah dua minggu tidak menghubungi jaejoong, mungkin beratus message dan voice mail sudah ada diponselku..
Bagaimana ini hyung?
malam ini dia dengan siapa ya? Apakah junsu dan yoochun bertengkar karena berebut menghias pohon natal”
Kemudian leeteuk hyung tersenyum bijaksana. Dia memberikan sebuah simcard kepadaku…
Itu simcardku..
Aku membelalakkan mataku..
“darimana hyung mendapatkannya??”
tanyaku,dia menutup mulutku dengan tangannya
“aish, jangan berisik yunho-yah! Aku mendapatkannya, bukan mendapatkan, aku,heechul,dan donghae mencurinya tadi siang. Kim youngmin sedang pergi bersama sungmin,lalu kami masuk kekantornya dan menemukan ponselmu disana. Kami mengambil simcardnya dan membiarkan ponselnya disana..”
aku memeluk leeteuk hyung
“hyung!jeongmal gomawo hyung! Kalian..”
“itu kado natal dari kami, sekarang kau hubungi dia.. ah tidak, kenapa kau tidak langung pergi saja kesana? Soalnya ku lihat statusnya ditwitter, dia sendirian malam ini, chunnie dan su-iie pergi.. pergilah,heechul sudah menunggumu di pelataran parkir , kau gunakan mobilnya, biar dia menggunakan mobilmu untuk pulang nanti,arraseo?”
“jincha?!arraso hyung!gomawo..jincha gomawo-yo  hyung..”
Ujarku, kemudian tak lama changmin datang menghampiriku
“appa,kau mau pergi ketempat umma ya?”
Tanya changmin,aku tersenyum dan mengangguk
“kau ikut?”
“su-iie duck butt dan chunie hyungie dirumah tidak?”
Tanyaku lagi
“mereka pergi Minnie, kau mau ikut appa?”
Changmin menganggukkan kepalanya. Tapi kemudian mengurungkan niatnya
“berarti aku nanti akan mengganggu appa dan eomma, aku perginya besok saja deh dengan kyuhyun ,appa. Aku mau main lagi dengannya… appa pergi saja,tidak apa, sampaikan salamku kepada umma ya.. kalau si duck butt dan chunnie hyungie pulang, sms aku..”
dengan senyum riang aku memeluk changmin dan mencubit kedua pipinya
“arra,appa pergi ya?”
setelah berpamitan kepada leeteuk hyung aku keluar diam-diam kepelataran parkir. Mobil Peugeot biru milik heechul hyung terpakir disana dengan dia didalamya yang sedang melamun
“hyung!”
Panggilku, dia tersentak dan tersenyum
“kau sudah datang, ini kuncinya.. bersenang- senanglah..”
aku menatap orang yang sudah kuanggap sebagai hyungku ini sedih, dia pasti sangat sedih tidak bisa bertemu hangeng hyung,biasanya dia selalu terlihat ceria dihari seperti ini,tapi sekarang dia lebih banyak diam…
“hyung, apakah aku tidak bersenang-senang diatas penderitaanmu?”
Tanyaku, dia tertawa
“bicara apa sih kau?tentu saja tidak!pabo..”
“tapi hyung dan hangeng hyung…”
dia tersenyum kecut dan mendorongku masuk kemobil
“masuk dan temui jonggie,pakai mobil ini agar SM tidak tau itu kau.. itu hadiah natal dariku..”
ujarnya tersenyum dengan mata yang berkaca..
Aku mengangguk dan kemudian menutup kaca jendelanya,aku lihat dia memalingkan wajahnya..
Dia pasti sedang menangis..
Tuhan,jika tidak berpikir aku terlalu tamak,
Karena bertemu dengan jaejoong sudah dikabulkan, bisakah aku meminta satu saja permintaan lagi..?
berikan heechul hyung kebahagiaannya..
Karena hanya itu yang bisa kulakukan sebagai hadiah terindah untuknya..

Jaejoong pov
Mondar mandir apartemen lagi, lagi-lagi mondar mandir. Aku menukar-nukar chanel tv. Tidak ada yang oke!
Pikirku, kemudian aku meraih laptopku dan mensearch gambar suamiku..
Astaga,
Disana ada gambarnya.. sedang berendam dilaut, dan yang tertutupi air hanya bagian pinggangnya hingga pangkal paha..
Omo,
Dadaku berdetak kencang sekali, gemuruh nafsu mulai melandaku..
Arghhhh!!!!
Aku mengacak-acak rambutku,
KEMANA KAU JUNG YUNHOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!
Ting tong..
Kemudian bell apartemen ku berbunyi
“nuguseyo!!”
Teriakku dan melihat dari cc tv siapa yang datang, aku terlonjak kaget!
Itu yunho-ku!!
Kemudian dengan segera aku membuka pintunya dan berkacak pinggang didepannya
“kemana kau?kenapa dua minggu tidak mengabariku?apa yang kau lakukan?kau sudah bosan padaku?kau berselingkuh dengan wanita lain ya?dengan siapa?dengan tiffany?jessica?GO ARA?apa kau merawat anakku dengan baik? Bagaimana makanmu?dia?kenapa kalian tidak menghubungiku?aku khawatir sekali pabo!”
Aku marah-marah seperti ngeRAP, yunho sampai tertawa. Aku memukul dadanya pelan karena pada akhirnya aku tidak bisa membendung air mataku..
“hahahaha…jonggie baby,aku harus menjawab yang mana dulu nih..”
“tidak lucu!masuklah…”
aku menariknya masuk dan memeluknya sambil menutup pintu apartemenku, aku menciumi bibirnya dengan tidak sabar
“ungh.. tidak sabaran sekali chagya.. sebentar aku mau buka sepatu dulu..”
Ujarnya, kemudian membuka sepatunya dan menarikku,menciumku dengan ganas,aku melingkarkan kedua tanganku dilehernya.
Sudah lama aku tidak menikmati bibir ini..
My yunnie bear..
Bibir ini sangat ku rindukan..
Yunho segera menarikku ke sofa dan meniduriku, tetapi matanya mendapati sebuah asbak rokok di dekat jendela tempat aku duduk tadi
“harus berapa kali aku ingatkan kau untuk tidak merokok,kim jaejoong?”
tatapnya super seram melihatku,kemudian aku memasang wajah ketakutan
“mian, aku tak bisa yun.. kalau stress aku melakukannya..”
“stress?kau tau kan itu berpengaruh untuk pita suaramu… aku juga lihat di photobook terbarumu, kau merokok juga..”
Yunho cemberut,aku mengecup bibirnya kilat
“biar photobooknya laku..hehehe, mianhae.. aku akan mencoba merubah kebiasaan burukku..”
ujarku tersenyum memelas kepadanya. Akhirnya dia mengangguk mau mengerti,leaderku yang satu ini memang perhatian..
kemudian dia menatap wajahku dalam
“mianhae chagya.. ponselku ditahan sama SM karena ketauan menghubungimu.. tapi heechul hyung,teuki hyung,dan donghae menolong ku.. mereka yang membuatku bisa sampai ketempat ini sekarang..”
Aku melingkarakan tanganku dikedua leher yunho, yunho berbaring diatasku,satu tangannya bertumpu tepat disamping kepalaku,dan tangan lainnya mengelus-elus rambut dan pipiku.
“jincha yeobo?aku akan mengirimkan mereka ucapan terima kasih segera..aku juga mengkhawatirkan heechul hyung,apakah dia baik-baik saja?”
“tidak,sepertinya dia benar-benar kesepian..”
Aku menatap nanar wajah yunho, membayangkan heechul hyung yang sekarang sedang menangis sendirian..
Tiba-tiba yunho menciumku, lembut..
Kemudian aku membalas ciumannya, lama kelamaan ciuman kami menjadi begitu panas dan kemudian dia melepas ciuman kami, lenguhan panjang terdengar dari bibirku
Lalu dia menuju leherku, menjilatinya dan mencucupnya hingga tertinggal bekas merah di leherku.
“ng…h..ahh.. bear…”
panggilku lembut,mengelus kepalanya yang kini sudah menciumi leherku. Kemudian aku menolak tubuhnya lembut, raut kekecewaan terpancar di wajahnya
“wheo?”
Kemudian aku mengambil laptop ku yang masih menyala dan memperlihatkan gambarnya yang sensual tadi
“kau sangat sexy disini honey, aku tidak tahan ingin mencium tubuh sexy yang sedang bermandikan air laut ini.. ah~kulitmu semakin coklat ya honey?
Kau sexy sekali..”
Bisikku dengan suara manja dan nakal, dapat kulihat wajah nya tersenyum penuh kemenangan di hadapanku, kemudian satu persatu kulepaskan pakaiannya. Kemejanya,celananya, bahkan pakaian dalamnya. Tak ada lagi pakaian yang melekat ditubuhnya
“I want to tease you baby… oh my god, you really damn sexy hubby..”
bisikku, yunho kemudian mendorongku kesofa, aku mendesah pasrah ketika dia mencium ku lagi, tangannya bergerak cepat untuk membuka jaket hitam yang kukenakan dan kemudian membuka baju dalamku. Lalu celana dan boxer yang kukenakan hari ini.
Yunho terus menciumiku, sekarang lidahnya menjelajahi nippleku, menghisapnya dan menggigitnya kecil,membuatku merasakan berbagai macam rasa. Nikmat, sedikit perih sih.. tapi benar-benar nikmat. Dia memang tau bagaimana caranya memanjakanku.
“yun…nggh… I want to tease you too,baby.. “
Bisikku dengan suara mendesah, membuat yunho semakin menggila menjelajahi tubuhku. yunho kemudian menggenggam juniorku yang sudah menegang dari tadi. Mengocoknya pelan, tapi lama kelamaan semakin kuat, membuatku bergelinjang kegelian. Kemudian yunho melebarkan kedua kakiku, dan sekarang kepalanya berhadapan dengan juniorku.
Yunho tersenyum,
“sudah lama tidak bertemu ya, anyeong jj’s junior?”
panggilnya sambil menjilati lubang kencingku yang membuatku langung merasakan perih dan nikmat dalam waktu bersamaan. Aku mengerang ketika yunho memasukkan juniorku kedalam mulutnya dan menghisapnya seolah-olah itu adalah permen lollipop
“bear.. ngggh…hisap terus yang kuat… ahhhhh…you’re the best honey..”
bisikku. Yunho semakin semangat menghisapnya dan aku semakin berada dipuncak..
Dan mengeluarkan cairanku di dalam mulutnya, yunho yang merasa tak tahan segera  melebarkan kedua pahaku dan mulai menggoda manhole ku dengan jarinya,
Kemudian kurasakan sebuah benda besar masuk kemanholeku.. junior yunho..
“argggghhhh!!!SAKIT YUNNIE BEAR…NGGHHHH!!JINCHA APOOOOO!!”
Teriakku menjambak pelan rambut yunho
“tahan baby-ah…”
“ngggg….ahhhhhhhhhhh….. yeah, aku bisa melewatinya yun…nggggh…faster please…. Tease me, come on hubby… faster…aaahhh!!!!GOD!!”
“yeah…ahhhh…nikmat  jae,nggggh….”
“ ah..aku mau keluar lagi yun…”
ujarku juniorku yang menempel diperutnya sudah menegang sekali
“keluarkan sama-sama baby…nghhhhh…”
Yunho pov

Aku tersenyum mendengar dengkuran kecil dari bibir jaejoong. Aku menggeser letak dudukku dan membiarkannya terbaring kelelahan disofa setelah tadi malam terjadi ‘pergulatan’ diantara kami. Dia masih memelukku, melingkarkan tangannya di perutku. Aku mengecup matanya
“aku cinta mata ini..”
Ujarku lembut kemudian mengecup hidungnya
“aku juga cinta hidung mancung ini..”
Ujarku, kemudian beralih kebibirnya
“aku cinta bibir chery ini..”
Aku mengecupnya berulang-ulang membuat pemiliknya menggeliat dan terbangun.
Mengedipkan matanya kemudian memelukku
“yeobo… sudah bangun..nggg…”
Jaejoong duduk di sofa tempatnya berbaring tadi, kemudian dia memelukku yang sudah duduk disofa disampingnya tidur, membenamkan wajahnya di dada bidangku. Aku hanya mengenakan boxerku setelah bangun tadi, dia belum memakai apapun
“ yeobo.. masih ngantuk…”
Ujarnya manja, kemudian aku menariknya kepangkuanku
“bobo lagi..”
Ujarku,jaejoong tersenyum dan menggelengkan kepalanya
“kau lucu sekali sih..”
Gelitikku, jaejoong menggeliat dan tertawa manja.. sexy sekali. Jonggie ku..
“anio.. kau lapar yunnie?”
Panggilnya sambil tersenyum
“kau mau masak?tentu saja aku lapar..kau bernafsu sekali tadi malam..”
Bisikku sembari menggigit kecil telinganya dan mengulumnya, jaejoong mendesah pelan
“tapi aku mau mandi dulu..”
ujarnya beranjak dari pangkuanku. Dan berlari menuju kamar mandi.
aku tersenyum, kemudian bell apartemen jaejoong berbunyi
“nuguseyo..”
Panggilku
“APPA!!!!”
Teriakkan dolphin kami langung membahana, yoochun tertawa pelan
“appa..buka pintu..”
yoochun berujar santai,memberikan senyum terbaiknya yang terlihat dari camera cc tv apartemen mereka. Dengan segera aku membukakannya pintu
“APPAAAAAA!!!”
“dolphin-ah, jangan berteriak seperti itu… kau kan sudah dewasa..”
Ujarku mengelus-elus kepalanya. Junsu memelukku kemudian yoochun
“astaga appa, kenapa kau hanya memakai boxer..ah.. aku tau.. pasti ruang tamu berantakkan..”
ujar yoochun sambil berjalan menuju ruang tamu
“ugh..diluar dingin..”   
Keluhnya menggigil..
Junsu masih memperhatikan sekelilingnya dengan mata sipitnya.
“appa,dimana si tiang listrik?appa tidak datang bersamanya?”
Tanya junsu menanyakan adiknya, aku jadi ingat untuk menghubungi changmin
“ah iya… aku lupa,aku harus meneleponnya.. dia akan kemari setelah kuhubungi..”
ujarku meraih ponselku,tapi tiba-tiba ada teriakan seseorang
“DUCK BUTT KUUUUUUUU!!!”


Teriakan changmin mengejutkanku, kemudian dia memeluk junsu. Lebih tepatnya memitingnya
“argggg…appa lihat Minnie,apo!!TIANG LISTRIK PABO!”
Teriaknya, kemudian changmin tertawa. Terdengar suara cekikikan disamping changmin,ternyata itu kyuhyun
“kyuh?kau disini?”
Tanya junsu memeluk kyuhyun
“nee hyung,aku mengantarkan changmin..”
“aigoo..kau mau sekali mengantarkan si tiang listrik rakus kami ini.. kau pasti sangat repot,maaf merepotkanmu kyuh..”
Ujar junsu
“tidak apa hyung,aku senang membantu kalian. Oh iya,aku bawakan ini..kue..”
Kyuhyun menyodorkan sekotak cheese cake untuk kami.
“jincha gomawo yo kyuhyunnie..”
Ujarku
“wah…sepertinya enak..”
Ujar junsu
“enak saja kau duck butt,itu untuk appa,hyungku dan eommaku dan aku,kau tidak usah dapat bagian..”
Changmin berujar santai,junsu memukul kepalanya
“haha…kalian ini bertengkar terus, sudah ya.. aku mau pulang dulu.. nanti hyung dan changmin pulang dengan mobil chulie hyung kan?”
Tanya kyuhyun
“nee… jeongmal gomawo yo kyuhyunie..”
Ujarku mengelus kepala kyuhyun
“nee, bye honey…”
“APA??HONEY…!!?ih kyuh,kau mau berpacaran dengan orang gila seperti ini?”
Kyuhyun tertawa dan menggelengkan kepalanya.
“hahahaha,sudah ya aku pulang dulu…”

“tapi kau rindu padaku kan duck butt?ayo kita main game!”
Teriak changmin,junsu melompat senang
“yay, Minnie,ayo!!”
“oiya,dimana chunie hyungie?”
ujar changmin,tak lama yoochun muncul dan menampakkan batang hidungnya
“Minnie…”
Panggilnya, changmin berlari memeluknya erat
“bogoshippo hyung!”
Teriaknya,kemudian berjalan menuju ruang tamu bersama-sama. Yunho memutuskan untuk mandi saat itu
“mana eomma ku?”
Tanya changmin
“enak saja,itu eomma ku!”
Seru junsu
“enak saja kau,aku anak kesayangannya.. kau anak terbuang duck butt..”
cerocos changmin,junsu memukul kepalanya
“enak saja,aku yang anak kesayangannya!”
“bohong kan chunie hyung?!”
Yoochun tersenyum jahil
“dua-duanya anak kesayangan eomma,tapi aku lebih disayang..”
Ujarnya pede tingkat tinggi,changmin dan junsu memandangnya dengan tatapan death glare
“hahahahahaha”
yoochun tertawa garing
“dasar dahi lapangan sepak bola..”
Ujar kedua dongsaengnya, dan alhasil mereka berdua lari karena yoochun mengejarnya
“hey.. kenapa lari-larian Minnie-ah, dolphin-ah..”
Tiba-tiba jaejoong muncul dengan keadaan segar sehabis mandi
“eomma!!!!chunie jahat..!!”
“iya eomma,dia mengejar kami!!”
adu changmin dan junsu kompak, yoochun tertawa dan mengangkat tangannya
“well, I give up mom..”
ujarnya kemudian duduk manis di sofa. Lalu changmin memeluk ummanya
“eomma! BOGOSHIPO!!”
Teriaknya, jaejoong membalas pelukan anaknya erat
“nado sarang-ah… kenapa kau kurus sekali?aigooo Minnie baby, kau kurusan nak… kenapa?malas makan ya?”
changmin menggeleng
“tidak,makan ku banyak kok.. mungkin stress..”
ujarnya, jaejoong mengelus rambutnya..
“jangan seperti itu.. kau bisa sakit, ingin membuat eomma mu sedih?”
Ujarku, changmin hanya diam dan menggelengkan kepalanya
“jangan pikirkan masalah ini,kita akan selalu bersama.. nah, sekarang siapa yang lapar!?!eomma mau masak!”
YooSuMin segera berdiri mengangkat tangannya
“AKU!!!”


Jaejoong masak didapur sementara tiga jagoannya sedang berkumpul di ruang tamu bersama appanya. MinSu sedang main games, dan yoochun sedang mengobrol dengan yunho. Tiba-tiba ponsel yunho berbunyi
From        :heechul hyung

Thanks,aku tau kau sedang mendoakan ku semalam..
Terima kasih yunho-yah.. Tuhan menyayangimu,dia mengabulkan doamu..tadi malam hangeng menghubungiku,dia menyamar dan menemuiku.. kami sedang berduaan sekarang..salam sayangku untuk junsu,yoochun dan jaejoong..

Aku segera berlari kedapur dan memeluk jaejoong yang sedang memasak
“ada apa yunnie?”
“lihat ini..”
jaejoong membaca message dari heechul,bulir air mata jatuh dari matanya..
“syukurlah hyung....kau sangat beruntung..”

                    end Selengkapnya...

[fanfic,yaoi]THE SONG CHAP 1/the melody couple "YooSu"

The songs Part 4
The Melody couple
YooSu(straight)
Change- G.O.D


IT’S SO CRAZY..
HOW YOU MAKE ME CHANGE MY MIND..


“itu salah!yah,kim junsu bisakah kau memainkan piano dengan benar,huh?pabo!”
Terdengar suara teriakan seorang wanita muda yang sedang memegang sebuah buku not lagu dan sebuah kayu ditangan kanannya yang tadi berhasil mendarat tepat dikepala junsu. Terlihat wanita itu sedang hamil karena perutnya yang membesar.
“argh..apo jonggie onnie!”
ujar wanita disebelahnya mengadu kesakitan dan mengelus-elus kepalanya
“sakit kan??kalau begitu mainkan dengan baik, kau tau,aku akan memasak makan malam sebentar lagi untuk yunnie bearku dan aku tidak tau berapa lama lagi pelajaran ini akan selesai jika kau tidak bisa memainkan lagu ini dengan baik,PARK JUNSU!”

Junsu pov
“….park junsu”
“MWO??ANDWAE!NAMAKU KIM JUNSU!”
teriakku membentak onnieku didepan wajahnya. Dia mengelus perutnya yang membesar sambil memanyunkan bibir kecilnya.
“aigo…jangan membentakku pabo… nanti anakku mendengar suara dolphin mu itu.. mianhae chagie, ahjumma gila mu ini suka sekali berteriak membentak mommy.. mommy jadi sering terkejut..
suruh siapa kau bego, sebentar lagi hari pernikahanmu dan kau belum bisa memainkan lagu yang akan kau persembahkan diacara pernikahanmu bersama dengan park yoochun nanti..”
aku menekan tuts dengan kuat dan menatap tajam onnie ku
“aku tidak mau menikah dengan playboy cap ikan teri seperti park yoochun itu JUNG JAEJOONG,SHIROOOO!!!”
Jaejoong onnie tertawa geli kepadaku, dia tersenyum seperti orang yang sudah gila setiap kali aku menyebut nama lengkapnya dengan JUNG,nama keluarga suaminya.
“pada awalnya kau bisa mengatakan itu, kau pikir kau bisa menghentikan pernikahan yang sudah ditentukan oleh orang tua kita?lagian nih ya.. berdasarkan pengalamanku,
Semua tidak seburuk yang kau pikirkan kim junsu-ah… orang tua kita memilih hal terbaik untuk kita,
Kau tidak dinikahkan dengan pria tua Bangka mesum misalnya,tidak kan? Apakah kau pikir park yoochun itu setua itu.. kau kan sudah pernah melihatnya langung…dia tampan sekali,tentu saja, dia kan sepupu nya yunnie bearku. walaupun aku masih menganggap yunnie bearku yang paling tampan..lalu,bukannya aku ini matre yah..tapi yoochun it kaya raya su-iie… hari gini kalau kau hanya mencari ketampanan,mau makan apa?”
Celoteh onnieku, membela orang tuaku  Untuk yang kesekian kalinya
“ya  Tuhan,onnie,kau tau sendiri kalau aku punya pacarkan??pacarku, Choi Si Won,kurang kaya apa lagi coba??lagian kenapa semua laki-laki yang akan dijodohkan berasal dari keluarga mereka?kau dengan jung yunho,lalu aku dengan sepupunya park yoochun.. astaga.. apakah dunia ini hanya berputar kepada mereka saja….!!”
“mungkin saja umma dan appa punya rencana lain,kim junsu percaya kepadaku.. mereka tidak akan pernah menjerumuskanmu..”
onnieku kini menatapku dengan pandangan tajamnya,dia melakukan hal itu setiap kali berbicara serius dengan seseorang.
“apa kau bisa memberikan contohnya?”
“aku..”
Ujarnya singkat sambil melepas kacamata minusnya dan meletakkan buku-buku note nya kemudian pergi sebentar kedapur. Kemudian dia kembali dengan segelas orange juice untukku dan susu ibu hamilnya. Mengaduknya pelan kemudian menenggaknya separuh.
“aku tidak merasakan hal yang menderita seperti bayanganmu kim junsu.. aku bahagia sekarang,sangat bahagia bersama yunho.. mungkin pada awalnya memang sulit, kau tidak tau seburuk apa sikapnya dulu. umm.. walaupun dia bukan tipe pria yang playboy.. tapi dia itu galak sekali..”
ujarnya kemudian meminum sisa susunya dan menatap sebuah bingkai foto pre wedding miliknya yang terpanjang di ruang tamu khususnya dekat dengan grand piano putih miliknya itu
Disana jaejoong onnie mengenakan gaun putih yang sangat indah, gaun pernikahan yang menjadi setiap impian para wanita.
Aku ingin menikah,
Mengenakan gaun indah itu..
Tapi dengan orang yang benar-benar kucintai..
“aku takut..”
“kau takut apa? Jalani dulu baru berkomentar junsu. .. kalau kau menghentikan ini, apa kau mau eomma kena serangan jantung mendadak,hmn?”
Aku memandang onnieku dengan tatapan memelas. Seperti didahiku tertulis `please,selamatkan hidup masa mudaku’ namun dia tak mungkin mengerti.
Kemudian membisikkan sesuatu kepadaku   
“kau tau junsu, menikah itu sangat nikmat loh…”
ujarnya dengan suara rendah yang sexy, wajahku kini semerah kepiting rebus atau tomat
“ONNIEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Yoochun pov

“pergilah sesekali bersama dengan tunanganmu,kim junsu.. pernikahan kalian tinggal beberapa hari tetapi kau sama sekali belum pernah mengajaknya pergi..”
ujar yunho hyung sambil membolak-balikkan document kerja miliknya. Aku dengan malas menutup document kerja milikku- Jung & Park Corps kami yang mengelola- dan duduk berselonjor disofa.
“malas, dia bukan tipe ku, pantat bebek ,suara dolphin..”
ujarku malas, meregangkan otot- otot tubuhku disofa
Yunho hyung terkekeh pelan
“kau kan belum tau seperti apa orangnya. Dia lumayan asyik loh, lucu lagi..”
“kau saja sana menikah dengannya..”
“berarti kau gila, aku sudah menikah,sebentar lagi akan menjadi ayah dari anak kakaknya yang sangat kucintai dan kau menyuruhku menikahi adiknya.. pabo..”
aku tertawa melihat pernyataan hyungku
“aku masih mau main-main dengan gadis-gadis hyung..”
“sampai kapan? Untuk apa kau menghamburkan uang untuk hal seperti itu? Ingat umurmu dong.. kau sudah berusia 24 tahun, sudah pantas menikah.. kim junsu itu wanita baik-baik tau.. setidaknya jika belum tumbuh cinta dihatimu, kau bisa memupuknya.. mungkin dengan mengajaknya jalan kali..
Kau harus mencari perhatiannya, ku dengar dari jonggieku dia sudah punya pacar..”
Aku membelalakkan mataku
“MWO??”
“jangan berteriak bodoh, bagaimana kalau aku kena serangan jantung dan mati disini, makan apa anak dan istriku?”
aku mengedipkan mataku,anak culun seperti kim junsu itu punya pacar. Cih,
Ini membuatku tertawa. Yang kudengar dia itu anaknya sangat childish dan polos. Mungkin terlalu polos jadi keliatan bego gitu.
“um… kau harus bisa mengalihkan perhatiannya dong, katanya kau playboy kelas kakap korea..”
pancing hyungku sambil memandangi sebuah frame foto di meja kerjanya
“ah,jonggie.. kau sexy sekali seperti ini..”
“lihat,ini akibatnya kalau menikah. Bisa menjadi orang gila seperti ini. Bagaimana bisa berbicara dengan bingkai foto? Pabo michyeo…!”

Junsu Pov
Aku dengan ceria berlari menuju lift yang menuju apartemen kekasihku. Choi si won dengan riang gembira. Sambil menenteng masakan kesukaannya yang kubuatkan sejak tadi pagi aku bangun.
Dia sangat suka samgyupsal buatanku. Aku tersenyum sendiri membayangkan wajahnya yang tersenyum sumringah karena makanan ini.
Aku melupakan masalahku sedikit ketika menemuinya,aku tidak mau dia bersedih karena aku. Meskipun hari pernikahanku dengan si brengsek park yoochun tinggal menghitung jari saja..
Aku keluar dari lift, dan berjalan menuju apartemen itu ketika aku berpapasan dengan orang yang sedang tidak ingin kutemui.
Siapa lagi..
PARK YOOCHUN
“sedang apa kau?”
Tanya nya tanpa basa basi kepadaku. padahal dia selalu beramah tamah dengan semua gadis, namun pengecualian untukku.
“apa urusanmu?”
“aku tunanganmu..”
“masa bodoh..”
Ujarku kemudian berjalan,dia mencoba menghalangi jalanku
“bisa tidak sih,tidak menghalangi jalan orang. Aku ingin bertemu dengan kekasihku sekarang. Jadi tolong dengan teramat sangat tuan park yoochun yang terhormat untuk menyingkir dari hadapanku”
Ujarku bernada sarkartis
“kalau aku bilang tidak mau?”
“aku akan berteriak memanggil satpam untuk mengusirmu!”
Aku termangu melihat yoochun tertawa.
Eh,
Kalau dilihat sepertinya manis juga dia ketika sedang tertawa atau tersenyum..
Akh,,,apa-apaan kau ini kim junsu!!
Dia itu musuhmu!
“kau tidak akan berhasil..”
“kenapa?!”
Teriakku
“karena.. apartemen ini milikku…”
Ujarnya tersenyum. Astaga aku lupa kalau apartemen ini milik jung &  park corps. Ya Tuhan, pabo sekali aku.
“baiklah,kalau begitu aku bisa memintamu dengan baik-baik untuk tidak menghalangi jalanku kan?”
yoochun mengangkat bahunya kemudian menyingkir dari hadapanku..
Aku berjalan dengan cepat..
Betapa kesalnya aku sibodoh ini masih mengikutiku dari belakang!


Yoochun pov

Entah ini kebetulan atau takdir. Aku bertemu dengan kim junsu diapartemen ketika aku sedang berkeliling memeriksa kinerja para karyawan. Aku bertemu dengan kim junsu yang terburu-buru berjalan.
Kemudian aku berbicara dengannya,anio, tepatnya membuatnya kesal..
Astaga,
Ternyata wajahnya ketika sedang marah imut juga..
Ha?
Park yoochun apa yang kau pikirkan sih?
Aku menggelengkan kepalaku,kemudian mengikutinya dari belakang. Aku tau dia menyadarinya..
Kemudian aku dan dia telah berada didepan pintu sebuah apartemen,
Yang mungkin adalah apartemen pacarnya..
CHOI SI WON
Pria ini, yang aku ingat tadi dia muncul di lobi dengan seorang wanita dipelukannya..
Mwo?
wanita dipelukannya?!
Kulihat junsu sudah membuka pintu itu dengan kunci miliknya, dan berlari memasuki ruangan itu tanpa aku bisa mencegahnya
“BERHENTI KIM JUNSU!JANGAN MASUK!”
Terlambat..
Aku mendengar suara rantang makanan yang dijatuhkan
Aku segera masuk kedalam dan melihat junsu terpaku. Dengan menatap seorang pria dan wanita diatas tempat tidur, tanpa pakaian dan sedang berpelukkan
“CHOI…SI..WON…”
Panggilnya marah, si won memasang wajah tanpa dosa dan mencium bibir wanita yang ada dipelukannya sekilas
“ma..maafkan aku kim junsu.. aku rasa.. aku sudah bosan padamu… jadi lebih baik kita putus saja ya? Kau itu sangat membosankan,tidak mau disentuh seperti ini..”
Junsu hanya terdiam,dia tidak sangup mengatakan apapun. Dia malah menangis didepan pria bodoh yang tetap bercumbu didepannya.
Sepertinya darahku akan naik kekepala, aku memang belum pernah mengenal langsung kim junsu.
Tetapi setidaknya..
Aish, come on man! Dia tunanganku,dan aku membiarkan tunanganku disakiti didepan mataku sendiri?
bukan orang yang gentleman yang membiarkan hal ini terjadi meskipun aku tidak mencintainya.
Aku maju kedepan,menggenggam tangannya. Kemudian aku mengambil rantang yang berserakkan. Lalu memberikannya kepada junsu
Kemudian aku tersenyum kepada pria itu
“siapa kau?apa kau pembelanya?kau siapanya?cih.. ternyata gadis lugu seperti mu punya simpanan juga ya? Kalau begitu kita impas,aku memaafkanmu yang sudah menduakanmu.. sebaiknya kau memaafkanku juga jika tidak ingin masalah ini panjang..”
Aku mengepalkan tanganku,kali ini darah ku benar-benar sudah naik kekepalaku.
Aku mengambil rantang itu lagi. Masih ada daging dan kuah yang ada dirantang itu. Makanannya sudah mendingin
Kemudian aku menuangkannya ke atas kepala choi si won, aku tersenyum. Masih dengan senyuman ramahku. Junsu menatap kejadian itu termangu
“kkau… berani sekali kau?! Chagya??gwenchana??”
“jika anda berpikir anda adalah orang terhebat,tergentle dan terperfect disini, anda tentu akan berpikir lebih matang untuk bertindak.. bukan seorang gentleman yang memutuskan wanita dengan cara seperti ini, anda tau, perasaan wanita itu sangat halus. Apakah anda mengenal park yoochun?”
Ujarku, si won hanya diam
Lalu wanita yang tidur dengannya menjawabnya
“park yoochun,play boy number 1 yang sudah memacari banyak gadis. Tetapi dia sama sekali tidak pernah memutuskan gadis itu secara sepihak, atau membuat gadis-gadis menangis. Argh.. aku belum pernah bertemu langsung dengannya,tapi sepertinya dia orang yang tampan. Katanya,dia pemilik apartemen ini..”
siwon menatap seram wanita itu
Kemudian aku tersenyum
“terima kasih sudah membantu saya menjelaskan, anda wanita yang cantik. Sayang hatinya busuk..”
Aku menarik tangan junsu  mendekat kepadaku.
“aku park yoochun, ini tunanganku kim junsu…beberapa hari lagi kami akan menikah.. jadi, kalian masih kuberi kesempatan kali ini..”
Aku tersenyum manis,tanganku sudah mengepal. Kemudian aku melayangkan tinjuku tepat disamping wajah siwon. Aku memukul dinding.
Bunyi berderak dari dinding beton itu menandakan betapa kuatnya tinjuku. Aku tak merasakan darah yang sudah mengalir di buku-buku tanganku.
“jangan pernah mengganggu dan menyakiti tunangan PARK YOOCHUN..”
Ujarku menarik tangan junsu keluar




Junsu pov
Yoochun menarikku keluar. Air mataku tak bisa berhenti. Rasanya masih sakit akibat dibohongi,tetapi  air mata ini mengalir karena terharu
Tidak percaya seorang park yoochun bisa melakukan hal ini
“hapus air matamu untuk orang sebrengsek dia.. tidak mutu sekali air matamu itu..”
Ujarku
“gomawo yoochun-ah..”
Ujarku sambil terisak
“gwenchana,apa sih kau menangis.. tadi marah-marah kepadaku.. cih,kenapa tadi dagingnya aku tumpahkan ya..?pabo.. aku pukul saja dia tadi harusnya”
“gomawo yoochun-ah..ah,kau berdarah!”
Aku mengambil sapu tangan dari saku rok ku dan membalutnya ketangan yoochun
“sini tanganmu.. ck,kau ini sok jagoan sekali memukul-mukul dinding,lihat jadi berdarah kan..”
Cerewetku
“suruh siapa menangis didepanku?”
“gomawo yoochun..”
“kau itu harus tersenyum, seperti itu saja sudah jelek,apalagi kalau menangis..”
Aku menekan mata lukanya hingga dia berteriak
“akh! Aish..kau tidak ada lembutnya sedikit saja..!”
“makanya jangan mengujiku..kau ini dipuji sedikit langsung saja menyebalkan!”
Yoochun mencubit kedua pipiku
“berisik kim junsuuuuuuuu..”
Ujarnya kemudian berdiri dari tempat duduknya
“ayo kau kuantar pulang..!”
“jincha?tapi..yoochun-ah, aku merasa lapar sekali..!”
Ujarku sambil berlari kecil mengikuti jalannya yang cepat
“mwo?pantes gendut.. yasudah aku traktir makan ayam goreng sepuasnya!ayo cepat….gendut!”
“mwo??aku paling suka ayam goreng,kenapa kau bisa tau??hey…jangan panggil aku gendut!”
“um..tentu saja!”(jaejoong dan yunho yang ngasih tau)
Mungkin jaejoong onnie benar, pernikahan yang direncanakan oleh orang tuaku belum tentu menyakitkan setelah aku tau siapa sebenarnya park yoochun itu..
Mulai dari sekarang,aku akan belajar untuk memahami cinta dan belajar mencintainya..

----------------------------------------FIN------------------------------------------------------



by kim yuuga-

Selengkapnya...

ADMIN COMEBACK.. MOHON BANTUAN

MIANHAE..
untuk melupakan blog ini beberapa waktu..
*plak!!
silahkan kunjungi blog cassiopeia medan..
blog ini tidak hanya berisi tentang news seputar tvxq, tetapi blog ini juga bisa memuat fanfic khususnya tentang tvxq-tapi kalau mau post ff tentang pairing yang lain juga bisa,akan saya Labelin juga kok-
mohon kerja sama demi kemajuan Cassiopeia..
blog ini juga bisa menjadi sesion tanya jawab seputar bahasa jepang(saya akan mengajarkan sebatas kemampuan saya) saya akan senang jika anak cassiopeia bisa bahasa jepang ^^
kita belajar sama-sama ya...
siapa yang mau ff nya di post bisa kirim ke message fb saya kimyuuga@yahoo.com
saya akan posting ff nya..

jaa,arigato minna-san...!!
cassiopeia GANBATTE KUDASAI NE!!




admin Yuu Selengkapnya...